OJK dorong produk investasi berbasis infrastruktur

Tuesday, March 13th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan pelaku pasar modal gencar untuk menerbitkan produk investasi dgn aset dasar (underlying) proyek infrastruktur agar turut membantu pemerintah menggenjot pembangunan.

“Relatif sulit bila pembiayaan proyek infrastruktur tergantung pada perbankan maka caranya mendatangkan pembiayaan dari pasar modal, yakni dgn menambah produk-produk investasi yg dikeluarkan perusahaan untuk kemudian dijual kepada investor, cara lain itu menjadi bagian penting keutamaan untuk keperluan kita dalam pembiayaan infrastruktur,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman B Hadad dalam acara Institute of International Finance (IIF) Asia Summit di Jakarta, Kamis (7/5).

Ia mengemukakan bahwa model dukungan dari pasar modal salah satunya yakni penerbitan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP), serta reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas.

“EBA SP dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan. Sementara, reksadana penyertaan terbatas dapat ke infrastruktur atau sektor riil yg lain. Diharapkan pelaku pasar modal memanfaatkan itu sehingga dapat membangun infrastruktur,” paparnya.

Menurut Muliaman B Hadad, pengembangan produk pasar modal seperti itu yg sangat relevan untuk melengkapi pembiayaan yg selama ini datang dari perbankan, dgn begitu peranan industri dari pasar modal akan meningkat.

“Untuk melancarkan proyek infrastruktur, konkritnya perbankan memberikan kredit untuk infrastruktur. Sementara dari pasar modal, proyek infrastruktur itu dapat dijadikan 'underlying asset' suatu produk yg dapat diperjualbelikan di pasar modal,” katanya.

Ia mengharapkan bahwa jumlah produk investasi dgn tambahan variasi sehingga menjadi menarik bagi investor bisa menjadi cara lain pembiayaan atau aspek investasi di pasar modal.

“Harus ada identifikasi proyek infrastruktur, kan ada yg kecil dan besar, lalu dibuat struktur design agar menarik dan bisa dijual di pasar modal. Dengan demikian harapan untuk menjadikan pasar modal sebagai cara lain sumber pembiayaan terutama jangka panjang bisa terealisasi,” ujarnya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.