Bank Mandiri harap rights issue Rp 20 T di 2018

Saturday, January 6th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Bank Mandiri kembali berharap mendapat suntikan modal dari pemerintah, khususnya melalui skema rights issue. Kali ini, bank dgn sandi saham BMRI berencana merealisasikan rencana itu pada 2018 mendatang dgn target anggaran Rp 20 triliun.

Langkah itu, kata Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri, sejalan dgn keperluan ekspansi yg setiap tahunnya bakal menggerus rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Mandiri. “Yang jelas, pemerintah harus turut mengeksekusi haknya agar tak terdilusi,” jelas Budi, Jumat (24/4).

Budi berharap, setidaknya pemerintah dapat menganggarkan anggaran Rp 12 triliun sebagai bagian dari rencana tersebut. Sasaran tersebut pun jauh lebih tinggi dari rights issue yg pernah dilakukan Bank Mandiri di 2011 dgn perolehan anggaran Rp 11 triliun.

Meski begitu, Budi menyerahkan rencana tersebut sepenuhnya kepada pemerintah yg sekaligus pemegang saham pengendali Bank Mandiri. “Jika pemerintah tak suntik atau anggarannya tak ada, ya tak jadi. Yang jelas, rasio modal kami sekarang ini masih baik,” ucap Budi.

Sejatinya, Bank Mandiri bakal melakukan rencana serupa di tahun ini. Sayang, rencana aksi yg merupakan bagian dari Penyertaan Modal Negara (PMN) pada RAPBN tahun ini tak disetujui DPR, karena lebih memprioritaskan PMN untuk sektor infrastruktur, pangan dan Kredit Usaha Rakyat.

Saat itu, Bank Mandiri ditargetkan bakal meraup anggaran Rp 9 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah bakal mengeksekusi haknya senilai Rp 5,6 triliun untuk mempertahankan kepemilikannya di Bank Mandiri.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.