Februari 2015, pembiayaan bank syariah naik 8,67%

Monday, January 15th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS) sampai dgn Februari 2015 tumbuh 8,67% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut dinilai masih relatif minim, disebabkan industri perbankan syariah sekarang ini sangat berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

“Kondisi ini tak lepas dari tingkat rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Finance (NPF) perbankan syariah yg masih tinggi,” kata Rizqullah, pengamat perbankan syariah saat dihubungi KONTAN, Senin (27/4).

Oleh sebab itu, Rizqullah memprediksi pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah di tahun ini tak akan beda jauh dgn tahun lalu. Sebab mayoritas perbankan syariah sekarang ini fokus melakukan konsolidasi dalam hal pembiayaan sehingga tak akan menggenjot pertumbuhan terlalu tinggi.

“Prediksi saya, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sampai akhir tahun ini berkisar 10% – 15% secara yoy,” pungkas mantan Bendahara Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2015, jumlah pembiayaan yg disalurkan BUS maupun UUS di akhir Februari 2015 mencapai Rp 197,54 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan cukup sebesar 8,67% dibanding akhir Februari 2014 yg mencapai Rp 181,77 triliun.

Sayangnya, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah yg lambat juga diikuti peningkatan NPF. Tingkat NPF BUS maupun UUS meningkat dari 3,53% di akhir Februari 2014 menjadi 5,10% di akhir Februari 2015.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.