BRI matangkan rencana akuisisi tiga perusahaan

Saturday, April 15th 2017. | Keuangan

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk tengah mematangkan rencana pertumbuhan perusahaan secara anorganik. Bank dgn kode saham BBRI ini tengah mereview akuisisi perusahaan asuransi jiwa, perusahaan sekuritas dan juga perbankan.

Sekretaris Perusahaan BRI, Budi Satria mengungkapkan, perseroan telah menyiapkan anggaran sampai Rp 3 triliun untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Rencana akuisisi tersebut merupakan rencana perseroan yg tertunda pada tahun lalu. Oleh karena itu, rencana akuisisi tiga entitas bisnis tersebut telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2015 BRI.

Namun, izin akuisisi belum diajukan oleh perseroan sebab belum menemukan calon anak usaha yg cocok untuk pengembangan bisnis BRI. “Kami masih melakukan review terhadap akuisisi asuransi, sekuritas dan juga perbankan. Sudah ada dalam RBB 2015 kami, namun eksekusinya tergantung due diligence,” jelas Budi kepada KONTAN, Jumat (27/3).

Salah satu perusahaan asuransi jiwa yg akan diakuisisinya adalah L Asuransi Jiwa Bringin Life Sejahtera (Bringinlife). Namun selain Bringinlife, BRI juga tengah mereview perusahaan asuransi lain. “Kami masih dalam tahap review untuk akuisisi perusahaan asuransi. Kami sedang mencari mana yg cocok. Kalau telah pasti bisa, maka tentu kami harus lapor,” ujarnya.

Sementara itu, rencana akuisisi untuk perbankan adalah bank dgn kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 dgn modal inti antara Rp 100 miliar sampai dgn Rp 1 triliun. Bank berskala kecil yg diincar BRI tak terbatas pada wilayah operasional Jakarta saja.

Ini artinya, perseroan sangat membuka diri terhadap semua bank kategori BUKU 1 yg ada. Kriteria bank kategori BUKU 1 yg dibidik oleh BRI adalah yg dapat melengkapi dan bersinergi dgn bisnis BRI.

“BRI mencari bank yg kuat di sektor ritel, karena kami telah sangat kuat di sektor mikro. Jadi kami mencari bank yg sektor ritelnya bagus. Bank-nya tak harus berkantor pusat di Jakarta, yg penting bagus sehingga dapat bersinergi dgn bisnis BRI,” katanya.

Budi bilang, rencana ini diharapkan dapat terwujud pada semester II-2015 ini. Sebab, sampai sekarang ini BRI masih melakukan review atas pilihan yg ada dan belum mencapai kata final. “Kami harapkan semester II-2015 telah dapat masukkan izin ke OJK. Kami harapkan seperti itu,” ucap Budi.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.