Tingkatkan kredit UKM, ICBC gandeng BPR

Friday, October 12th 2018. | Keuangan

JAKARTA. PT Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Indonesia telah menggandeng Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk meningkatkan porsi penyaluran kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM).

Deputy Head, Strategic Management & Transformation Office Bank ICBC Indonesia, Surya Wijaya mengungkapkan, dgn kerjasama dgn BPR ini, diharapkan akan mampu meningkatkan porsi kredit UKM di ICBC Indonesia menjadi 5% sepanjang tahun 2015 ini.

Surya bilang, sepanjang tahun 2014, porsi kredit segmen UKM di bank asal China ini masih rendah yaitu di bawah 2%. Selain bekerja sama dgn BPR dalam penyaluran kredit UKM, Bank ICBC Indonesia juga akan membeli aset-aset khususnya UKM milik bank lain, untuk mendongkrak penyaluran porsi kredit UKM.

Menurut Surya, hal tersebut dilakukan oleh Bank ICBC Indonesia dalam rangka mengikuti arahan regulator yaitu Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yg mengharuskan perbankan Indonesia untuk menyalurkan kredit segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 20% dari keseluruhan portofolio kredit pada 2018 nanti.

“Kerjasama itu kami maksudkan untuk meningkatkan penyaluran kredit segmen small and medium enterprises (SME/ UKM) menjadi 5% sepajang tahun 2015,” jelas Surya di Jakarta, Senin (16/3). 

Selama ini, menurut Surya, penyaluran kredit UKM perseroan masih kecil. Sebab, ICBC Indonesia lebih banyak bermain di segmen korporasi. “Tetapi, kami akan berusaha memenuhi target. Pasalnya, SME (UKM) adalah kontributor bagi ekonomi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Surya menuturkan bahwa pada tahun bershio kambing kayu ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 35%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi kredit yg disalurkan Bank ICBC Indonesia tahun 2014 lalu yg sebesar 20%.

Kredit modal kerja memiliki porsi yg signifikan yaitu lebih dari 50% terhadap total portofolio kredit yg disalurkan perseroan. Selanjutnya disusul oleh kredit investasi dan kredit konsumer. Surya merinci, portofolio kredit segmen konsumer yg dimiliki ICBC Indonesia masih kecil, di bawah 2%.

Dalam kesempatan yg sama, Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia, Shen Xiaoqi menyatakan bahwa target pertumbuhan kredit sebesar 35% itu, akan diimbangi perseroan dgn membidik pertumbuhan anggaran pihak ketiga (DPK) sebesar 20%. Perseroan, kata Shen, akan lebih menyasar anggaran simpanan murah berbasis tabungan dan giro.

Dalam beberapa waktu terakhir, total DPK ICBC memang masih didominasi oleh deposito yg menyumbangkan porsi sampai sekitar 80%. Sedangkan 20% merupakan anggaran murah berupa giro dan tabungan. Namun, “Akhir Februari 2015, telah ada sedikit perubahan, misalnya untuk deposito telah turun menjadi 70% sementara Current Account Saving Account (CASA) naik jadi 30%. Kami akan mengatur struktur deposito dgn banyak cara diantaranya kami akan meningkatkan dan memperbaiki tingkat service dan meningkatkan sistem kami, supaya dapat meningkatkan DPK,” jelas Shen.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.