Agar pebisnis kecil tak pusing mencatat

Saturday, November 4th 2017. | Peluang Usaha

Berbisnis tanpa pembukuan ibarat menjelajahi belantara tak dikenal tanpa peta. Jika tak mencatat setiap transaksi usahanya, bagaimana si pebisnis dapat mengetahui seberapa besar untung atau rugi yg ia derita? Pebisnis juga akan kesulitan melakukan perencanaan, jika tak memiliki buku keuangan.

Kebutuhan untuk memiliki pembukuan akan semakin terasa saat si pebisnis harus berurusan dgn pihak lain. Jika ia ingin meminta kredit ke bank, tentulah ia harus menyerahkan berbagai laporan keuangan. Keharusan menyusun pembukuan juga diberlakukan untuk pengusaha yg telah berstatus wajib pajak.

Kenyataannya, tak semua pebisnis paham dgn aturan pembukuan. Bagi mereka yg telah punya skala usaha besar, solusi yg paling ideal pastinya merekrut mereka yg mengerti tata cara pembukuan dan akuntansi. Namun bagaimana dgn pebisnis yg baru di tahap berkembang dan memiliki modal kerja terbatas?

Situasi semacam ini yg melahirkan jasa pembukuan. Usaha semacam ini sejatinya telah lama ada. Namun di masa teknologi komunikasi berkembang pesat, keperluan akan jasa pembukuan turut berkembang. Mereka yg jeli dapat mengombinasikan jasa melakukan pencatatan transaksi keuangan dgn kemudahan yg ditawarkan internet.

Peluang jasa itu yg digarap PT Javan Cipta Solusi. Sebagai pengembang software, Javan tak luput melihat celah untuk berbisnis aplikasi pembukuan keuangan. Nilai lebih jasa yg ditawarkan Javan dibandingkan dgn jasa yg ditawarkan oleh pengembang software keuangan di masa lalu adalah layanan berbasis komputasi awan alias cloud.

Bagi mereka yg awam dgn aneka teknologi informasi masa kini, model sederhana layanan berbasis cloud adalah e-mail. Nah, aplikasi pembukuan berbasis cloud berarti berbagai data dapat disimpan di server sang penyedia layanan.

Javan menawarkan jasanya melalui situs bernama hartaku.com. Dengan memiliki account di situs itu, pengguna dapat menyimpan seluruh pencatatan transaksinya di server hartaku.

Ide menggulirkan situs hartaku.com bermula dari keperluan internal Javan. Layaknya sebuah entitas bisnis, Javan memerlukan pembukuan. Dengan memanfaatkan programmer sendiri, Javan pun merancang software akuntansi. Yudi Haribowo, Co-founder Javan, menuturkan, keperluan itu lantas berubah menjadi ide bisnis karena dari survei yg dilakukan Javan, banyak pebisnis kelas usaha kecil menengah yg membutuhkan aplikasi serupa.

Awal tahun lalu, Javan pun mulai meluncurkan jasanya. “Kami mempromosikan Hartaku.com untuk dicoba oleh masyarakat luas,” tutur Gugus A. Sakti, Hartaku Product Development Lead and Marketing Executive Javan.

Javan memposisikan hartaku sebagai sebuah software akuntansi yg mudah digunakan oleh mereka yg tak ahli dalam akuntansi. Perangkat lunak itu juga idealnya dapat melayani pebisnis di berbagai sektor.

Di atas kertas, usaha semacam ini tak akan kesulitan mencari pelanggan. Sasaran pasar jasa ini jelas pengusaha kecil dan menengah (UKM). Nah, tahun lalu saja, jumlah pebisnis UKM telah lebih dari 55 juta pebisnis. Memang, tak ada statistik yg rinci tentang berapa persen dari pengusaha UKM yg telah melek pembukuan.

Namun data tentang pebisnis UKM yg telah menjadi wajib pajak dapat menjadi patokan. Jumlahnya tak sampai separuh dari total angka pebisnis UKM.  Pebisnis kecil menengah yg belum berstatus wajib pajak biasanya belum memiliki pembukuan yg rapih.

Nah demi menggenjot penerimaan pajak, pemerintah pun semakin cerdik menjaring pengusaha UKM yg belum berstatus wajib pajak. Itu berarti, pasar potensial untuk jasa layanan pembukuan secara online berbilang puluhan juta.

Javan baru menikmati sebagian kecil dari potensi pasar yg sedemikian besar itu. Saat ini, jumlah pengguna situs tersebut telah melampaui 10.000 user. Yang lebih melegakan hati para pengelola Javan, jumlah pengguna situs mereka terus meningkat. Kenaikan user hartaku per hari berkisar 5 sampai 10 pengguna.

 

Perbaikan kontinyu

Langkah pertama yg harus dilakukan jika ingin menawarkan jasa pembukuan adalah menetapkan pangsa pasar yg ingin dituju. Jangan lupa, ada banyak metode pencatatan akuntansi. Nah, dgn mengetahui siapa yg akan menjadi pasar, Anda akan tahu apa saja fitur yg harus harus ada.

Bahkan, Javan yg mengidealkan hartaku sebagai situs yg dapat melayani keperluan pebisnis berbagai sektor, juga punya target pasar. Gugus mendefinisikan pasar hartaku adalah entrepreneur yg mulai menuju kategori usaha kecil, atau mereka yg telah ada di kelompok usaha kecil.

Pangsa pasar itu dipilih karena usaha di tahap itu proses pencatatan keuangannya belum terlalu rumit. Namun, pebisnis di kelas itu telah membutuhkan sistem akuntansi yg baik untuk menunjang usahanya. “Namun kami tak menutup kemungkinan, siapa saja bisa mengakses dan menggunakan layanan situs hartaku.com,” tutur dia.

