Tren food truck lebarkan peluang bagi karoseri

Monday, November 2nd 2015. | Peluang Usaha

Sebuah mobil dapat punya banyak fungsi. Selain untuk alat transportasi sehari-hari, mobil juga dapat digunakan untuk keperluan usaha atau berdagang. Inilah yg dilakukan banyak orang sehingga kita mengenal istilah mobil toko atau moko. Nah, dua tahun terakhir, ada tren baru dalam dunia usaha dgn kemunculan food truck.

Sejatinya, food truck tak sekadar moko. Pasalnya, di dalam truk makanan itu juga ada aktivitas masak-memasak. Adapun moko biasanya cukup menjadi tempat menata produk yg akan dijual. Kini, sebagian besar pusat perbelanjaan di Jakarta kerap menghadirkan food truck sebagai penarik massa.

Tahun lalu, jumlah food truck dapat dihitung dgn jari. Namun, sekarang ini menurut Asosiasi Food Truck Indonesia, telah lebih dari 40 unit food truck yg tersebar di Jakarta. Pengusaha food truck pun telah melebar ke kota-kota besar  lain, seperti Surabaya, Bali, sampai Pekanbaru.

Selain karena menu yg banyak, food truck kerap jadi pusat perhatian sebab desain mobil yg unik. Di balik desain yg unik itu ternyata ada jasa karoseri. Kehadiran tren food truck terang saja menjadi peluang menguntungkan bagi perusahaan karoseri mobil.

Salah satu perusahaan yg kecipratan rezeki pembuatan food truck ialah PT  Delimajaya Carrosserie Industry di Bogor, Jawa Barat. Winston Wiyanta, Managing Director PT Delimajaya Carrosserie Industry, mengatakan, perusahaannya mulai menerima orderan pembuatan food truck semenjak 2013.

Namun sebelumnya, pada 2009, karoseri ini pernah mendapat order memproduksi mobil dapur untuk bencana yg datang dari pemerintah. “Konsep mobil dapur ini mirip dgn food truck yg mulai ramai pada 2013,” tutur dia.

Sejak 1976, Delimajaya memang menawarkan perakitan mobil khusus. Dus, ketika ada klien yg datang minta dibuatkan food truck, Winston langsung mengiyakan. Dia sendiri telah akrab dgn konsep food truck sebab sempat mengecap pengalaman tinggal di Amerika Serikat saat kuliah.

Perusahaan lain yg juga menerima order pembuatan food truck ialah PT Sentras Varitama di Sentul, Jawa Barat. Daniel Budiman, pemilik PT Sentras Varitama, menuturkan, perusahaannya berdiri semenjak 1996. Namun, saat itu cukup memproduksi fiberglass untuk keperluan karoseri bus. Pada 2005, Daniel menambah layanan pembuatan truk pendingin yg diberi nama Sentras Box.

Nah, pada 2012, Daniel diminta oleh kliennya yg ingin memulai usaha food truck. “Secara pribadi, saya tertarik dgn konsep food truck makanya saya terima, padahal sebelumnya kami belum pernah buat,” kata Daniel.

Akan tetapi, Daniel bilang, order food truck tak selalu datang tiap bulan. Sepanjang 2014, Daniel cukup membuat empat unit food truck. Sementara sampai April tahun ini, ia telah menerima order untuk membuat enam unit food truck. “Permintaan semakin banyak,” katanya. Selain untuk pengusaha food truck di Jakarta, order itu juga datang dari Bali dan Pekanbaru.

Biaya pembuatan food truck di Sentras Box banyak. Daniel menetapkan tarif mulai Rp 95 juta untuk karoseri, termasuk pemasangan listrik, tangki air bersih dan kotor. Setelah dirakit, food truck siap diisi dgn meja dan rak untuk peralatan dapur. Namun, kalau ingin mobil telah siap dgn berbagai furnitur, seperti meja dan rak, biaya pembuatan dapat mencapai Rp 150 juta. Dengan catatan, sasis dan mesin mobil disediakan oleh klien.

Adapun, margin keuntungan dari pembuatan food truck di Sentras Box sekitar 25% – 30%. Sebagai perbandingan, margin laba dari pembuatan truk pendingin paling besar 25%. “Lebih untung membuat food truck karena memang unik dalam hal pembuatan,” kata Daniel.

