Roti Bolu Dinawa, Kreatif Mengolah Peluang Dari Jajanan Tradisional

Tuesday, July 5th 2016. | Analisis

Roti Bolu DinawaIde bisnis memang dapat datang tiba-tiba dan kapan saja. Seperti yg dialami pasangan suami istri, Isdi dan Herna Ismariyani. Tradisi andum berkah bolu rahayu yg ada di Magetan, menjadi salah satu inspirasi mereka dalam membawa roti bolu yg berupa makanan khas rumahan saat lebaran ke dalam peluang usaha menjanjikan. Lalu, bagaimana ‘kemasan’ mereka terhadap roti bolu tersebut untuk menjadikannya jajanan bernilai ekonomi tinggi? Inilah sekelumit cerita Isdi dan sang istri yg sukses dgn Perusahaan Roti Bolu Dinawa, yg kreatif mengolah peluang usaha dari jajanan tradisional.

Menciptakan Peluang Usaha Baru Dengan Inovasi Kreatif
Tahun 1995 lalu, perjalanan perusahaan roti Dinawa pertama kali dimulai. Di sebuah kaki pegunungan lawu, tepatnya di desa Nitikan, Isdi dibantu sang istri memiliki harapan, perusahaan yg mereka rintis ini mampu menjadi pembuat jajanan khas yg berbeda. Sang Istri yg menjadi eksekutor di dapur, tak saklek meniru resep bolu tradisional yg telah turun temurun dari keluarganya, melainkan memberikan sentuhan yg berbeda, khususnya di cita rasa.

“Hampir semua ibu-ibu di kampung saya dapat membuat roti bolu. Hal inilah yg mendorong saya membuat roti dgn cita rasa yg berbeda dan khas. Salah satu ciri khas roti bolu Dinawa milik kami adalah adanya rasa jahe dan rasa jeruk pamelo Magetan yg segar.” Ujar Herna saat dikunjungi wartawirausaha.com di pabriknya. Jahe khusus yg telah dihaluskan serta kulit jeruk pamelo (jeruk bali) yg juga dihaluskan, dicampurkan ke dalam adonan. Menurut Isdi, campuran ini selain memberikan rasa yg berbeda, juga mampu menghilangkan bau amis telur. Campuran jahe dalam roti juga ditenggarai mampu mengusir masuk angin.

Tak Sekedar Enak, Tapi juga Menyembuhkan
“Rasa jahe yg ada di roti, mampu membuat tenggorokan terasa hangat. Jahe juga membuat badan fit dan tak mudah masuk angin. Jadi, roti kami sangat cocok untuk teman perjalanan. Sedangkan untuk rasa jeruk, kami tak menggunakan perasa kimia, melainkan asli dari buah jeruk besar.” Ungkap Isdi.
Awalnya usaha roti bolu dan aneka makanan tradisional seperti Likak-likuk serta Sagon hanyalah sebagai bisnis sampingan. Bisnis utama Isdi sebenarnya adalah di bidang mebel. Namun, ternyata Isdi justru melihat peluang usaha perusahaan roti miliknya mampu berkembang pesat, jauh melampaui mebel jika ditekuni dgn lebih serius. Isdi akhirnya memutuskan untuk menutup perusahaan mebel dan fokus mengembangkan pabrik roti.

Proses Terjal Pemasaran: Sering Ditolak…
“Di tahun-tahun awal, saya akui cukup sulit dalam menemukan pasar untuk roti bolu kami. Saat itu, ibu yg keliling pasar dan menitipkan roti isdi roti bolu dinawake penjual-penjual. Saya juga tak tinggal diam, saya turut memasarkan ke toko oleh-oleh yg ada di kota. Terus terang, waktu itu produk kami sering ditolak oleh toko. Biasanya mereka baru mau ambil partai besar ketika memasuki bulan lebaran.” Kisah Isdi.

Namun, ketelatenan dan kerja keras Isdi dalam memarketkan produknya tak sia-sia. Tanpa menunggu waktu lama, roti bolu buatannya perlahan mencuri hati masyarakat setempat. Selain karena rasanya yg berbeda, ternyata tekstur roti bolu Dinawa juga lebih lembut. Tepat setahun setelah pabrik berdiri, barulah pemasaran roti bolu Dinawa mulai membuahkan hasil. Saat ini, Isdi dan sang Istri cukup menunggu di rumah, karena dari toko-toko roti sendiri yg datang mengambil.

Meski demikian pasang surut perusahaan kerap dirasakan Isdi dan istri. Tapi semua dilalui dgn ketabahan dan ketekunan, sampai berhasil seperti sekarang. Dulu yg cukup di produksi sendiri, lalu dipasarkan sendiri, dan dikelola sendiri, kini pabrik roti bolu Dinawa telah memiliki 11 pekerja tetap dan beberapa freelance untuk membantu package roti.  Jika diawal berdirinya, Isdi mengatakan cukup mampu memproduksi 10.000 biji roti bolu, kini produksi dapat mencapai 50.000 biji lebih dalam satu hari.

“Ada dua jenis bolu yg kami jual, yaitu bolu dgn kemasan besar yg berisi 10 biji roti dan kemasan kecil yg berisi 10 roti bolu kecil. Untuk kemasan yg besar kami jual 3000 dan yg kecil 2200. Selain itu, kami sekarang ini juga menjual makanan khas yg cocok untuk oleh-oleh seperti likak-likuk dan Sagon.” Ujar Isdi.

Populer Merambah Kota-kota Besar dan Diliput Media
roti bolu dinawaTak cukup Magetan, popularitas roti bolu Dinawa juga telah merambah sampai ke kota-kota besar di pulau Jawa dan luar Jawa. Bahkan, beberapa kali perusahaan roti milik Isdi ini masuk dalam tayangan kuliner di stasiun TV swasta dan TV lokal.  Isdi mengatakan, jika perusahaannya masih kerap dihadang kendala. Salah satu kendala yg sering dihadapi adalah ketika bahan-bahan baku utama seperti telur dan gula mengalami kenaikan. Selain itu, langkanya jeruk besar juga menjadi salah satu kendala yg meski dipikirkan jalan keluarnya.

“Biasanya jika jeruk pamelo magetan langka, saya mengurangi kadar jeruk yg ada di roti. Sedangkan jika harga bahan baku naik, dgn terpaksa kami mencoba mengurangi kuantitas. Jika harganya kami naikkan, kami takut justru roti kami tak laku di pasaran. Namun, jika terpaksa menaikkan, kami biasanya memberi tahu terlebih dulu 3 hari sebelumnya sebelum naik.” Tambah Herna.

So, siapa bilang makanan rumahan tak dapat dijadikan bisnis profesional? Berangkat dari rumah, Isdi dan sang istri mampu membuktikan jika usahanya mampu menembus pasar nasional dgn kerja keras dan keuletan.

Isdi dan Herna Ismariyani
Desa Nitikan RT 01 RW 02, Plaosan, Magetan
Telp 0351896287 dan 085735250075

Roti Bolu Dinawa, Kreatif Mengolah Peluang Dari Jajanan Tradisional appeared first on Info Wirausaha, Peluang Usaha dan Tips

Search terms:

cara membuat roti bolu magetan, tempat jual roti bs, analisis usaha roti tawar, bolu cangcut, perusahaan roti tawar di daerah magetan, roti yg ngetren,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.