Pedagang Daging Sapi Keluhkan Tingginya Harga

Saturday, May 14th 2016. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Beberapa pedagang daging sapi di wilayah Pasar Senen, Jakarta Pusat, mengeluhkan tingginya harga daging sapi. Mereka menilai naiknya harga jualannya itu akibat tak menentunya harga bahan bakar minyak dan karena kurangnya daging sapi impor.

“Sebelum naik harganya berkisar antara Rp80.000-Rp95.000 per kilogram, namun sekarang ini harganya mencapai Rp110.000 per kilogram,” kata seorang pedagang sapi, Wik, di kiosnya, Pasar Senen, Jakarta, Jumat (3/4/2015).

Wik meyakini tingginya harga daging semenjak dua bulan terakhir ini merupakan efek dari tak menentunya harga BBM.

“Harga daging mulai meninggi semenjak harga BBM naik-turun,” ujar dia.

Senada dgn Wik, Asep, penjual daging sapi yg telah berdagang selama 27 tahun, menyatakan bahwa keadaan kali ini merupakan salah satu yg terburuk selama ia berjualan.

“Kalau dahulu harga daging lebih murah karena masih banyak daging impor, jadi harganya dapat bersaing,” kata dia.

Tingginya harga daging tak ayal membuat para pedagang sunyi pembeli dan berpengaruh secara langsung terhadap penurunan omset penjualan.

“Omzet saya berkurang 50 persen,” kata Wik.

Dia melanjutkan, penurunan keuntungan tersebut karena ia tak berani menaikkan harga sebab takut kehilangan pembeli setianya.

Muhammad Toha, seorang pedagang lain, juga menuturkan hal yg sama.

“Omzet berkurang karena saya tak berani menjual dgn harga terlalu tinggi. Dengan harga yg sekarang saja pembeli bekurang,” ujar dia.

Pedagang-pedagang ini pun berharap pemerintah bisa mendengar keluhan mereka dan melakukan sesuatu untuk menormalkan harga daging.

“Kami meminta pemerintah melakukan sesuatu untuk menormalkan harga daging, kalau dapat di kisaran maksimal Rp85.000. Apalagi bulan pada bulan Juni-Juli telah memasuki puasa dan hari raya,” kata Asep.

Sementara menurut Wik, pemerintah telah seharusnya menurunkan harga daging sapi.

“Agar setiap warga Indonesia dapat membeli dan memakan daging sapi,” tutur dia.

Sebelumnya mulai 28 Maret 2015 harga bensin premium RON 88 naik dari Rp6.800 menjadi Rp7.300 per liter dan solar naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Harga baru ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yg telah diubah dgn Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015.

Adapun kenaikan BBM pada Maret 2015 itu merupakan yg kedua kali semenjak Presiden Joko Widodo memerintah. Kenaikan pertama terjadi pada 18 November 2014. Namun, harga BBM juga mengalami penurunan sebanyak dua kali, yaitu mulai 1 Januari 2015 dan 19 Januari 2015. (Antara)

Search terms:

balken sengon gresik,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.