Bergandengan tangan membantu pelaku UKM

Friday, September 1st 2017. | Peluang Usaha

Salah satu kendala utama yg kerap dihadapi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam mengembangkan usahanya adalah kendala permodalan. Kendati telah banyak lembaga keuangan yg mengalirkan kredit khusus UKM, tapi faktanya banyak dari mereka tak dapat mendapat bantuan modal dgn mudah. 

Melihat fakta itu, Jezzie Setiawan tergerak untuk membantu pelaku UKM.  Untuk mencari solusi mengatasi permodalan ini, akhir Maret lalu ia meluncurkan platform Gandengtangan.org. “Saya tertarik membuat ini karena melihat banyak teman-teman entrepreneur yg kesulitan akses pendanaan,” katanya kepada KONTAN.

Memanfaatkan kecanggihan teknologi, GandengTangan membantu menggalang anggaran pinjaman tanpa kembang melalui situs GandengTangan.org.

Dengan dibantu seorang teman, Jezzie menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk membuat platform ini.

Bukan cukup pelaku UKM biasa, GandengTangan juga fokus membantu permodalan wirausaha sosial. Banyak pelaku wirausaha sosial ini bekerja diam-diam padahal membutuhkan bantuan. “Harapannya masyarakat tak cukup menjadi penonton dari cerita bisnis yg menginspirasi, tapi juga dapat berkontribusi,” ucap Co-Founder GandengTangan ini.

GandengTangan membuka kesempatan bagi setiap orang yg ingin berperan dgn meminjamkan anggaran mereka minimal Rp 50.000 dgn kembang 0%.

Dengan kembang 0%, GandengTangan mengatakan tulus memberi pinjaman karena kreditur tak dikenakan kembang apapun. Sementara pemberi pinjaman tak mendapatkan imbalan.

Model bisnis yg dijalankan adalah GandengTangan mengambil 5% dari setiap total pinjaman untuk keperluan operasional. “Jadi anggaran yg diberikan kepada para social entrepreneur ini merupakan anggaran keroyokan dari investor yg tertarik dgn konsep ide yg kami kampanyekan,” katanya.

Selain membantu permodalan, GandengTangan juga membantu mengkampanyekan ide dan gagasan yg dikembangkan oleh pelaku social entrepreneur.

Menurut Jazzie, GandengTangan akan membantu menyiapkan desain kampanye serta jaringan yg bersinggungan langsung dgn konsep ide yg sedang dikerjakan.

Proses kampanye berlangsung selama 45 hari. Bila dalam waktu tersebut belum terkumpul anggaran dalam jumlah yg dibutuhkan, maka anggaran itu akan dikembalikan lagi kepada investor. “Saat ini, kami masih dalam tahap mengumpulkan,” jelasnya.

Untuk tahap pertama ini, mereka memberikan anggaran talangan Rp 30 juta–Rp 75 juta per proyek. Ke depan, Jezzie akan menaikkan anggaran talangan sampai dgn Rp 150 juta per proyek.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.