Sepekan Peluang Usaha: Dari mi ayam hingga Nurana

Friday, January 19th 2018. | Peluang Usaha

Aduh, pagi-pagi seperti ini enaknya makan apa ya? Kalau bosan makan nasi, bagaimana kalau kita makan mi ayam saja. Nah, tuh ada Mie Ayam Grobakan dan Mie Kota Batavia. Biarpun cuma mi, dijamin bakal bikin kenyang dan mulut bakal pengin melahap terus. Pendeknya, tuh mulut seperti enggak kepengin kehilangan rasanya yg lezat.

Yuk, kita sikat Mie Ayam Grobakan. Usaha bakmi asal Depok, Jawa Barat ini berdiri semenjak tahun 2010. Ketika KONTAN mengulas usaha ini Juli 2013, jumlah gerainya telah ada sebanyak 197 gerai yg tersebar di Jabodetabek, Medan, Pekanbaru, Palangkaraya, Semarang, dan Yogyakarta. Selang dua tahun, perkembangan usaha Mie Ayam Grobakan tetap positif. Saat ini gerainya bertambah menjadi 281 gerai. Dari jumlah tersebut milik induk usaha cukup ada satu gerai di Depok.

Seiring perjalanan waktu,  ada perubahan nilai investasi kemitraannya. Salah satunya,  nilai investasi meningkat dari sebelumnya sebesar Rp 5 juta menjadi Rp 8,5 juta. Dengan nilai investasi itu, mitra mendapatkan gerobak, meja dan bangku, peralatan usaha lengkap, seragam karyawan, alat promosi, juga bahan baku awal.

Sekarang kita sikat juga Mie Kota Batavia. Ketika KONTAN mengulas usaha ini pada awal Juli 2014, jumlah gerai yg telah berdiri ada 12 gerai yg tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Ternate, Maluku. Setahun berselang, gerainya cukup bertambah satu di Denpasar, Bali. Sekarang total ada 13 gerai yg semuanya milik mitra.

Pada saat menawarkan kemitraan, Susanty menawarkan paket sebesar Rp 75 juta. Hingga kini paket investasi tak berubah. Dari nilai investasi tersebut, mitra dapat memilih tipe usaha, yakni dgn motor roda tiga, tipe gerobakan, atau tipe semi rumah makan. “Mitra sekarang banyak yg memilih tipe semirumah makan,” ujarnya.

Saat ini, Mie Kota Batavia lebih fokus mencari mitra di luar Jabodetabek. Sebab pelaku usaha mi ayam di area Jakarta dan sekitarnya telah terlalu banyak. Karena itu, ia juga sedang menyasar beberapa kota juga di luar Jawa dgn area di sekitar ruko.

Kenyang dong makan mi dua mangkuk. Tapi, kalau memang masih lapar, kontan.co.id masih punya stok makanan kok. Ada ayam goreng krispi dan waffle. Ayo, tutup tuh mulut, maklum saja makanan dapat menerbitkan air liur. Caila, ini makanan apa penerbit.

Eit, sabar simpan tangannya, yg mau kita kudap dulu adalah ayam goreng krispi. Ayam goreng ini bermerek Hasna Fried Chicken. Adalah Lukman yg mengusung merek ini di Bekasi. Berdiri awal tahun ini, Hasna Fried Chicken langsung menawarkan kemitraan. Kayaknya mau gerak cepat nih.  

Hasna Fried Chicken menawarkan kemitraan senilai Rp 6,5 juta. Fasilitas yg diperoleh mitra terdiri dari perlengkapan masak, bumbu 2 kg, ayam 10 ekor, perlengkapan packaging seperti plastik, dus, dan lain-lain. Tak lupa, mitra juga mendapat pelatihan dan gerobak untuk berjualan. Kerjasama ini berlaku selamanya. Sistem kemitraan ini juga tak memungut biaya royalti. Nah, di sini menariknya.

Lukman menargetkan, mitra dapat menjual minimal 10 ekor per hari atau sekitar 90 potong ayam. Dengan penjualan sebanyak itu, mitra bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 540.000 per hari atau Rp 16,2 juta sebulan. Setelah dikurangi biaya bahan baku, sewa tempat, dan operasional lainnya, mitra akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 8,1 juta per bulan. “Jadi dalam satu bulan telah dapat balik modal,” katanya.

