Menjahit laba dari jualan baju muslim khas India

Wednesday, October 28th 2015. | Peluang Usaha

Bicara soal fesyen memang tak ada habisnya. Setiap saat selalu saja ada tren baru yg muncul di dunia fesyen. Biasanya tren itu tak jauh-jauh dari model dan motif yg lagi digemari. Nah, di Indonesia kini sedang tren pakaian India. Munculnya tren ini tak lepas dari menjamurnya tayangan film-film India di Indonesia.

Munculnya tren ini mendorong banyak orang untuk menjual baju khas India. Salah satu pemainnya adalah Diana. Perempuan 24 tahun ini telah satu tahun ini berjualan pakaian khas India di wilayah Dubai Street, Thamrin City. “Tren pakaian india ini tak terlepas dari film-film India. Biasanya pengunjung banyak mencari pakaian yg sering dipakai sama para pemeran film India di televisi,” katanya kepada KONTAN.

Ia fokus menjual pakaian muslim corak India. Menurut Diana, pakaian India dimianti karena memiliki warna-warna cerah tapi kesannya tetap elegan. Ditambah lagi banyak border, payet, dan sulaman, sehingga menjadikan pakaian ini terlihat menarik.

Pakaian ini juga identik dgn berbagai macam motif-motif dan hiasan-hiasan bernuansa India. Kesannya yg mewah, membuat pakaian ini biasa dipakai untuk momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri atau ke pesta. Bahan baku pakaian ini pun banyak memakai kain sutera, beludru, sampai katun.

Sejak muncul tren pakaian India, ia mengatakan keuntungan yg didapatnya meningkat. Apalagi saat bulan Ramadan dan Lebaran. Dalam sebulan, ia dapat menjual minimal 20 potong lebih pakaian muslim India, dgn keuntungan sebesar  Rp 30 juta per bulan.

Toko ini menjual berbagai jenis pakaian muslim India, mulai dari kaftan, anarkali, slim feet, tunik, dan dress. Semua pakaian ini berjenis long dress. Pakaian muslim India ini dibanderol mulai Rp 500.000 sampai Rp 1,8 juta per pakaian.

Diana mengatakan, pakaian tersebut langsung didatangkan dari Bombay, India. Konsumen pakaian India ini banyak, mulai dari anak muda sampai ibu-ibu. Biasanya untuk kalangan ibu-ibu banyak yg mencari pakaian berjenis kaftan.

Sedangkan anak muda biasanya memilih pakaian jenis dress, anarkali, dan slim fit. “Yang paling laris sekarang ini adalah anarkali,” ujarnya.

Pemain lainnya adalah Irfan. Pria keturunan india ini telah lama berbisnis pakaian India. Awalnya ia berjualan di India, dan semenjak satu tahun lalu ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia.

Lewat brand Rawaj, ia menjual berbagai macam pakaian, sepatu, sampai aksesoris khas India. Ia mengatakan, penjualannya meningkat seiring dgn pakaian India yg sekarang ini banyak dipamerkan di stasiun televisi. “Pakaian India sekarang telah sering masuk televisi, jadi telah terkenal,” tuturnya.

Pakaian di tokonya dihargai mulai Rp 250.000 sampai Rp 1,5 juta. Dalam sebulan ia dapat menjual 100 potong  dgn keuntungan Rp 50 juta per bulan.

Search terms:

toko baju india di pasar baru bandung, toko baju india,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.