Kompas dan SMI gelar diskusi Bank Infrastruktur

Thursday, January 10th 2019. | Keuangan

JAKARTA. Harian Kompas dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyelenggarakan Forums Diskusi dgn tema “Bank Infrastruktur, Perlu atau Tidak?”. Forum ini berlangsung di Hotel Kempinski, Kamis (2/4).

Latar belakangnya adalah Indonesia membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Menurut kalkulasi Bappenas dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJM), Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp 5.519 triliun. Jumlah ini setara dgn Rp 1.102 triliun rata-rata keperluan per tahunnya.

Sayangnya, menurut Bambang Brojonegoro, Menteri Keuangan, ada keterbatasan APBN-P 2015 yg cukup mampu mengalokasikan Rp 290 triliun untuk keperluan infrastruktur. Jumlah ini cukup 3% dari total PDB Indonesia yg mencapai Rp 10.000 triliun – Rp 11.000 triliun.

“Oleh sebab itu, untuk mengisi kesenjangan sumber pendanaan pembiayaan infrastruktur ini. Perbankan nasional telah berpartisipasi dgn menyalurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 244,80 triliun atau cukup 16,80 % dari total kredit perbankan,” kata Bambang.

Oleh sebab itu, wacana perlunya Bank Infrastruktur kembali marak. Diskusi yg diselenggarakan Kompas dan PT SMI diharapkan memberikan masukan untuk rencana pembentukan Bank Infrastruktur sehingga bisa menciptakan sinergi dgn pihak terkait.

“Bank Infrastruktur diharapkan menjadi penyedia anggaran jangka panjang bagi pendanaan infrastruktur. Selain itu, bank infrastruktur diharapkan menciptakan sinergi dgn investor swasta, private equity, dan perbankan dalam pendanaan proyek-proyek infrastruktur yg membutuhkan sumber pendanaan yg sangat besar,” pungkas Bambang.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.