Sudah jangan mengunyah terus, soalnya mau disajikan hidangan penutup. Ini dia waffle ala Hong Kong. Bentuk cetakan waffle ini bulat-bulat, tak seperti biasanya yg kotak-kotak. Nama usaha waffle Hong Kong ini adalah Eggio Waffle asal Solo, Jawa Tengah. Erinna Santoso, sang pemilik, membuka usaha ini pada 2013 lalu. Sampai sekarang dia telah memiliki empat gerai milik pribadi yg semuanya berada di Solo.

Begitu berdiri pada 2013, seperti Lukman, Erinna juga langsung membuka kerjasama kemitraan. Alhasil,  sekarang ini dia telah mempunyai 24 mitra yg bergabung diantaranya berada di Bali, Surabaya, dan Purwokerto.

Jika tertarik membuka usaha ini, Eggio Waffle menawarkan kerjasama kemitraan dgn investasi sebesar Rp 37,5 juta. Dengan modal tersebut, fasilitas yg didapatkan mitra adalah satu unit booth, perlengkapan memasak, perlengkapan promosi, bahan baku awal, pelatihan, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Eggio Waffle tak mengutip biaya royalti, namun mewajibkan seluruh mitranya untuk mengambil bahan baku dari pusat. Erinna bilang, kelebihan waffle miliknya adalah menggunakan bahan baku pilihan, sehingga aman bagi kesehatan tubuh. Iya Erinna, percaya.

Tapi, ngomong-ngomong, untuk mengembangkan usaha pastinya membutuhkan pembukuan keuangan yg baik. Namun, masih banyak yg bingung ya? Jangan takut, kan ada  software pembukuan. Adalah PT Javan Cipta Solusi yg pengembang software pembukuan.

Nilai lebih jasa yg ditawarkan Javan ketimbang jasa yg ditawarkan oleh pengembang software keuangan di masa lalu adalah layanan berbasis komputasi awan alias cloud. Bagi mereka yg awam dgn aneka teknologi informasi masa kini, model sederhana layanan berbasis cloud adalah e-mail.

Nah, aplikasi pembukuan berbasis cloud berarti berbagai data dapat disimpan di server sang penyedia layanan. Javan menawarkan jasanya melalui situs bernama hartaku.com. Dengan memiliki account di situs itu, pengguna dapat menyimpan seluruh pencatatan transaksinya di server hartaku. Gampang bukan.

Pembukuan keuangan penting lo, dgn pembukuan yg baik kita dapat melihat perkembangan usaha dan dapat bikin prediksi ke depan.  Tapi, kita tinggalkan dulu pembukuan, kita jumpai perempuan yg luar biasa. Adalah Nurana Indah Paramita yg membikin usaha pembuatan turbin pembangkit listrik tenaga arus laut yg bernama L-Files.  

Ide untuk membuat turbin muncul saat Mita, nama panggilan Nurana Indah Paramita, masih menjalani kuliah jurusan Oceanografi di Institut Teknologi Bandung. Ia mengajak teman-temannya dari berbagai jurusan untuk membuat kelompok belajar. Mereka pun membuat suatu produk yg diharapkan menjadi solusi bagi pemenuhan keperluan listrik di Indonesia. Lahirlah turbin yg digerakkan oleh arus laut.

Mita mengingatkan agar tak membayangkan turbin buatan L-Files dapat menghasilkan listrik yg mampu mengoperasikan alat elektronik skala berat. “Listrik dari turbin ini cukup digunakan untuk menyalakan lampu saja,” kata dia.  

Mita menjual turbin ke pemerintah agar masyarakat terpencil dapat menikmati listrik.  Mita juga menawarkan turbin ke perusahaan yg hendak menggulirkan program Corporate Social Responbility. Menurut Mita, ketimbang menggelar acara, lebih baik perusahaan menyediakan turbin ke masyarakat membutuhkan listrik.

Iya Mita, kita semua berharap seluruh wilayah Indonesia bisa terterangi dgn listrik. L-Files bisa menjadi cara lain terbaik bagi daerah yg belum terjangkau aliran lsitrik PLN. Ah, bangganya jadi Mita.

Sebenarnya masih pengin ngomong-ngomong, tapi kayaknya kita harus berpisah. Jangan sedih ya, soalnya kita bakal bertemu lagi. Selamat berakhir pekan.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.