Wapres minta BRI tingkatkan penyaluran KUR

Friday, November 17th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih menegaskan fokus bisnisnya. BRI diharapkan tetap fokus pada pengembangan usaha kecil dan meningkatkan pemberian kredit usaha rakyat (KUR). Permintaan Wapres itu disampaikan Komisaris Utama BRI Mustafa Abubakar, di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (15/4), seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Harus ada penegasan fokus atau core business. Misalnya ke depan lebih banyak orientasi kepada rakyat kecil atau UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)” kata Mustafa.

Saat ini, penyaluran KUR BRI kurang lebih Rp 120 triliun sampai Rp 130 triliun. Mustafa berjanji BRI akan meningkatkan pemberian KUR sampai lebih 65 persen.

“Tapi targetnya berapa, belum tahu. Jadi kalau bank lain terbirit-birit dgn KUR, kami siap menerima pelimpahan dari bank lain,” kata dia.

BRI juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi nasabah bank. Saat ini, menurut Mustafa, rasio masyarakat untuk menjadi nasabah perbankan masih rendah, yakni baru mencapai 30 persen. Kondisi ini berbeda dgn Malaysia dan Singapura yg rasionya telah di atas 50 persen.

Dalam pertemuan dgn jajaran komisaris BRI pagi tadi, Wapres juga menegaskan perlunya pembidangan bisnis bank-bank berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya, Bank Mandiri diharapkan dapat fokus pada infrastruktur atau industri, Bank Tabungan Negara lebih fokus pada bidang perumahan rakyat, dan Bank Negara Indonesia yg lebih fokus ke bidang perdagangan.

Oleh karena itu, menurut Mustafa, Wapres menilai merger atau penggabungan bank BUMN bukan jawaban untuk memperkuat permodalan bank.

“Dan kami mendukung karena ternyata BRI yg masih stand alone dibandingkan Mandiri yg gabungan empat bank, ternyata BRI tak kalah cepat tumbuhnya, sama terus dgn Mandiri. Malah dari segi keuntungan, BRI lebih tinggi dari Mandiri, bahkan dari aset pun BRI telah dapat mengejar. Itu sebagai contoh bahwa tak musti dijawab dgn merger,” kata dia.

Mustafa mengatakan, Wapres juga menilai bahwa BRI telah membantu pemerataan ekonomi dgn fokus pada usaha kecil. Dengan jaringannya yg luas, BRI dapat menjangkau sampai ke bawah. Ke depannya, Wapres meminta BRI meningkatkan sinergi dgn bank pemerintah lainnya.

Komisaris BRI lainnya, Adhyaksa Dault, menyampaikan bahwa pemberian KUR diharapkan dapat mendorong geliat UMKM sampai ke daerah-daerah. Pada akhirnya, pertumbuhan UMKM ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Indonesia.

Secara terpisah, Kalla menyatakantidak setuju dgn usulan merger bank-bank BUMN. Menurut dia, wacana merger itu tak sesuai dgn kondisi Indonesia yg berpenduduk besar dan berwilayah luas.

Dengan jumlah penduduk yg besar, Indonesia memerlukan lebih banyak bank pemerintah. Kalla menilai lebih baik masing-masing bank BUMN yg ada sekarang ini tetap berjalan dgn fokus bisnisnya masing-masing. (Icha Rastika)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.