Agustus, RUU Perbankan dan BI ditargetkan rampung

Sunday, February 11th 2018. | Keuangan

MATARAM. Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar mengatakan pihaknya menargetkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perbankan dan Bank Indonesia rampung Agustus atau sebelum pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir Desember 2015.

“Sejauh ini, Komisi XI masih solid dalam mengawal kepentingan nasional yg lebih besar. Kami berharap pembahasan RUU Perbankan dan BI tersebut rampung pada bulan Agustus 2015,” kata Willgo Zainar di Mataram, Sabtu (2/4).

Salah satu perdebatan yg relatif cukup menarik di dalam pembahasan RUU tersebut, kata dia, adalah terkait dgn batasan tentang kepemilikan saham asing dan kantor cabang bank asing.

Pihaknya menginginkan penyertaan modal asing tak boleh mayoritas, idealnya kurang dari 50%. Selain itu, kantor cabang bank asing harus berbadan hukum Indonesia dan kantor cabang di tingkat provinsi saja.

“Jangan cukup Indonesia saja memberikan kemudahan kepada mereka membuka kantor cabang, sementara mereka persulit. Ini tak Adil. Kalau hubungan tak adil, rentan untuk tak dapat diberlakukan kesepakatan MEA yg telah dibangun. Bisa jadi bubar kalau satu pihak untung dan merugikan pihak lain,” ujarnya.

Komisi XI, kata dia, tak ingin Indonseia dijadikan pasar oleh anggota MEA, baik itu pasar keuangan, barang, maupun jasanya. Oleh sebab itu, pihaknya harus perkuat peraturan dan perundang-undangannya sebelum MEA itu berlaku akhir Desember 2015.

“Kami juga berharap semua anggota MEA meberlakukan hal yg sama di negaranya terhadap aturan itu,” kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Secara sederhana, menurut Willgo, MEA adalah liberalisasi arus modal, barang dan jasa dari dan untuk negara-negara Asia.

Pada posisi Indonesia sekarang ini, lanjut dia, secara jujur harus diakui bahwa Indonesia belum siap untuk berkompetisi di dalam negeri sendiri dgn negara asing yg akan masuk, baik itu dari sisi modal, barang, maupun jasanya.

“Apalagi, untuk berkompetisi di negara asing anggota MEA, terasa berat,” ucap Ketua DPD Partai Gerindra NTB, ini.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.