Menenggak kesegaran bisnis minuman jeruk baby

Friday, February 17th 2017. | Peluang Usaha

MALANG. Minuman olahan buah jeruk selalu banyak peminatnya. Di negara tropis seperti Indonesia, es jeruk paling banyak dipesan sebagai minuman pelepas dahaga. Apalagi produksi jeruk di Indonesia cukup melimpah. Bahan baku yg melimpah dan pasar yg terbuka mendorong banyak orang terjun ke bisnis minuman ini.

Salah satunya adalah Adit Furisuka yg mengusung brand Jeruk Baby Furisuka dari Malang,  Jawa Timur. Berdiri semenjak tahun 2002, Adit resmi menawarkan kemitraan awal tahun 2015.

Di bawah bendera Furisuka Group, ia mengambil pasokan buah jeruk segar dari kebun sendiri dan dari petani di Malang dan sekitarnya. Saat ini, gerai Jeruk Baby Furisuka telah ada 40 yg tersebar di berbagai daerah. Sementara gerai milik sendiri ada dua di Malang.

Jeruk Baby Furisuka menawarkan minuman es jeruk segar dari jenis jeruk baby java. Minuman jeruk yg disajikan diperas langsung dari jeruk-jeruk yg ukurannya kecil dan rasanya manis. “Kami mengolahnya langsung real time, jadi segar tanpa pengawet,” kata Adit kepada KONTAN.

Harga per gelasnya cukup terjangkau mulai Rp 6.000–8.000. Jika Anda berminat, Adit menyediakan paket investasi senilai Rp 3,5 juta. Mitra mendapatkan fasilitas satu set meja lipat besi, alat peras, bahan baku jeruk baby java sebanyak 50 kg, payung, x-banner, seragam karyawan, termos, gelas, plastik, dan sebagainya.

Dalam kemitraan ini, mitra harus membeli jeruk baby java dari pusat. Selain jeruk baby java, mitra juga dapat membeli jenis jeruk pacitan dari perkebunan Furisuka yg berada di Malang.

Aditya bilang, jeruk-jeruk yg ditanamnya tak menggunakan pestisida dan setiap saat kebunnya menghasilkan 4 ton sampai 5 ton buah jeruk. Adi menargetkan, dalam sehari mitra dapat menjual 80 gelas hingga100 gelas es jeruk dgn keuntungan Rp 550.000. Maka, total keuntungan dalam sebulan dapat mencapai Rp 15 juta.

Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, dan biaya operasional lainnya, mitra diprediksi masih  dapat meraup laba bersih sekitar 35% dari keuntungan per bulan. Itu artinya, mitra dapat meraup laba bersih sekitar Rp 5,25 juta per bulan. Sehingga dgn estimasi itu, mitra telah dapat balik modal dalam satu bulan. Supaya target tersebut tercapai, mitra harus memilih lokasi berjualan yg strategis dan ramai seperti perumahan atau kampus atau sekolah.

Adit tak mematok luas tempat usaha sebab minuman ini dapat juga dijual dgn sepeda atau motor. Atau jika ingin mangkal, dapat menyiapkan lahan sekitar 1,5 meter (m)x2 m dgn 1 orang karyawan.

Kemitraan Jeruk Baby Furisuka tak ada royalty fee dan tak ada jangka waktu kerjasama. Jadi konsep kerja samanya beli putus dan semua keuntungan masuk ke kantong mitra.

Hingga akhir 2015, Adit menargetkan akan menambah gerai sampai 150 lokasi.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.