Butuh Rp 35 triliun, FIF cari pinjaman luar negeri

Sunday, December 2nd 2018. | Keuangan

JAKARTA. PT Federal International Finance (FIF) kembali berencana mengandalkan pinjaman dari luar negeri untuk memenuhi sumber pendanaan. Harap maklum, sumber anggaran pembiayaan yg dibutuhkan FIF cukup besar yakni sekitar Rp 35 triliun tahun ini. 

Sekadar informasi, tahun lalu FIF memperoleh pinjaman sindikasi dari Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Australia dan Amerika Serikat. “Tahun ini kayaknya pasti masuk ke Jepang, Singapura dan Hong Kong. Sisanya belum tahu,” ujar Jerry Fandy, Head of Treasury and Funding Division FIF, Kamis (26/3).

Sayangnya, ia belum bisa memastikan kapan roadshow untuk memperoleh pinjaman tersebut berlangsung. 

Menurutnya, keperluan pendanaan FIF yg begitu besar umumnya membuat mereka kesulitan untuk memenuhinya jika cukup mengandalkan pinjaman dalam negeri. Memang dari pendanaan tahun lalu, sekitar 42% masih berasal dari pinjaman sindikasi. Sisanya bersumber dari penerimaan angsuran (collection) sekitar 26%, pembiayaan bersama (joint financing) 17%, pinjaman bank dalam negeri mencapai 9%, serta obligasi sebesar 6%. 

“Lokal susah, butuh lebih dari Rp 30 triliun. Siapa yg mau. Bank Mandiri dapat kasih Rp 1 triliun, BCA sekitar Rp 800 miliar. Kami butuh (anggaran) terus kan,” terangnya.

Jerry mengungkapkan, FIF melakukan hedging terhadap pinjaman luar negeri tersebut untuk menghindari risiko fluktuasi mata uang. Oleh karena itu, FIF tak khawatir atas tren menguatnya mata uang Dollar Amerika. 

Dalam mencari pendanaan, menurut Jerry, FIF terbilang fleksibel. Mereka tetap menyasar sumber pendanaan dgn biaya anggaran (cost of fund) yg paling murah.

Misalnya, saat biaya anggaran bagi obligasi cukup murah, maka mereka akan memperbesar porsi pendanaan dari surat utang. Begitu pula dgn sumber pendanaan lainnya. “Kami tak kaku kok, tergantung pasar dan situasi,” katanya.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.