Perbanas: Wajar DPK lebih tinggi dari kredit

Thursday, February 8th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Pertumbuhan anggaran pihak ketiga (DPK) bank umum lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit di akhir kuartal T 2015. Menurut Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), fenomena tersebut wajar di tengah kondisi ekonomi yg melambat.

Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas mengatakan, perlambatan ekonomi Indonesia memang telah terjadi semenjak tahun lalu. Kondisi ini membuat laju pertumbuhan kredit industri perbankan tak dapat begitu tinggi. “Ini wajar karena pertumbuhan kredit perbankan pasti akan mengikuti kondisi market,” kata Sigit di Jakarta, Kamis (30/4).

Mengenai fenomena pertumbuhan DPK bank umum yg lebih tinggi dari pertumbuhan kreditnya, Sigit menganggap hal yg lumrah. Sebab di tengah situasi ekonomi melambat, pelaku usaha akan menaruh dananya tak dalam kegiatan usaha, melainkan menyimpannya di bank.

“Jadi dapat saja anggaran yg semula untuk investasi, untuk sementara disimpan dulu di bank,” ujar Sigit.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2015, jumlah kredit yg disalurkan Bank Umum mencapai Rp 3.519,86 triliun atau tumbuh cukup 12,61% yoy dibanding Februari 2014 yg mencapai Rp 3.143,46 triliun.

Sementara DPK yg dihimpun Bank Umum mencapai Rp 3.988,28 triliun atau tumbuh 15,11% yoy dibanding Februari 2014 yg mencapai Rp 3.464,66 triliun.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.