Kisah Bisnis Sampingan Seorang Pedagang Angkringan

Sunday, February 25th 2018. | Peluang Bisnis
Siang itu udara panas menyengat dan angin sepoi terasa disebuah wilayah wisata candi disalah satu peninggalan bersejarah di Yogyakarta. Saya mulai memberikan tekanan gas yg lebih di motor matic supaya cepat sampai ke suatu tempat di wilayah sekitar Candi tersebut. Dari jauh telah terlihat beberapa motor diparkir di pinggir jalan disamping sebuah warung tenda, dalam pikiran saya, wah sepertinya agak ramai tempatnya. Begitu sampai ditempat itu memang ternyata ada beberapa orang yg telah ada disitu mereka makan dan minum sambil ngobrol ngalor ngidul di sebuah warung angkringan yg jadwal bukanya cukup pagi sampai sore sekitar pukul 17:00 an saja.
Sapa ramah pedagang angkringan telah tak asing ditelinga saya, seperti hari-hari biasanya pasti langsung ditanya “minum apa mas?” Hehe.. Sudah hafal soalnya kadang seminggu dapat 2-3 kali saya mampir ke angkringan ini. Setelah memesan minuman, dimulailah obrolan ringan dgn topik apa saja campur aduk alias gado-gado tak terkecuali diskusi soal bisnis sampingan yg ditekuni oleh masnya pedagang angkringan ini. Dari obrolan itu ada dua jenis usaha sampingan yg dia jalani, yg pertama menjadi reseller telur puyuh dan yg kedua adalah menjadi penjual ayam jago.
Lagi asik-asiknya ngobrol eh lha kok es teh saya habis, tanpa sadar karena diskusi soal peluang usaha ini makin lama makin asik saja, mulai dari bagaimana dia mengambil produk telur puyuhnya, berapa harga yg ada saat itu dan yg sedang heboh dipasaran, bagaimana suka duka dia ketika mengantar satu keranjang motor telur puyuh dan menyrempet pengendara sepeda motor lannya di derah jalan padat di Kota Baru Yogyakarta. Tidak asik jika ngobrol tapi minuman saya habis, dan akhirnya saya pesan satu gelas es teh lagi. Pada intinya dia sebagai reseller dia harus dapat mencari pembuat/penghasil ternak telur puyuh langsung dari tangan pertama, karena jika dijual dipasaran keuntungan dapat mencapai 6000-8000 rupiah sendiri setiap box nya (kalo tak salah 1 box adalah 100 biji), dia mulai memasarkan ke pasar-pasar di daerah sekitar, sambil memantau harga kompetitor, karena ganti hari dapat saja harga naik turun tanpa diduga cetus dia.
Selain itu disela-sela kesibukan berdagang angkringan dan juga berjualan telur puyuh, dia juga memiliki bisnis usaha lainnya yaitu pedagang ayam jago. Biasanya dia tahu jadwal pasar hewan yg ada di daerah Jogja, sehingga setiap pasar itu ada (cukup hari tertentu saja) dia langsung hunting dan memilih bibit ayam terbaik, lalu dia jual lagi dirumah. Usut punya usut ternyata untungnya malah lumayan dapat mencapai kisaran 50%-75% dari harga dia beli. Ketika jualan ayamnya lancar, dan referensi dari pembeli ke pembeli lainnya mulai banyak, maka ketika pedagang angkringan ini memiliki ayam jago yg baru, kadang tak butuh waktu sehari ayam jagonya telah dibeli oleh orang lain dgn harga ciamik pastinya.
Dari cerita tersebut yg ingin saya sampaikan dalah bawha bisnis sampingan dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja selagi kita leib kreatif dan mampu melihat peluang usaha yg ada di sekeliling kita. Semoga kita dapat mengambil sedikit manfaat dari sedikit cuplikan kisah seorang pedagang angkringn yg mencoba menambah penghasilan dia dgn berjualan telur puyuh dan ayam jago.
Terima Kasih

Artikel Lainnya:

tags: ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.