Menggigit untung legit usaha Siomay Addict

Thursday, December 28th 2017. | Peluang Usaha

BEKASI. Pecinta kuliner olahan ikan pasti telah akrab dgn siomay. Menu olahan ikan yg dicampur dgn tepung kanji ini diminati mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak heran, gerai usaha siomay terus bertambah dari waktu ke waktu. .

Seperti Siomay Addict asal Bekasi, Jawa Barat. Usaha besutan dua bersaudara Andy Putra dan Tommy Putra ini baru dijalankan semenjak September 2014. Saat ini mereka telah mempunyai dua gerai pribadi yg berada di Bekasi dan Jakarta. Tidak berselang lama, di awal 2015 mereka mulai membuka peluang kemitraan usaha.

Hingga kini baru ada satu mitra di Jakarta yg bergabung. Jika tertarik menjadi mitra usaha, Siomay Addict menawarkan kemitraan dgn investasi Rp 50 juta. Dengan modal tersebut, mitra mendapatkan booth alumunium, perlengkapan memasak, perlengkapan promosi, produk awal sebanyak 100 buah dan perlengkapan tambahan lainnya.

Sehingga, mitra tinggal menyiapkan tempat dgn luas sekitar 2 m x 2 m. Jumlah karyawan yg dibutuhkan cukup sekitar dua orang karyawan. Untuk menjaga kualitas dan standardisasi produk, Andy mewajibkan semua mitra mengambil semua produk utama dari pusat.
Tidak ada biaya royalti
   Siomay Addict menjual delapan jenis siomay seperti siomay, tahu, kentang, dan pare. Andy bilang, produknya dibuat dgn bahan baku berkualitas dan dgn komposisi ikan lebih banyak daripada tepung, sehingga hasilnya lebih kenyal dan lebih gurih. “Kita menjual produk yg kita masak pagi hari sehingga, semuanya masih segar,” katanya.

Andy bilang, Siomay Addict membidik konsumen kelas menengah ke atas. Itu sebabnya harga jualnya lumayan mahal sekitar Rp 7.000 per buah. Dalam sehari, mitra dipatok bisa menjual sekitar 150 buah sampai 200 buah siomay. Bila dihitung, dalam sehari, target keuntungan sekitar Rp 1,4 juta. Jadi total penjualan mitra mencapai Rp 42 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, keuntungan bersih yg didapatkan mitra sekitar 30% dari keuntungan tiap bulan. Sehingga diprediksi dalam waktu kurang dari setahun mitra telah dapat balik modal. “Dengan catatan mitra mempunyai lokasi jualan yg strategis dan sesuai dgn segmen konsumen yg disasar,” kata Andy.

Sepanjang tahun 2015 ini, Andy menargetkan dapat menerima satu atau dua mitra baru. Bila tak ada halangan mereka juga akan membuka dua cabang baru yg berada di sekitar Jakarta.

Konsultan Bisnis dari Proverb Consulting, Erwin Halim mengatakan, usaha siomay termasuk usaha kuliner yg mudah dijalani sehingga tak terlalu banyak kendala yg dihadapi. Untuk bisa bertahan, si pemilik usaha baiknya membuat varian produk agar tampil beda dan banyak pilihan.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.