Keripik dan terarium si taman imut

Wednesday, July 11th 2018. | Peluang Usaha

Pekan ini kita dikasih keripik sama Bunda Sukini. Rasakan deh keripik yg dimereki Suka nicky ini. Yummy banget ya. Tahu enggak Sukini sebenarnya membuat keripik cukup diniatkan untuk menambahkan penghasilan keluarga. Cuma itu. Kok, dapat jadi besar? Bisalah, kan direndam dalam minyak tanah, he, he, he,….  Memangnya karet gelang ya.

Sukini memang hebat, Si keripik yg awalnya diniatkan untuk membantu ekonomi keluarga kini malah menjadi pemasukan utama keluarga. Lalu, kenapa keripiknya dimereki Suka Nicky. Sukini bilang agar mudah diingat oleh orang. Benar juga ya, kalau ingat lantas pengin beli keripiknya.  

Sukini adalah perempuan yg seorang istri  asal Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Jawa Tengah yg memulai usahanya pada 1996. Bermodalkan tiga tandan pisang seharga Rp 10.000, Sukini mengolah pisang-pisang itu menjadi keripik pisang. Setelah dibungkus secara sederhana, keripik pisang itu dibawanya ke pasar dan dititipkan pada toko. Sukini bercerita, dari hasil penjualan pertama, ia meraup untung Rp 13.000.

Usahanya berjalan mulus, namun terkadang dia kesulitan untuk mendapatkan bahan baku pisang ketika tak musimnya. Karena itu, sekitar tahun 2000, Sukini beralih memasarkan produk keripik tempe. “Saya ingin punya produk yg bahan bakunya mudah didapat alias ada terus,” kata dia. Sukini tiap hari berada di dapur produksi untuk mengontrol kualitas produknya. Ia membanderol keripik tempe Suka Nicky seharga Rp  25.000–Rp 35.000 per kilogram. Saat ini, kapasitas produksinya mencapai ratusan kilogram sehari. Kebayang dong berapa omzetnya ibu kita Sukini.

Sudah enggak usah membayangkan keuntungan yg diraih Sukini, yg penting kita beli dan kita makan sambil melihat orang memasang lantai di sebuah proyek bangunan.

Tahu enggak. Untuk sebuah proyek bangunan itu paling tak dapat melibatkan tiga kontraktor dalam finishing. Ada kontraktor yg menggarap pengecatan, mechanical electrika dan pengerjaan pemasangan plafon, serta pekerjaan untuk memasang lantai. Nah, untuk pekerjaan yagn terakhir ini pemainnya belum banyak.

Bisa jadi pemainnya belum banyak karena banyaknya jebakan. “Pekerjaan pemasangan keramik ini untuk pemula banyak jebakannya. Bila tak punya keahlian di sana akan menyedot biaya yg tinggi dan pengusaha berisiko merugi pada akhirnya,” jelas Kasan, Direktur PT Kontraktor Keramik Indonesia, salah satu pemain aplikator keramik.

Banderol pemasangan  keramik biasanya telah satu paket dgn semen, pasir dan perekat. Perhitungannya ini berkisar Rp 95.000-Rp 120.000 per m².  “Itu belum termasuk keramik dan fee kontraktor sebesar 10%. Tapi, ini masih negotiable,” kata Kasan.   Dalam setiap proyek, uang muka untuk pekerjaan ini cukup berkisar 10%-30% dari nilai proyek. Selanjutnya, pembayaran akan mengikuti term yg telah disepakati, berdasar progres pekerjaan. “Biasanya, antara 1 bulan–1,5 bulan setelah pembayaran uang muka dan dibayar per penagihan,” kata Kasan.

Nah, kalau bangunan telah jadi, tentu butuh sesuatu untuk penghias atau penyegar dalam ruang maupun  luar ruang. Eh, ada Nanda tuh yg dapat membantu. Siapa Nanda? Sudah simak saja tuturan berikut.

Mungkin belum banyak yg tahu, potensi florikultura atau tanaman hias di Indonesia sangat besar. Karena itulah Raden Nanda Teguh merintis usaha Little Gardenia pada 2013. Nanda, begitu nama panggilan pria ini, membuat taman mini alias terarium. Ia membanderol terarium dgn kisaran harga Rp 40.000 –Rp 300.000 per buah, tergantung ukuran wadah. Saban bulan, pria yg baru berusia 21 tahun ini dapat meraup keuntungan sekitar Rp 10 juta. Nanda bilang, laba bersih dari usahanya dapat mencapai 60% dari keuntungan.

Bukan cuma itu, Nanda juga menciptakan taman vertikal yg dapat dibongkar pasang (knock down).  Taman vertikal ini berukuran sekitar 80 cm x 170 cm.  Pembeli dapat pasang sendiri dan dapat memindah-mindahkan taman tersebut. Harganya pun tak terlalu mahal, sekitar Rp 800.000 –Rp 1,2 juta per paket. Bandingkan dgn taman vertikal biasa yg lebih dari Rp 1,6 juta per meter persegi. Pasalnya, instalasi taman vertikal Little Gardenia berukuran sekitar 80 cm x 170 cm. Nanda juga memberikan garansi satu tahun untuk instalasi kayu dan dua minggu untuk tanaman. Bila rusak, ia bersedia mengganti.

Oke, Nanda. Kayaknya ente jadi penutup pada perjumpaan kita kali ini. Terimakasih buat  semuanya yg telah melewatkan akhir pekan bersama. Semoga akhir pekannya menyenangkan.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.