Menampung laba dalam gelas kertas

Sunday, March 20th 2016. | Peluang Usaha

Permintaan gelas kertas alias paper cup semakin meningkat. Kesadaran akan lingkungan oleh pembuat dan konsumen membuat bisnis paper cup kian menjanjikan. Apalagi, di tanah air, pemain di bisnis ini belum terlalu banyak.

Saat memutuskan untuk membawa kopi atau teh dari sebuah kafe atau minimarket, hampir pasti orderan Anda akan tersaji di sebuah gelas berbahan kertas alias paper cup. Para penjaja kopi atau teh dari kelas global sampai tingkat usaha kecil menengah (UKM) secara sadar telah mulai mengurangi kemasan bahan plastik.  

Isu lingkungan bahwa plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable) telah tertanam betul di kepala para pelaku usaha. Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 tahun–500 tahun agar dapat terdekomposisi atau terurai dgn sempurna.

Belum lagi ada ketentuan baru dari pemerintah soal kemasan. Rasio Ridho Sani, Deputi IV Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Sampah, mengatakan, akan ada peraturan menteri lingkungan hidup  yg mewajibkan pembuat harus menggunakan bahan dan kemasan produk yg ramah lingkungan seperti kertas.

Bukan cukup soal lingkungan, kemasan juga bukan lagi sekadar dipandang sebagai tempat penyimpanan atau membungkus suatu produk. Seiring perkembangan zaman, baik konsumen maupun pembuat menganggap kemasan menjadi faktor penting untuk keberhasilan suatu produk. Makanya, berbagai inovasi pun dilakukan pada kemasan. Kemasan menarik juga merupakan kunci utama agar produk dilirik.

UKM mulai sadar

Nah, dari sini tampak potensi bisnis membangun pabrik paper cup memang masih cerah. Catur Jatiwaluyo, Direktur PT Paperocks Indonesia, pembuat paper cup di Cikarang, Jawa Barat, bilang, peluang bisnis ini memang masih bagus. Apalagi, di dalam negeri isu lingkungan memang masih tergolong awam. “Namun, UKM di Indonesia pelan-pelan mulai sadar soal pentingnya kemasan berbahan kertas,” ujarnya.

Tambah lagi, pemain paper cup belum terlalu banyak. Catur mencatat, baru ada sekitar 10 perusahaan paper cup yg saling bersaing. Alhasil, persaingan di pasar paper cup cukup ketat. Ada juga, sih, pemain lain tapi tak memproduksi sendiri melainkan impor paper cup. Sehingga, “Prospeknya masih bagus ke depan,” ujar Catur yg juga salah satu pemilik Paperocks Indonesia.

Ariana Susanti, Direktur Pengembangan Bisnis Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), menambahkan, sekarang ini memang telah ada pembuat yg menggunakan kemasan yg ramah lingkungan. Tapi, jumlahnya belum banyak. Meski begitu, berbagai industri lain akan terus menyiapkan kemasan ramah lingkungan. “Dan, paper cup salah satu kemasan ramah lingkungan,” kata Ariana.

Catur menjelaskan, paper cup memang bukan menyasar konsumen langsung. Kebanyakan pemain paper cup membidik pengusaha restoran, kafe, atau minimarket. Ini berarti, para pemain bisnis ini tak melayani dalam skala kecil saja. “Jumlahnya pasti dalam partai besar,” ungkap Catur.

Contoh, dalam seminggu Paperock Indonesia menjual sekitar 10 juta paper cup. Jika dihitung, keuntungan yg masuk kantong mencapai Rp 2,5 miliar per pekan. Nah, karena dalam orderan banyak ini yg membuat margin keuntungan pun menjadi tak terlalu besar.

Lioe Susanto Widjaja, Presiden Direktur PT Indo Right Pack (IRP), pembuat paper cup  di Jakarta, mengatakan, dalam sebulan pabriknya dapat memproduksi sampai
2,5 juta paper cup. “Kalau dulu saya dapat untung sampai 20%, tapi karena semakin banyak pemain di usaha ini, keuntungan pun cukup 8%,” ungkapnya.