Sementara itu, Delimajaya telah membuat 30 unit food truck semenjak 2013. Winston bilang, food truck tak cukup dipesan oleh pengusaha baru. Ada juga restoran yg telah melirik usaha food truck. Misalnya saja, Bakmi GM, Sushi Tei, Bebek Dower, Roti K, Fat Belly, Sabroso Pollo, dan Steak Holycow. “Food truck bukan cukup kendaraan niaga, tapi juga media promosi untuk restoran tersebut,” ujar Winston.

Delimajaya membanderol food truck seharga Rp 225 juta–Rp 325 juta untuk tipe kecil, Rp 400 juta–Rp 550 juta untuk tipe sedang, dan Rp 600 juta–Rp 750 juta untuk tipe besar. Harga tersebut telah termasuk sasis kendaraan.

Tetapi, Delimajaya juga dapat memodifikasi mobil seken milik klien menjadi food truck. Tarif pembuatan ada di kisaran Rp 75 juta–Rp 250 juta, tergantung jenis kendaraan. Harga dan tarif tersebut belum termasuk peralatan dapur yg akan dipasang dalam mobil. “Untuk kitchen equipment, klien cukup menambah biaya kurang dari Rp 75 juta,” cetus dia.

Winston mengatakan, dari pembuatan food truck, Delimajaya dapat meraup margin keuntungan sekitar 15%. Menurut Winston, food truck dapat jadi peluang usaha bagi pemilik karoseri. Semua karoseri seharusnya dapat mengerjakan food truck. “Secara umum prosesnya sama dgn kendaraan lain, tapi karena ada proses masak di dalam mobil, jadi ada beberapa hal yg harus disesuaikan,” ucapnya.

Demikian juga dikatakan oleh Daniel. Proses pembuatan food truck dapat ditangani oleh semua karoseri. Namun nyatanya tak semua karoseri menerima layanan ini. “Alasannya dapat jadi karena membuat food truck lebih ribet dibandingkan karoseri lainnya dan tak banyak pemilik karoseri telah akrab dgn konsep food truck,” kata dia.

Belum jadi andalan

Anda tertarik mencoba peruntungan dalam usaha ini? Baik Winston maupun Daniel sepakat bahwa food truck tak dapat dijadikan mata pencaharian utama bagi usaha karoseri. Food truck cocok jadi layanan tambahan bagi pengusaha yg memang telah memiliki perusahaan karoseri.

Di Delimajaya, orderan food truck cukup menyumbang 10% dari total pemasukan. Winston menjelaskan, 60% usaha Delimajaya mengandalkan perakitan mobil khusus. Dari total 60% itu, ada 10% kontribusi food truck. Akan tetapi, ia optimistis food truck punya potensi besar untuk dikembangkan. Otomatis, perusahaan karoseri pun akan kecipratan rezeki lebih banyak dari perkembangan food truck.

Walaupun, di sisi lain, Winston mengakui, bisnis karoseri sekarang ini sedang lesu sebagai efek dari sektor pertambangan yg merosot dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yg melemah. Namun, dia yakin, food truck dapat jadi solusi bisnis yg lebih menguntungkan dan hemat.

Klien yg tertarik membuat food truck di Delimajaya pertama kali harus menentukan menu yg akan dijual. Ini memengaruhi jenis peralatan dapur yg harus dipasang pada mobil. Berdasarkan ukuran peralatan dan bujet, Delimajaya akan membantu klien memilih sasis kendaraan untuk jadi food truck.

Sejauh ini, ada tiga ukuran sasis yg dapat dipilih di Delimajaya. Untuk ukuran kecil, klien dapat memilih Daihatsu Granmax, Mitsubishi L300, atau Isuzu Bison dgn panjang sekitar 4 meter. Pada ukuran sedang, pilihan sasis ialah Mitsubishi FE 71, Isuzu NHR55, Toyota 110, atau Hino 110 dgn panjang 5 meter–6 meter. Sementara, pilihan untuk ukuran sasis besar ialah Mitsubishi FE84BC, Isuzu NKR71, Toyota 130, atau Hino 130 dgn panjang mencapai delapan meter.

Selanjutnya, klien memilih desain karoseri food truck yg diperlukan. Delimajaya menerima desain standar dan berdasar orderan konsumen (customized). Lama pengerjaan food truck ada pada kisaran 60 hari–90 hari. “Semakin unik desain yg diinginkan, pengerjaan semakin lama,” ujar Winston.

