Pilih kembali ke jalan karena sepi konsumen

Thursday, April 12th 2018. | Peluang Usaha

SURABAYA. Mempertahankan sebuah bisnis bukan perkara mudah. Banyak kendala yg pasti ditemui di tengah jalan. Hal ini juga yg dirasakan oleh para penjahit di Jalan Bukit Barisan, Surabaya, Jawa Timur. Sebagian dari penjahit di sana mulai kembali ke jalanan karena keuntungan merosot tajam.

Hal ini diamini oleh Sudiyono Mushobbir, salah seorang penjahit.  “Jumlah pelanggan berkurang otomatis omzetnya juga turun tajam,” jelasnya pada KONTAN. Sebelumnya, laki-laki berkumis ini dapat mengantongi keuntungan lebih dari Rp 3 juta dalam sebulan.

Setelah memutuskan pindah ke gedung milik Pemerintah Surabaya itu, omzetnya merosot sampai 80%. Laki-laki yg lebih akrab disapa Mushobbir ini telah mencoba mengadukan kendala tersebut kepada pemerintah. “Katanya kita disuruh sabar saja,” ujarnya.

Tidak banyak yg dapat dilakukan Mushobbir untuk meningkatkan omzetnya. Dia cukup menyebarkan kartu nama dan melakukan promosi lewat mulut ke mulut. Saat KONTAN, menyambangi lokasi tersebut pada Februari lalu, sentra penjahit ini memang sunyi pengunjung.

Para penjahit banyak yg menganggur dan mengobrol dgn rekan-rekannya. Dia memprediksikan kondisi seperti ini masih akan terjadi sampai akhir tahun ini. Meski begitu, Mushobbir enggan mengikuti jejak teman-temannya untuk kembali ke jalanan cukup untuk mengejar keuntungan tinggi. “Kalau di jalanan itu harus kejar-kejaran sama Satpol PP tak tenang jadinya,” katanya.

Hal serupa juga dialami oleh rekannya Abdul Ghoni yg juga memutuskan pindah ke sentra jahit Bukit Barisan. Dia mengatakan, penurunan jumlah pelanggan disebabkan lokasi yg sekarang susah diakses karena masuk ke dalam komplek perumahan.

Belum lagi, lokasi gedung yg dekat dgn tempat pembuangan membuat pelanggan enggan jika ingin masuk. Sama dgn teman-temannya, Abdul telah menyampaikan keluhannya kepada pemerintah dan rencananya lokasi pembuangan sampah tersebut akan dibersihkan.

Nasib bapak satu anak ini tergolong beruntung bila dibandingkan dgn teman-teman seprofesinya karena dia cukup mengalami penurunan keuntungan selama satu bulan saja. Omzetnya masih relatif stabil karena dia memiliki hubungan baik dgn para pelanggan.

Abdul bercerita pada beberapa bulan awal pindah ke Bukit Barisan, suasananya cukup ramai. Lantai atas dan bawah diisi oleh penjahit. Tapi karena jumlah pengunjung sedikit, akhirnya semua penjahit pindah ke lantai bawah.

Sebagian juga memutuskan kembali membuka lapak di pinggir jalan. Abdul tak turut ke jalan dgn alasan lokasi sekarang jauh lebih nyaman daripada di jalan. “Kalau di jalan di tinggal ke kamar mandi atau shalat saja susahnya setengah mati,” ujarnya. (Bersambung)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.