MKBD minim, OJK periksa direksi Overseas

Monday, November 26th 2018. | Keuangan

JAKARTA.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memeriksa Direksi PT Oversas Securities terkait perhitungan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perseroan. 

Nurhaida, Kepala Esekutif bidang Pasar Modal OJK mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terkait minimnya MKBD broker berkode transaksi BM itu. Dari pemeriksaan awal itu diketahui, ada instrumen yg menyebabkan nilai MKBD Overseas berada dibawah persyaratan yg ditentukan. 

“Penyebab pastinya masih kami selidiki, jadi belum dapat menjelaskan lebih jauh,” ujarnya kepada  KONTAN akhir pekan lalu. 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, rata-rata MKBD BM sepanjang Januari-Maret 2015 masih ada di kisaran Rp 35 miliar. Angka ini ada sedikit di atas dari ketentuan permodalan yg ditentukan, yakni sebesar Rp 25 miliar. 

Ketika ditanya apakah permasalahan MKBD Overseas sama seperti yg dialami PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securities, Nurhaida masih enggan memberikan penjelasan. 

“Belum dapat bilang, karena masih dalam  pemeriksaan,” kilahnya. 

OJK telah membekukan kegiatan usaha Overseas sebab masalah MKBD tersebut. BEI pun menindaklanjuti dgn melarang BM untuk melakuan aktivitas perdagangan di BEI mulai sesi pertama perdagangan 3 Maret 2015 lalu. 

Sekedar mengingatkan, sebelumnya, OJK juga melakukan hal yg sama kepada AAA Sekuritas. MKBD yg mencukupi menjadi alasan wasit pasar keuangan ini untuk menyetop kegiatan usaha perseroan.

Tetapi, belakangan diketahui ada repo bodong yg dilakukan oknum pejabat AAA Sekuritas.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.