Ini jurus Bank BJB genjot kredit mikro

Monday, February 12th 2018. | Keuangan

BANDUNG. PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (Bank BJB) akan menggenjot penyaluran kredit mikro melalui program linkage dgn Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat.

“BPR memiliki potensi jaringan yg cukup mengakar di masyarakat, kita genjot penyaluran dan optimalisasi linkage kredit mikro melalui BPR,” kata Direktur Mikro Bank BJB Agus Gunawan di Bandung, Kemarin.

Ia menyebutkan, di Jabar terdapat 33 BPR milik Pemprov Jabar dan kabupaten/kota di provinsi itu. Dua BPR diantaranya telah diakuisisi menjadi anak perusahaan Bank BJB, termasuk Bank BJB Syariah.

Sedangkan 31 BPR lainnya tersebar di kabupaten/kota, dan mereka memiliki jaringan kantor unit yg tersebar dan telah memiliki nasabah tradisional dgn pasar BPR yg khas.

“Langkah pertama melakukan pembenahan manajemen BPR itu, kerja sama manajemen. Rencananya SDM Bank BJB akan ditempatkan untuk memperkuat manajemen BPR,” kata Agus Gunawan.

Dengan adanya penempatan SDM Bank BJB di BPR yg akan menjadi mitra kerja sama penyaluran kredit linkage itu diharapkan juga akan meningkatkan kesehatan dan ketangguhan manajemen.

“Selain membenahi SDM dan manajemen, juga akan diperkuat infrastruktur IT untuk layanan online,” katanya.

Lebih lanjut Agus Gunawan menyebutkan, sekarang ini Bank BJB tengah melakukan pembenahan sektor kredit mikro, termasuk pula mematangkan dan memperkuat peta pasar mikro di Jabar dan Banten.

“Penyaluran kredit mikro Bank BJB sekarang ini sekitar Rp4 triliun, memang ada penurunan, namun itu disebabkan kita tengah melajukan pembenahan, termasuk di Warung BJB. Dalam berberapa bulan ke depan kita siap menggenjot lagi,” kata Agus Gunawan.

Sementara itu Direktur Bank BJB Achmad Irfan menyebutkan kinerja Bank BJB pada triwulan pertama 2015 membukukan laba bersih Rp388 miliar atau meningkat 18,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi aset pada triwulan T tercatat Rp87,6 triliun atau meningkat 11% dibanding periode sama tahun 2014. Sedangkan penghimpunan anggaran pihak ketiga mencapai Rp71,4 triliun atau meningkat Rp16,1 triliun.

Pertumbuhan juga di sektor penyaluran kredit yg mencapai 9,5% dgn total kredit senilai Rp49,9 triliun. Menurut Irfan pertumbuhan itu sejalan dgn pertumbuhan kredit perbankan nasional.

“Untuk peningkatan kredit salah satunya didukung oleh pertumbuhan kredit konsumer yg tumbuh sebesar Rp3,7 triliun,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad Irfan menambahkan aktivitas bisnis itu didukug kecukupan modal serta keberhasilan menyeimbangkan rasio kredit terhadap anggaran pihak ketiga yg tercermin dari stabilnya rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 15,6% serta LDR mencapai 74,6%.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.