Pertumbuhan semua kredit BCA di kuartal I rendah

Saturday, August 20th 2016. | Keuangan

JAKARTA. Pertumbuhan kredit Bank Central Asia (BCA) di kuartal T 2015 sungguh rendah, dibawah 10% secara year on year (yoy). Rendahnya pertumbuhan tersebut bahkan terjadi di semua jenis kredit yg disalurkan oleh bank yg terafiliasi dgn Grup Djarum tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan BCA di kuartal T 2015, secara keseluruhan kredit yg disalurkan mencapai Rp 335,6 triliun atau tumbuh 5,8% yoy. Dari jumlah tersebut, porsi kredit korporasi sebesar 32,5% dari total portofolio. “Sementara kredit konsumer dan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 40,1% dan kredit konsumer sebesar 27,4% dari total kredit,” kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA di Jakarta, Rabu (29/4).

Adapun pertumbuhan kredit korporasi di kuartal T 2015 mencapai 2,9% yoy menjadi Rp 109,2 triliun. “Rendahnya pertumbuhan kredit korporasi ini disebabkan banyak terjadi pelunasan kredit korporasi sepanjang triwulan T 2015,” ujar Jahja.

Sementara kredit komersial dan UKM tumbuh 8,3% secara yoy menjadi Rp 134,4 triliun. Selain itu, kredit konsumer BCA juga cukup tumbuh 5,6% secara yoy menjadi Rp 92,0 triliun.

Jahja beranggapan bahwa realisasi pertumbuhan semua jenis kredit BCA yg rendah dibawah target arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 15% – 17% secara yoy adalah sesuatu yg wajar. Sebab semenjak tahun lalu sampai awal tahun ini, ekonomi Indonesia dalam kondisi melambat. “Di tengah gairah produksi dunia usaha yg rendah dan daya beli masyarakat yg menurun, tentu kita memilih untuk mengikuti arus,” pungkas Jahja.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.