BRI jajaki utang 11 bank sebesar Rp 6,45 triliun

Saturday, September 16th 2017. | Keuangan

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk tengah menjajaki pinjaman dgn skema club deal yg berasal dari 11 bank mencapai US$ 500 juta. Angka ini setara dgn Rp 6,45 triliun (dgn nilai tukar Rp 12.900 per dollar Amerika Serikat).

Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo mengungkapkan, pinjaman ini bertujuan untuk refinancing obligasi denominasi dollar AS yg jatuh tempo pada semester II tahun 2015 ini. Haru bilang, beberapa bank yg terlibat dalam club deal tersebut diantaranya adalah The Hong Kong and Shanghai Bank Corporation (HSBC), PT Bank ANZ Indonesia dan juga Deutsche Bank.

“Pinjaman maksimum US$ 500 juta dgn kembang LIBOR plus 165 bps, sekitar 2%,” kata Haru di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/4).

Haru menuturkan, kesepakatan pinjaman asing itu akan diteken dalam waktu dekat. Ia menjelaskan, pinjaman club deal dari 11 bank tersebut akan digunakan untuk melunasi obligasi yg akan jatuh tempo pada semester II-2015 mendatang.

Lebih lanjut Haru menyatakan, BRI memilih mencari pinjaman agar dapat segera meraih anggaran untuk membayar obligasi yg akan jatuh tempo. “Kami refinancing dgn pinjaman club deal supaya nanti pada saat dibutuhkan tak mencari-cari lagi,” ucap Haru.

Sepanjang tahun 2014 kemarin, BRI gencar mencari pinjaman sebagai sumber pendanaan di luar anggaran pihak ketiga (DPK). Per Desember 2014, jumlah pinjaman BRI meroket 175% menjadi Rp 24,9 triliun. Sekadar mengingatkan, BRI merupakan penyumbang dividen cukup besar bagi pemerintah. Terhadap laba tahun 2014 yg sebesar Rp 24,24 triliun, BRI tetap memberikan dividen sebesar 30% dari laba bersih atau setara Rp 7,27 triliun.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.