Regulator diminta publikasikan pengawasan bank

Thursday, March 8th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Pengamat ekonomi dan politik, Yanuar Rizki mengusulkan adanya transparansi hasil pengawasan yg dilakukan oleh regulator dalam pembahasan revisi UU Perbankan yg baru. Menurutnya, transparansi hasil pengawasan terhadap perbankan sangat penting dan perlu untuk diketahui publik.

Sebab, pengawasan yg dilakukan oleh regulator, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (Bi) tentu memiliki klasifikasi. Yanuar mencontohkan, jika satu bank terkena masalah kemudian ditangani oleh regulator, maka hasil penanganan tersebut baiknya diumumkan kepada masyarakat. Dengan demikian, bisa mendorong akuntabilitas industri perbankan.

“Bukan transparansi real time karena tentu ada hal-hal yg dilakukan regulator dan tak dapat diketahui publik. Tetapi ketika pengawasan tersebut telah memiliki hasil yg baik maupun yg buruk, regulator wajib mempublikasikan karena hal itu terkait dgn akuntabilitas,” kata Yanuar, Rabu (6/5).

Dengan publikasi hasil pengawasan terhadap perbankan tersebut, kata Yanuar, masyarakat bisa mengetahui bank-bank mana saja yg dikenakan sanksi oleh regulator. Hal ini menjadi penting, sebab masyarakat tak perlu lagi menebak-nebak bank mana yg sedang terkena masalah sehingga nantinya dapat menimbulkan fitnah.

Selain itu, dgn transparansi hasil pengawasan perbankan tersebut, masyarakat dapat melakukan antisipasi terkait kegiatan perbankan. “Pada akhirnya, arahnya adalah kepada industri perbankan yg prudent,” ucapnya.

Dengan mengetahui hasil pengawasan perbankan tersebut, kata Yanuar, maka masyarakat akan semakin mengetahui bahwa industri perbankan benar-benar diawasi dan diperiksa, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Selama ini, lanjut Yanuar, Bank Indonesia melakukan transparansi hasil pemeriksaan bank dan dicantumkan dalam website resmi bank sentral. Namun pasca meledaknya kasus Bank Century, regulator tak lagi mencantumkan pengumuman hasil pemeriksaan perbankan secara transparan.

“Hasil pengawasan harus diumumkan karena merupakan social enforcement. Pihak yg melakukan kesalahan harus dikenakan social enforcement, harus diumumkan agar masyarakat lainnya memiliki awareness,” katanya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.