Bank daerah jor-joran setor dividen

Wednesday, November 8th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Sebagian Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih jor-joran membagikan dividen bagi pemegang saham. Strategi permodalan mereka pun dipertanyakan.

Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengimbau agar dividen yg dibagikan BPD maksimal 30%. Namun imbauan itu ternyata tak diindahkan.

Semisal, BPD Jawa Timur (Bank Jatim) yg tetap mematok dividen 66,5%, meski turun dari periode sebelumnya 73,5%. Walau dari sisi rasio sedikit turun, namun nominal dividen yg dibagikan malah semakin besar, yaitu Rp 624,49 miliar dari sebelumnya Rp 605 miliar.

Hal ini karena pertumbuhan laba bersih sebesar 14%. “Mengacu aturan Basel III, perkiraan rasio kecukupan modal (CAR) kami di akhir tahun sekitar 20%,” ucap Ferdian Satyagraha, Manajer Hubungan Investor Bank Jatim, Senin (13/4).

Ke depan, Bank Jatim akan mengandalkan pertumbuhan laba lebih tinggi, ketimbang pertumbuhan dividen. Hingga Februari 2015, modal inti Bank Jatim tercatat berjumlah Rp 5,35 triliun.

Demikian halnya dgn BPD Jawa Barat dan Banten (BJB) yg membagikan dividen Rp 694,25 miliar, atau setara 63% dari laba bersih 2014. Agus Mulyana, Sekretaris Perusahaan BJB bertutur, telah mengusulkan rasio dividen 30%, namun akhirnya pemodal meminta 63%.

Kini, rasio CAR BJB bernilai 15,4%–15,6% dgn ekuitas sebesar Rp 6 triliun. “Untuk memperkuat struktur permodalan, BJB berencana menyesuaikan rasio dividen atau melakukan rights issue di 2016 mendatang,” ujar Agus.

Sedangkan, rasio dividen BPD DKI Jakarta (Bank DKI) juga masih tergolong besar. Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI mengatakan, rasio dividen yg diminta sebesar 56,5% atau setara Rp 263 miliar. “Ke depan, kami akan meminta suntikan modal dari Pemerintah DKI dan juga melakukan penawaran saham perdana (IPO) untuk memperkuat modal,” jelas Eko.

Heru Kristiyana, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK menegaskan, telah meminta pengendali BPD menurunkan rasio dividen. Hal itu agar modal BPD  kuat dan akhirnya dapat bersaing.

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.