BNI evaluasi penurunan bunga KPR

Saturday, May 12th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) tengah mengevaluasi kemungkinan penurunan suku kembang kredit pemilikan rumah (KPR). Direktur Consumer Banking BNI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan, perseroan justru telah memberikan kembang khusus bagi debitur KPR secara selektif.

Ia bilang, kembang khusus cukup diberikan berdasarkan program seperti pada REI Expo yg diselenggarakan pekan lalu, sebagai bagian dari kerjasama dgn beberapa developer properti. Oleh karena itu, sepanjang kuartal II-2015, BNI Griya akan fokus menggarap pasar middle up melalui kerjasama dgn developer-developer berkantong tebal.

Hal ini bertujuan untuk menaikkan “ticket size” KPR di BNI. Dengan strategi tersebut, kata Anggoro, bank dgn kode emiten BBNI menargetkan pertumbuhan KPR sekitar 2,5% di triwulan II-2015 dibandingkan dgn triwulan T-2015. Optimisme pertumbuhan KPR ini, menurut Anggoro sebab pertumbuhan ekonomi telah mulai bergairah.

“Kami melihat di kuartal II-2015 seharusnya ekonomi telah mulai bergerak,” kata Anggoro kepada KONTAN, Minggu (17/5).

Selain itu, kata Anggoro, industri perbankan dan para developer properti pun mengharapkan bahwa wacana relaksasi LTV bisa direalisasikan oleh regulator. Sehingga, akan sangat membantu mengembalikan “affordability” masyarakat yg memang masih sangat membutuhkan bantuan pemerintah dalam memenuhi keperluan tempat tinggal.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.