Untuk konsep desain food truck, Winston pasti melibatkan pemilik food truck. Pasalnya, desain sangat berkaitan dgn menu dan peralatan dapur yg akan digunakan, termasuk branding kendaraan, seperti full cutting sticker untuk jadi daya tarik.

Ada beberapa perbedaan antara karoseri food truck dgn mobil lainnya, terutama pada desain bodi luar dan dalam, serta instalasi elektrikal dan gas. Menurut Winston, hal ini butuh desain khusus. Misalnya penataan peralatan harus tepat sehingga memudahkan koki bekerja dalam mobil. Pengerjaannya pun harus diteliti agar tak menimbulkan risiko berbahaya.

Dari desain eksterior, Delimajaya  menyesuaikan ukuran dgn fungsi dan operasional food truck. Contohnya, pintu yg dibuka dapat digunakan untuk kasir menerima order dan displai produk melalui kulkas yg transparan. Sementara itu, desain interior disesuaikan dgn penggunaan peralatan dapur yg dibutuhkan, seperti deep fryer, burner, freezer, chiller, dan lain-lain.

Winston menyebutkan, food truck yg dibangun Delimajaya didesain secara detail sehingga dapat memaksimalkan fungsi dan operasional. Spesifikasi karoseri dilengkapi dgn insulasi body dan exhaust system untuk mencegah panas saat dapur berjalan alias menjaga mobil tetap adem.

Daniel juga mengatakan, dalam membuat food truck, dua hal utama yg harus diperhatikan ialah sasis yg digunakan serta menu yg dijual. Keduanya sangat memengaruhi desain dan penataan peralatan.

 

Bahan bikin adem

Food truck merupakan jenis karoseri mobil khusus yg membutuhkan detail dan desain khusus. Dus, belum tentu semua karoseri dapat membuat food truck. Sementara, dari sisi bahan baku pembuatan, menurut para pemilik karoseri, tak ada perbedaan signifikan antara food truck dgn karoseri jenis kendaraan  lainnya.

Berbeda dgn karoseri lain, pemilik Sentras Box Daniel Budiman menggunakan panel sandwich sebagai material alias bahan baku. Panel sandwich terdiri dari dua lapis fiberglass sebagai dinding mobil bagian dalam dan luar. Sebagai isi lapisan, ia menggunakan extruded polystyrene. Bahan ini mirip dgn styrofoam yg kita kenal sehari-hari.

Menurut Daniel, panel sandwich membuat kendaraan lebih ringan 20% dibandingkan dgn menggunakan bahan stainless steel. Dus, penggunaan bahan bakar minyak pun lebih sedikit karena beban sasis tak berat.

Kelebihan lainnya ialah bahan yg digunakan telah food grade, jadi cocok untuk usaha food truck. Panel sandwich juga tak menyimpan panas. “Jadi klien bilang, food truck buatan saya adem. Ini penting karena proses masak pasti bikin koki gerah dalam mobil,” tutur dia.

Dengan demikian, proses pembuatan food truck berbeda dgn karoseri lain. Daniel tak harus membuat rangka dari besi. Proses pengerjaan tak terlalu lama sekitar empat minggu sampai enam minggu. “Semua dinding serta lantainya menggunakan bahan panel sandwich tersebut,” ujar dia.

Daniel mengatakan, hampir semua bahan baku untuk membuat food truck harus diimpor, terutama panel sandwich. Belanja bahan baku ini menghabiskan 60% dari total pengeluaran pembuatan food truck. Sisanya untuk membayar gaji karyawan dan biaya operasional karoseri.

Sementara, Delimajaya Carrosserie Industry menggunakan bahan-bahan seperti pelat galvanil untuk panel bodi dan border alumunium untuk lantai food truck. Winston Wiyanta, Managing Director PT Delimajaya Carrosserie Industry, menuturkan, pengeluaran untuk membuat food truck terdiri dari 75% pembelian bahan baku dan 25% untuk membayar upah tenaga kerja.      

 

Search terms:

jual food truck bekas, harga sewa food truck, harga food truck bekas, jual mobil food truck second, sewa food truck jakarta, sewa food truck, jual beli food truck, contoh proposal food truck, proposal usaha food truck, jual food truck,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.