Industri dana pensiun bakal tumbuh negatif

Monday, December 11th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Industri anggaran pensiun swasta meramal  pertumbuhan anggaran kelolaan pada tahun ini bakal negatif. Ramalan ini akan menjadi kenaytaan jika program wajib jaminan pensiun yg diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tetap berlaku pada 1 Juli 2015 mendatang dgn besaran iuran sebesar 8%.

Nur Hasan Kurniawan, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mengatakan, pelaku usaha anggaran pensiun swasta berhasil membukukan pertumbuhan anggaran kelolaan rata-rata 20% dalam lima tahun terakhir. Tahun ini, pertumbuhan anggaran kelolaan diperkirakan dapat mencapai 20%. Namun, penerapan program jaminan pensiun dgn besaran iuran sebesar 8% pada semester kedua tahun ini akan menekan pertumbuhan anggaran pensiun swasta. “Dengan adanya jaminan pensiun, kami memperkirakan pertumbuhan dapat minus,” ujar Nur, Senin (20/4).

Nur tak memerinci seberapa besar tekanan terhadap pertumbuhan anggaran kelolaan anggaran pensiun swasta. Namun, sekarang ini, Nur mengklaim, tak sedikit peserta perusahaan di DPLK menyatakan untuk menghentikan kepesertaannya sebab beban kesejahteraan yg tinggi.

Malah, beberapa pemain anggaran pensiun pemberi kerja berencana membubarkan diri jika jaminan pension oleh BPJS Ketenagakerjaan diterapkan. . “Sudah ada beberapa anggota yg menyatakan demikian,” kata  Suheri, Pelaksana Tugas Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).

Sebagai gambaran, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan aset industri pensiun sampai Februari 2015 cenderung melambat.  Aset industri anggaran pensiun per Februari 2015 tercatat sebesar Rp 193,26 triliun atau cukup naik 3% ketimbang akhir tahun lalu yg sekitar Rp 187,51 triliun.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.