Bank pesimis dengan kinerja margin bunga tahun ini

Tuesday, January 9th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yg melambat, membuat kinerja perbankan melempem. Industri perbankan bahkan pesimis bakal memperoleh margin cemerlang. Mereka memproyeksikan margin kembang bersih atau net interest margin (NIM) tipis pada tahun kambing kayu ini.

Direktur Keuangan Bank Internasional Indonesia (BII) Thilagavathy Nadason mengatakan, pihaknya akan menjaga rasio margin minimal sama dgn realisasi NIM pada akhir tahun lalu. “Volume kredit tak akan insentif, kami harapkan akan perbaikan sehingga bisa mengejar pada kuartal II/2015,” katanya, akhir pekan.

BII mencatat rasio NIM sebesar 4,29% per Desember 2014. Thila bilang, pihaknya membidik pertumbuhan kredit sebesar 15% dgn menyasar penyaluran kredit ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yg diproyeksi tumbuh 16% untuk mengincar margin. BII juga akan membidik pertumbuhan kredit konsumsi, terutama di perumahan.

Direktur Keuangan Ban Negara Indonesia (BNI) Rico Budidarmo menambahkan, pihaknya akan menjaga rasio NIM di level 6,0%-6,1% pada akhir tahun 2015, dari realiasi perolehan NIM sebesar 6,5% per kuartal T/2015. “Rasio margin masih akan naik, meskipun ada kenaikan biaya anggaran (cost of fund) sebesar 0,4%,” ucapnya.

Rasio margin tak bisa lari kencang karena perbankan sulit menggenjot pertumbuhan kredit akibat perlambatan ekonomi, terlebih bank akan menghitung dua kali menaikkan suku kembang kredit karena berisiko kenaikan kredit macet. Roy A. Arfandy, Presiden Direktur Bank Permata, mengatakan, jika kredit tumbuh sesuai target maka margin akan tercapai.

“Sasaran rasio margin lebih tinggi dari realisasi tahun lalu,” katanya. Caranya adalah mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 10% pada tahun ini dgn menggapai penyaluran kredit ke UKM. Permata mencatat perolehan NIM sebesar 3,63% per Desember 2014, dibandingkan posisi 4,22% per Desember 2013.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI), perbankan membukukan penurunan rasio NIM minus 0,12% menjadi 4,06% per Februari 2015, dibandingkan posisi Rp 4,18% per Februari 2014.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.