Cara OJK tenangkan pasar soal pertumbuhan ekonomi

Monday, March 5th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi yg terjadi pada triwulan T-2015 ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad menungkapkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi yg terjadi sepanjang tiga bulan pertama 2015 ini, tak mencerminkan kondisi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.

Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2015 dapat membaik. Oleh karena itu, kata Muliaman, industri perbankan nasional belum melakukan revisi kinerja keuangan pasca pengumuman perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,71% sepanjang kuartal T-2015 ini.

“Belum ada revisi termasuk revisi pertumbuhan kredit. Kami berharap pertengahan tahun ini akan rebound,” kata Muliaman di Jakarta, Selasa (5/4).

Dalam kesempatan yg sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon bilang, OJK masih optimis kinerja industri perbankan Tanah Air masih akan dapat membaik pada semester II mendatang. Hal ini sebab perbankan mulai menggenjot pertumbuhan penyaluran kredit di kuartal III dan kuartal IV setiap tahunnya.

“Berdasarkan pengalaman, biasanya perbankan lebih memacu kredit di awal cukup lambat dan pada kuartal III dan kuartal IV, mulai naik,” jelas Nelson.

Nelson bilang, wasit lembaga keuangan ini belum revisi guideline industri perbankan tahun ini sebab masih berharap adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kredit. Hal ini dilakukan agar dapat men-cover perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kredit di sepanjang kuartal T.

“Sekarang belum waktunya minta bank untuk merevisi. Kami telah bertanya kepada bank-bank besar, mereka bilang masih optimis, jadi belum ada niat revisi rencana bisnis dan masih optimis pertumbuhan kredit di level 15%-17%,” katanya.

Lebih lanjut Nelson mengungkapkan, banyak faktor pendorong pertumbuhan ekonomi semester II mendatang. Dari sisi pendanaan, OJK gencar mempromosikan pasar modal serta pengembangan perusahaan modal ventura. Dengan begitu, diharapkan ekspor bisa meningkat.

Nelson menambahkan, langkah penurunan kembang kredit yg dilakukan oleh perbankan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau penurunan suku kembang kredit, pasti otomatis ada daya dorong untuk naik. Bank-bank telah mulai menurunkan suku kembang deposito. Langkah berikutnya biaya anggaran turun sehingga dapat diiringi penurunan kembang kredit,” ujar Nelson.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.