DP syariah turun tak ganggu kesehatan kredit

Tuesday, December 4th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Meski besaran loan to value (LTV) untuk segmen pembiayaan syariah akan lebih rendah dibanding konvensional, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin hal tersebut tak akan berdampak negatif bagi kesehatan kredit dari pelaku usaha pembiayaan.

Muhammad Muchlasin Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK mengatakan berdasarkan studi yg telah dilakukan dgn pihak konsultan besaran selisih uang muka sebesar 5% dinilai tak akan mengganggu kesehatan perusahaan pembiayaan secara besar-besaran. Pasalnya ia berujar besaran uang muka bukanlah faktor terbesar yg mempengaruhi hal tersebut.

Faktor terbesar yg berpengaruh terhadap kesehatan kredit disebutnya adalah kapasitas permodalan dari perusahaan itu sendiri. “Kalau dari uang muka ternyata itu faktor keenam,” ujar Muchlasin.

Namun bicara soal minat pasar, uang muka yg lebih murah tentu jadi salah satu pemikat yg utama. Hal ini terbukti saat besaran down payment (DP) pembiayaan konvensional naik, aset perusahaan pembiayaan syariah melonjak drastis.

Pada 2011 silam, aset pembiayaan syariah tercatat cukup Rp 4,2 triliun. Namun di tahun 2012 saat uang muka konvensional naik, aset pembiayaan syariah melonjak jadi Rp 22,6 triliun.

Meski tetap tumbuh, toh aset perusahaan pembiayaan syariah pasca penyesuaian DP di 2013 lalu cenderung pelan. Hingga akhir 2014, aset perusahaan pembiayaan syariah tercatat mencapai Rp 31,2 triliun.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.