Dibanding kemasan dari plastik, harga paper cup memang jauh lebih mahal. Perbedaan harganya dapat mencapai 40%. Paper cup terdapat dgn ragam varian, seperti single polyethylene (PE), coated paper cup, dan double PE coated paper cup. Ukurannya juga bermacam-macam, dari yg kecil 2,5 ounces (oz)–16 oz. Adapun harga paper cup mulai Rp 175 per item–Rp 500 per item.

 

• Modal usaha

Memulai usaha pasti membutuhkan modal uang. Begitu juga memulai bisnis pembuatan paper cup. Kalau ditanya ke para pelakunya, untuk memulai usaha pabrik paper cup yg paling mahal adalah lahan pabrik dan bangunannya. “Karena tanah, kan, mahal,” ujar Catur.

Susanto memperkirakan, untuk merintis usaha ini, modal yg dibutuhkan minimal Rp 1 miliar. Modal itu digelontorkan untuk membeli bahan baku awal dan mesin serta sewa tempat. Susanto bilang, ada dua mesin yg digunakan untuk membuat paper cup.  

• Alat produksi

Yang paling utama dalam bisnis paper cup adalah mesin produksi. Mesin pertama ialah mesin pemotong. Alat ini biasa digunakan untuk industri percetakan. Saat ini, harganya sekitar Rp 100 juta per unit dan dapat diimpor dari China.

Mesin kedua yaitu mesin khusus paper cup. Jadi, lembaran kertas yg telah dipotong sesuai dgn ukuran yg dimau dimasukkan ke dalam mesin. Hasilnya, paper cup yg biasa Anda temui di kafe atau resto. “Paper cup terdiri dari bagian bodi dan bottom (bagian bawah), harus menempel agar tak bocor,” ujar Susanto.

Selain China, ada beberapa negara yg memproduksi mesin paper cup. Misalnya, Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Korea Selatan. Menurut Catur, harga mesin sangat bervariasi tergantung dari kecepatan kerja. Untuk mesin dgn kualitas top, Anda dapat memesan dari Jerman seharga € 1 juta. Mesin ini dapat menghasilkan 350 paper cup per menit. Sementara harga mesin dari AS yakni US$ 700.000 per unit, dgn kecepatan produksi sekitar 150 cup per menit.

Catur mengisahkan, semenjak memulai bisnis paper cup tahun 2011 lalu, kini pabriknya telah memiliki 20 mesin dgn berbagai kualitas. Yang paling banyak berasal dari Jerman. Adapun Susanto menuturkan, ketika merintis usaha, ia membeli dua mesin paper cup dari Korea seharga Rp 300 juta–Rp 400 juta per unit. Dengan dua mesin itu, pabriknya dapat memproduksi 600.000 paper cup per bulan. Kini, ia punya delapan mesin paper cup.

• Bahan Baku

Bahan baku paling penting dalam pembuatan telah pasti adalah kertas. Catur mengatakan, banyak negara yg menghasilkan kertas bagus. Contoh, Finlandia, AS, China, dan sejumlah negara Eropa lain.

Tapi, dari semua negara ini Catur memilih Finlandia. “Harganya cukup kompetitif dibandingkan dgn negara lain,” ucapnya. Kelebihan lainnya dari Finlandia adalah, pemerintahan negara tersebut sangat mendukung industri kertas. Makanya, kertas-kertas dari Negeri Skandinavia ini dapat bebas dari isu lingkungan.

Pemerintah Finlandia cukup membolehkan bahan baku kertas merupakan hasil dari hutan industri, bukan hutan alam. “Makanya, konsumen saya yg berstatus global mau memakai produk paper cup saya karena dari negara yg peduli lingkungan,” ujar Catur.

