Kepesertaan BPJS tenaga kerja non formal minim

Friday, August 4th 2017. | Keuangan

SURABAYA. Kepesertaan pekerja nonformal mendapatkan perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Timur, minim, karena rendahnya tingkat kesadaran mereka mengikuti program pemerintah itu.

“Dari potensi pekerja yg termasuk bukan penerima upah (BPU) di Jatim sebanyak 12,8 juta orang, cukup tercatat 45.000 orang secara sukarela menjadi peserta,” kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, H Ilyas Lubis, di Surabaya, Rabu.

Sementara target peserta dari sektor pekerja nonformal pada tahun 2015 di Jatim mencapai 100.000 orang. Oleh sebab itu, untuk merealisasikan target tersebut BPJS Ketenagakerjaan Jatim siap melakukan serangkaian langkah strategis.

“Kami menyiapkan berbagai kanal untuk memudahkan masyarakat mendaftar sebagai peserta. Bisa melalui website dan BPJS Ketenagakerjaan Mobile,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menambah bangunan fisik seperti membuka 12 kantor cabang perintis di Jatim pada tahun 2015. Misalnya di Sumenep, Pamekasan, Situbondo, dan Trenggalek.

“Dengan menyebar 12 titik baru itu, pada tahun ini kami memiliki 36 unit kantor serupa di Jatim,” katanya.

Di samping itu, tambah dia, perusahaan itu juga menjalin kerja sama dgn kalangan perbankan. Khususnya untuk membantu masyarakat dalam pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau secara umum, pada tahun 2015 kami menargetkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jatim mencapai 2,2 juta peserta,” katanya.

Ia menyebutkan, dari target jumlah peserta itu dominasi 1,9 juta peserta di sektor formal (pekerja penerima upah) termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian, masing-masing sebanyak 100.000 peserta di sektor nonformal dan sektor jasa konstruksi.

“Sementara, dari sisi pekerja formal besaran potensinya di Jatim mencapai 6,5 juta pekerja. Dari angka tersebut yg telah terdaftar jadi peserta baru 1,5 juta pekerja,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, hal itu turut disumbang oleh kepesertaan dari 7.143 PNS di Pemkab Pamekasan di mana mulai Maret 2015 mereka telah mendapatkan perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Jatim. Hal itu sesuai dgn Perpres RI Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Program Jaminan Sosial.

“Ketentuan itu mencakup pekerja yg bekerja pada pemberi kerja penyelenggara negara. Meliputi calon pegawai negeri, PNS, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, Pegawai Pemerintah NonPegawai Negeri, prajurit siswa TNI, dan peserta didik Polri. Mereka paling lambat 1 Juli 2015 telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan sesuai UU Nomor 24/2011,” katanya.

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.