Ini upaya CIMB Niaga menekan kredit macet

Friday, October 13th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Bank CIMB Niaga bakal mendorong debitur untuk merestrukturisasi, membayar utang dan menjual jaminannya guna mengurangi kredit macet. Dengan cara itu, bank dgn sandi saham BNGA ini optimis level kredit macet dapat turun di tengah kondisi ekonomi Indonesia yg masih belum menentu.

Wan Razly Abdullah, Direktur Keuangan CIMB Niaga bercerita, kondisi ekonomi di kuartal T tahun ini memang sedang melemah. Meski begitu, tren kredit macet di CIMB Niaga masih terbilang stabil karena telah naik di kuartal IV tahun lalu. “Tapi, kami akan waspada potensi untuk debitur yg dapat jadi kredit macet dalam kondisi ekonomi yg melemah ini,” ucap Razly kepada KONTAN, Selasa (14/4).

Di akhir 2014, kredit macet bruto (Gross Non Performing Loan/NPL) CIMB Niaga naik menjadi 2,2% dari tahun sebelumnya sebesar 1,8%. Dengan naiknya NPL di periode akhir 2014 itu, Razly menyebut, pihaknya melakukan provisi sampai Rp 1,9 triliun (termasuk write off) untuk debitur kredit macet.

Untuk tahun ini, Razly bilang, CIMB Niaga akan melakukan provisi sesuai dgn keperluan NPL setiap kuartal. “Dan kami juga akan melakukan inisiatif untuk me-recover loan yg NPL,” terangnya.

Selain langkah-langkah tersebut, Razly menambahkan, CIMB Niaga juga akan menurunkan kembang dgn melihat penurunan biaya anggaran dan penurunan BI Rate yg berdampak pada biaya anggaran. Untuk sekarang ini, Razly melihat, sektor batu bara dan yg terkait seperti heavy equipment dan transport menjadi sektor yg berpotensi meningkatkan NPL.

“Apalagi, harga komoditi batu bara sedang jatuh dari US$ 120 per ton menjadi US$ 60 per ton,” jelasnya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.