Ini Dia Trik UKM Hadapi MEA 2015

Tuesday, December 26th 2017. | Peluang Usaha


IndonesiaBisnis.net―Akhir 2015 ini, seluruh negara di wilayah ASEAN akan menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA 2015 berawal dari kesepakatan pimpinan di ASEAN di Konferensi Tingkat Tinggi pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu, lahir kesepatan dgn tujuan meningkatkan daya saing ASEAN dan bisa menyaingi India juga Tiongkok, dalam usaha menarik investasi asing.

Selanjutnya, di KTT di Bali pada Oktober 2003, pemimpin ASEAN mendeklarasikan pembentukan MEA 2015. Tujuan MEA 2015 adalah meningkatkan stabilitas ekonomi di wilayah ASEAN, agar mampu mengatasi segala masalah perekonomian antarnegara ASEAN.

Pemberlakuan MEA 2015 menciptakan dampak, antara lain aliran bebas produk di negara-negara ASEAN, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus tenaga kerja terampil, dan arus bebas modal. Banyak hal yg harus dipersiapkan Indonesia menghadapi MEA 2015/, antara lain langkah strategis di sektor tenaga kerja, infrastruktur, dan industri.

Dengan diberlakukannya MEA, para pengusaha, termasuk pengusaha kecil dan menengah dapat mengekspor produknya antarnegara ASEAN. Itu berarti, pelaku UKM harus menyiapkan diri menghadapi MEA 2015. Para pelaku UKM banyak yg belum paham soal perang pasar global ini. Jika tahu, mereka cenderung paranoid untuk menghadapinya. IndonesiaBisnis.net merangkum beberapa tips UKM untuk menghadapi MEA 2015. Apa saja itu?

Inovasi dan kreatif

Pertama, para pelaku UKM harus menciptakan produk dan pemasaran yg berbeda, dgn cara inovasi dan daya kreatif mereka. Ketika gong MEA 2015 resmi diberlakukan pelaku UKM mau tak mau menghadapi persaingan ketat dgn segala produk dari negara-negara ASEAN lainnya. Inovasi dan kreatifitas dilakukan untuk mengantisipasi dan proteksi supaya tak terjadi pemasaran dan produksi yg terus menerus.

Wawasan untuk pelaku UKM

Pemerintah perlu memberi wawasan dan pengetahuan kepada pelaku UKM tentang bisnis untuk menghadapi MEA 2015. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui pameran dan seminar. Tujuannya, pelaku UKM bisa menggerakan bisnisnya sendiri dgn baik dan benar. Selain itu, pelaku UKM perlu turut pelatihan kewirausahaan, dan bertukar pikiran sesama pengusaha.

Mitra bisnis

Relasi itu penting. Membangun kemitraan dgn para pengusaha nasional dan pelaku UKM perlu untuk memecahkan masalah soal UKM bersama-sama. Selain itu, membangun kekuatan bersama para pengusaha nasional juga dapat memecahkan masalah permodalan, pemberdayaan, dan pasar.

Sosialisasi

Sosialisasi di berbagai media, baik media cetak, elektronik, dan online, dapat membuat produk UKM menjadi makin dikenal masyarakat. Promosi ini diperlukan untuk menambah populernya produk UKM, tak cukup di pasar nasional tapi juga internasional.

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga, juga membeberkan empat trik UKM menghadapi MEA 2015 saat melakukan rapat kerja di Komisi VI Gedung DPR, Jakarta, pada April 2015 lalu. Pertama, meningkatkan sentral atau klaster untuk mengembangkan produk unggulan daerah lewat pendektana on village one product.

Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kewirausahaan. Ketiga, meningkatkan kualitas dan standarisasi produk UKM lewat kerja sama Kementerian Hukum dan HAM serta Badan Standarisasi Nasional. Keempat, mempersiapkan skema pembiayaan dgn kembang murah lewat

Keempat, lanjutnya, menyiapkan skema pembiayaan dgn kembang murah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk pembiayaan UKM. Pelaku UKM tak perlu lagi takut menghadapi pasar bebas MEA 2015, saat mereka mempraktikkan beberapa hal tadi. UKM kita pasti dapat bersaing dgn UKM-UKM yg ada di negara ASEAN dalam MEA 2015 nanti

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.