Hanya, persoalan bahan baku terkadang menjadi kendala. Selain harga yg yg cukup mahal, pembeliannya pun harus dalam jumlah banyak. Jika order bahan baku cukup sedikit, ongkos kirimnya menjadi beban yg tinggi bagi pelaku usaha paper cup. Biasanya, pembelian bahan baku minimal satu kontainer atau sekitar 15 juta metrik ton. Harga belinya sekitar Rp 300 juta. Tiap satu metrik ton kertas PE dapat digunakan untuk membuat sekitar 100.000 pape cup seukuran 8 oz.

Lalu, bagaimana dgn bahan baku lokal? Catur menceritakan, sebenarnya ada perusahaan dalam negeri yg dapat menyediakan bahan baku paper cup. Tapi, karena ada isu lingkungan yg pernah menerpa industri kertas membuat hambatan bagi pembuat paper cup saat bertemu dgn calon konsumen. Cuma ke depannya, mungkin saja para pemain industri paper cup akan menggunakan bahan baku lokal.

• Perizinan dan lokasi

Pastinya, membangun pabrik tidaklah semudah saat mendirikan rumah. Ada beberapa persyaratan perizinan yg mesti dilengkapi. Contohnya, izin usaha dan izin perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Selain itu, pabrik paper cup juga harus mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin upaya pengelolaan lingkungan (UPL), izin prinsip, izin usaha, serta izin gangguan.

Pemilihan lokasi pabrik juga dapat menjadi salah satu strategi dalam menyedot cuan. Kebanyakan pabrik paper cup berada di daerah yg memang telah menjadi wilayah industri. Catur memiliki pabrik di Kawasan Industri Newton Technopark, Lippo Cikarang, Bekasi. Dengan pabrik yg berada di wilayah industri, tentu saja membuat segala perizinan lebih mudah. Selain itu proses distribusi produk juga lebih gampang sebab biasanya wilayah telah terhubung dgn jalan yg dapat dilalui oleh mobil atau truk dgn kapasitas yg lebih besar.

• Karyawan dan pemasaran

Lalu, berapa banyak karyawan yg dibutuhkan untuk memulai bisnis paper cup? Tentu saja tergantung dari skala produksi. Catur menyebutkan, sekarang ia memiliki karyawan mulai dari bagian marketing sampai bagian produksi sebanyak 250 orang. Dengan jumlah itu, pabriknya dapat menghasilkan 10 juta cup seminggu.

Dari pemotongan, membentuk paper cup, sampai kontrol kualitas dikerjakan tenaga manusia. Tapi, karena kebanyakan mesin yg bekerja, biasanya memang tak membutuhkan pelatihan yg khusus.

Untuk staf marketing, Catur menuturkan, saat memulai bisnis ia tak mau membajak tenaga pemasaran dari perusahaan paper cup lain. Sebab, gaji yg dikeluarkan lebih mahal dibandingkan dgn  karyawan biasa. “Jadi, saya mengajarkan bagaimana menembus perusahaan-perusahaan,” katanya.

Strategi pemasaran dari masing-masing perusahaan jelas bermacam-macam. Tapi, yg paling terpenting dari pemasaran paper cup adalah sertifikat ISO 9001:2008 dan sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Sertifikat ini yg biasanya diminta oleh berbagai calon konsumen terutama perusahaan yg kelasnya telah internasional. Jika telah mempunyai sertifikat ini, menjual paper cup ke berbagai perusahaan jadi lebih mudah.

Sudah barang tentu, konsumen paper cup bukan cuma ada di Jakarta dan sekitarnya, di luar Ibukota RI juga banya. Misalnya, kedai atau kafe jaringan waralaba atau kemitraan yg banyak tersebar di luar Jakarta. “Saya banyak menemukan franchise-franchise yg tak saya temukan di Jakarta,” ujar Catur. Merekalah yg juga menjadi target pasar sangat empuk dari paper cup.

Anda siap membangun usaha pabrik paper cup?                    

 

Search terms:

resep puding cup untuk jualan, aneka puding cup, buat puding untuk anak sd, jajanan dari cup kecil, puding unik jajanan anak sd, resep bolu ekonomis untuk jualan,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.