Supaya dapat merancang program yg memenuhi keperluan pasar sasaran, tentu Anda membutuhkan sumber daya manusia yg paham akuntansi. Lebih bagus lagi, apabila Anda dapat mendapatkan ahli akuntansi sekaligus perpajakan.

Tenaga ahli itu dapat saja Anda kontrak berdasarkan proyek, dan tak direkrut sebagai karyawan. Jalan Javan yg punya kompetensi sebagai pengembang, untuk merancang situs hartaku juga dapat menjadi contoh. Javan menugaskan tiga orang karyawannya khusus untuk mengembangkan hartaku. Selain Gugus, ada pula Achmad Ramadhan sebagai Hartaku Accounting Specialist  serta Akbar Adathama sebagai Hartaku Tech Lead.

Modal awal mereka adalah piranti lunak akuntansi yg digunakan Javan. Selama tiga bulan para programmer Javan mengutak-atik software tersebut agar bisa dipergunakan oleh pebisnis kecil dari berbagai industri. “Setelah itu kami butuh waktu tiga bulan lagi untuk melihat apakah masyarakat merespon secara positif aplikasi yg kami kembangkan,” tambah Gugus.

Setelah program berhasil diluncurkan, jangan bayangkan Anda dapat langsung leha-leha menanti member. Tidak berbeda dgn piranti lunak lain, aplikasi pembukuan juga perlu upaya perbaikan terus menerus. Sumber ide perbaikan itu siapa lagi, kalau bukan para pengguna aplikasi.

Kesulitan yg ditemui pengguna merupakan umpan balik yg dibutuhkan tak cukup untuk menyempurnakan aplikasi. Masukan semacam itu juga akan membuat pengguna merasa dihargai. Di tahap selanjutnya, pengguna dapat jadi loyal dgn layanan Anda.

Melongok lagi pengalaman Javan, pengembangan situs hartaku tak cuma dalam setahap saja. Setelah menyempurnakan situs hartaku di akhir 2014, Javan kini membenahi sistemnya dgn layanan payment gateway. Pengembangan ini bertujuan untuk memudahkan user lama memperpanjang masa berlangganan.

Sedang fitur pembukuan yg termuat di situs itu masih belum bertambah. Laporan yg dapat dihasilkan dari situs itu mencakup jurnal umum, buku besar, neraca, laporan laba rugi, perhitungan prepaid expense, perhitungan fixed asset dan depresiasi. Ada pula pencatatan persediaan berdasarkan tiga metode, yaitu first in first out (FIFO), last in first out (LIFO) dan moving average.

Memang tak semua fitur tersebut dapat dinikmati seluruh anggota. Penyebabnya, Javan membuka tiga paket keanggotan situs hartaku. Masing-masing paket itu adalah Free, Basic, dan Pro.

Paket Free cukup berlaku selama 30 hari untuk user baru. Sesuai namanya, konsumen yg menggunakan paket ini tak terkena biaya apapun selama 30 hari. Adapun user untuk paket Basic, harus membayar biaya berlangganan Rp 47.000 per bulan. Banderol harga berlangganan paket Pro adalah Rp 97.000 sebulan.

Paket Pro berhak menggunakan seluruh fitur. Dan ada lima user yg dapat digunakan oleh pelanggan paket ini. Adapun pelanggan Basic tak mendapatkan fitur penyajian laporan prepaid expense, fixed asset serta perhitungan persediaan LIFO dan moving average. User yg diperoleh pelanggan ini pun cukup tiga. Adapun  untuk Free, fitur paket yg tak didapat sama dgn paket Basic plus fitur pencatatan barang dan FIFO. “Serta tak ada fitur multi user,” tutur Gugus.

Sebagai usaha yg tergolong jasa, pelayanan harus diutamakan. Nah mengingat pasar potensial bisnis ini adalah pebisnis UKM yg tak ahli pembukuan,  alokasikan sumber daya manusia sebagai customer service. Mereka yg menjadi pelayan pelanggan ini haruslah orang yg paham luar dalam aplikasi yg Anda tawarkan.

Untuk mendapatkan sumber daya manusia semacam itu, tak cukup cukup merekrut sarjana teknologi informasi. Yang lebih penting adalah orang yg Anda posisikan sebagai pembantu pelanggan tersebut harus mengikuti training tentang produk.

Agenda lain yg tak kalah penting pastinya menyiapkan infrastruktur telekomunikasi. Jika Anda ingin menyediakan layanan berbasis cloud, pastikan penyedia hosting yg Anda pilih dapat dipercaya. Artinya, penyedia hosting server Anda memiliki kecepatan koneksi yg stabil. Lalu, kapasitas penyimpan server Anda juga harus memadai.

Setelah piranti lunak siap, infrastruktur peralatan terdapat, dan situs siap mengarungi dunia maya, Anda perlu serius menjaring pengguna. Strategi pemasaran offline dan online wajib dilakukan berbarengan. Gugus menuturkan, Javan gencar melakukan promosi melalui website mereka. Selain itu, mereka juga berpromosi melalui situs mesin pencari dan situs media sosial. “Beberapa kali kamu juga mengikuti event,” ujar dia.  Toh, menurut Gugus, promosi melalui online lebih jitu karena kebanyakan user hartaku datang melalui jalur tersebut.

Lalu, seberapa besar modal yg harus ditanggung? Itu yg tak diungkap oleh Javan. Yang pasti, biaya karyawan akan mendominasi tren pengeluaran penyedia jasa pembukuan online. Adapun biaya sewa infrastruktur, akan bersifat variabel, alias bergerak mengikuti jumlah pelanggan.

Bagaimana, siap menjadi konsultan pembukuan?        

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.