Harga dollar di bank makin mahal

Saturday, May 5th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih susah bangkit. Bahkan, kurs jual dollar AS di sejumlah bank besar telah di atas Rp 13.200 per dollar AS.

Merujuk data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu lalu (13/5), kurs rupiah ditransaksikan di posisi Rp 13.188 per dollar AS. Kurs rupiah tersebut memang sedikit menguat dibandingkan hari sebelumnya di level Rp 13.203 per dollar AS.

Sementara, harga perdagangan dollar AS di pasar spot berdasarkan data Bloomberg saat sampai pukul 17.10 WIB, kemarin, berada di kisaran Rp 13.055. Posisi ini memang masih lebih rendah dari level tertinggi tahun ini yg terjadi pada 16 Maret 2015 lalu di kisaran Rp 13.245.

Toh begitu, sejumlah bank  telah memasang kurs jual lebih tinggi. Di Bank Permata, semisal,  nilai kurs jual dollar AS telah mencapai Rp 13.365.  Sementara, kurs jual di dua bank pelat merah, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih di level Rp 13.200 (lihat tabel).

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, sampai sekarang ini tak terjadi perubahan drastis   permintaan dollar AS. “Biasanya yg paling banyak mengajukan permintaan dollar kepada kami adalah Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tapi sejauh ini masih normal permintaannya,” kata Budi, Rabu (13/5).

Dia memperkirakan, sampai akhir tahun nanti, permintaan dollar AS tak akan tumbuh signifikan.

Senada dgn Bank Mandiri, BRI menyatakan bahwa permintaan dollar juga masih stabil kendati kurs jual bank tinggi. “Sampai hari ini belum ada tren peningkatan tajam dalam hal permintaan dollar,” ujar Asmawi Syam, Direktur Utama BRI.

Kata Asmawi, mayoritas nasabah BRI tak menggunakan dollar. Itu sebabnya, permintaan dollar tak sebesar bank-bank lain yg memiliki nasabah korporasi besar.

Sulit menguat

Dari pantauan KONTAN, permintaan dollar pada money changer juga belum naik siginifikan. “Bahkan transaksi kami turun 30% dari saat pelemahan rupiah beberapa bulan silam,” ujar Yohanes Budi, Manajer Tri Tunggal Money Changer.

Saat ini, kata Yohanes, transaksi penjualan dollar cukup berkisar US$ 10.000 per hari. Banyak nasabah Tri Tunggal membutuhkan valas untuk memasukkan anaknya sekolah di luar negeri, dan pergi berlibur.

Tri Tunggal menjual dollar di level Rp 13.195. “Idealnya rupiah menguat ke Rp 12.000-an. Tapi dgn kondisi ekonomi seperti ini, rasanya sulit terwujud,” ujar Yohanes.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.