Imbal hasil DPLK BJB mencapai 15,43%

Wednesday, December 6th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Jawa Barat dan Banten (DPLK BJB) sumringah. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, mereka menorehkan imbal hasil alias return on investment (RoI) lumayan.

Wahyu Rudiyat, Group Head DPLK BJB, menuturkan, imbal hasil yg diperoleh selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar 15,43%. Prestasi DPLK BJB ini lebih tinggi ketimbang pencapaian DPLK lainnya. Misalnya, DPLK Bank Negara Indonesia (BNI) cukup mampu meraup imbal hasil 10,34%. Lalu, imbal hasil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan malah cuma 8,3%.

Hampir seluruh portofolio investasi anggaran kelolaan DPLK BJB di parkir di instrumen deposito berjangka, mencapai 97%. Sedang sisanya yg 3% ditempatkan di reksadana pendapatan tetap. “Mayoritas masih di deposito berjangka,” ujar Wahyu kemarin.

Pada kuartal T–2015, DPLK BJB berhasil menghimpun anggaran kelolaan sebanyak Rp 163 miliar. Jika dibandingkan dgn posisi di akhir Desember 2014, ada penambahan anggaran kelolaan sebesar 10,14%. Akhir tahun lalu, total anggaran kelolaan yg berhasil dikumpulkan oleh DPLK BJB tembus Rp 148 miliar.

Sepanjang tahun ini, DPLK BJB memasang target anggaran kelolaan sebesar Rp 217 miliar. Artinya, dalam setahun, anggaran kelolaan DPLK BJB bakal melesat 47,58%. Wahyu optimistis sanggup mencapai target itu. Tengok saja perolehan tahun lalu. DPLK BJB cukup menargetkan anggaran kelolaan sebesar Rp 130 miliar.

Tapi, realisasi anggaran kelolaan DPLK BJB mencapai 111,91%. “Meski ada BPJS Ketenagakerjaan, kami yakin masih dapat tumbuh,” katanya. Seperti diketahui, mulai 1 Juli nanti, semua pekerja wajib menjadi peserta Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.

Besaran iuran program ini sebesar 8%, dgn perincian 5% menjadi tanggungan pemberi kerja dan 3% pekerja. Beberapa pelaku anggaran pensiun khawatir keberadaan BPJS akan menggusur bisnis DPLK swasta. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan jumlah DPLK akan menyusut jika iuran Jaminan Pensiun BPJS tetap sebesar 8%.

Menurut Wahyu, DPLK BJB banyak bermain di sektor ritel ketimbang korporat. Sehingga, kemungkinan besar tak terlalu berdampak. Sampai akhir bulan lalu, DPLK BJB memiliki 36.811 peserta.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.