Induk Bank MNC mencari pendanaan Rp 1 triliun

Wednesday, March 28th 2018. | Keuangan

JAKARTA. PT MNC Kapital Indonesia Tbk tengah mencari anggaran jumbo untuk Bank MNC Internasional. Emiten bersandi BCAP ini membidik pendanaan segar Rp 1 triliun.

Menurut Darma Putra, Direktur Utama MNC Kapital, uang tersebut akan digunakan untuk mendanai ekspansi perusahaan berupa aksi akuisisi dan suntikan modal bagi sejumlah anak usaha mereka. “Tahun ini yg kami fokuskan adalah Bank MNC. Karena, untuk mengembangkan bisnisnya, Bank MNC harus memiliki modal yg kuat,” katanya, Jumat (8/5).

Saat ini, Bank MNC sedang diarahkan untuk melebur dgn Bank Pundi. Setelah merger itu terealisasi, MNC Kapital bakal menyuntikkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk Bank MNC. Uang itu termasuk Rp 100 miliar yg telah ditempatkan MNC Kapital di Bank Pundi sebagai komitmen merger. Sisa anggaran bakal dipakai sebagai suntikan modal ke beberapa anak usaha MNC Kapital lainnya, seperti MNC Finance dan MNC Securities.

“Untuk mencari anggaran tersebut, kami akan coba lakukan rights issue (penerbitan saham baru),” ucap Darma. Sekadar mengingatkan, suntikan anggaran Rp 100 miliar yg merupakan komitmen MNC Kapital telah dicatat dalam rekening penampungan (escrow account) di Bank Pundi.

“Dana itu telah memenuhi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk diperhitungkan sebagai salah satu atau komponen pertambahan modal,” ujar Ivy Santoso, Direktur Utama Bank Pundi beberapa waktu lalu.

Dasar pertimbangan Bank Pundi melakukan merger dgn Bank MNC adalah, demi memperkuat struktur permodalan dan konsolidasi perbankan nasional. Melalui merger ini, Ivy yakin bank hasil perkawinan tersebut bakal memiliki struktur permodalan yg lebih kuat dan meningkatkan daya saing dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 di sektor perbankan.

Tak cukup itu, Bank Pundi dan Bank MNC akan saling melengkapi dari sisi bisnis. “Kami fokus UMKM dan perbankan ritel, sementara Bank MNC punya banyak portofolio dan membidik sektor konsumer,” ungkap Ivy. Setelah merger, Bank MNC akan menjadi surviving company. Konsekuensinya, seluruh aset Bank Pundi melebur ke Bank MNC. Dus, nama Bank Pundi akan hilang.

Selain Bank Pundi, Darma menambahkan, terbuka kemungkinan untuk mengakuisisi perusahaan baru. Sayang, untuk yg satu ini ia masih enggan menyebutkan ciri-ciri perusahaan tersebut.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.