Dari reseller, Aprie kini sukses bisnis sendiri

Monday, September 24th 2018. | Peluang Usaha

Boleh jadi, Aprie Angeline tak akan membayangkan, bisnis yg dijalaninya secara tak sengaja akan mengharumkan namanya seperti sekarang ini. Perjalanan wanita 23 tahun ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk kaum muda yg ingin menjalankan bisnis sendiri. Bermula dari seorang reseller produk online shop (olshop), kini Aprie menjadi pembuat sampo dgn keuntungan ratusan juta rupiah saban bulan.

Perjalanan Aprie berbisnis bermula ketika dia menjejakkan kakinya di Yogyakarta untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada. Baru menjalani semester pertama, Aprie merasa tak menemukan kecocokan pada dirinya. Sementara itu, dia takut mengecewakan orangtua kalau akhirnya keluar dari kampus. “Waktu itu, saya malah ingin jadi artis dan terkenal,” lanjut Aprie.

Karena merasa salah masuk jurusan, Aprie kehilangan semangat untuk kuliah. “Saya itu orangnya pelupa dan senang ngomong. Jadi, ketika masuk kedokteran saya merasa harus mengerem untuk ngomong,” ujar dia.

Aprie pun mencoba-coba bisnis online shop yg menjual baju dan sepatu. “Bisnis menjadi pelampiasan karena saya merasa tak kuat di jurusan itu tapi tak berani bilang ke orangtua,” kenang gadis kelahiran Sorong, 5 April 1991 ini.

Di sela-sela berbisnis online, Aprie juga sempat mengikuti sejumlah syuting sinetron dan kegiatan modeling.  Namun, dia justru menemukan keasyikan berbisnis online, karena kegiatan syuting film ternyata sangat melelahkan.

Tahun 2012, Aprie cuti kuliah dan menekuni bisnis online. Dia  mulai belajar dari para pemasok barang yg dijualnya, karena dia belum banyak memahami soal bisnis online. Dia juga belajar bisnis dari berbagai media sosial. “Saya belajar autodidak, modal saya waktu itu cukup jaringan di Blackberry Messenger,” ungkap dia.

Saat itu, Aprie tak lagi menjual pakaian dan sepatu. Pasalnya, ketika berbisnis pakaian, dia menemukan banyak kekecewaan. “Kami cukup dapat melihat model, sementara kualitas mengecewakan. Banyak ruginya pula, karena saya ambil untung tipis,” ujar dia. Begitu pula dgn sepatu, yg menurutnya, harus dicoba karena tak tahu ukuran pasti kaki konsumen.

Produk herbal

Lantas, Aprie mendapat tawaran jadi reseller salah satu pemasok produk kosmetik di Jakarta. Dia mencoba produk tersebut lebih dulu, supaya lebih mengenal apa yg dijual. Setelah terbukti bagus, Aprie mulai menjajakan produk skin care buatan luar negeri itu.

Tak disangka, respons konsumen cukup baik. Waktu itu, Aprie memang telah punya pelanggan di bisnis online-nya. “Karena saya selalu memberikan pelayanan yg baik, pelanggan percaya terhadap produk yg saya jual,” ujar dia.

Bisnis online yg diberi nama Billion Shop ini meningkat pesat. Omzet tiap bulan meningkat cepat, dari Rp 3 juta, Aprie dapat mengumpulkan keuntungan sampai puluhan juta rupiah dalam waktu beberapa bulan.

Dari situ, Aprie semakin yakin, online shop ini benar-benar potensial. Aprie bilang kunci bisnisnya adalah mengutamakan pelayanan yg ramah dan baik. “Saya tak pernah marah, membalas pesan konsumen pun bukan sekadar menjawab pertanyaan dia. Itu membuat konsumen makin dekat dan percaya pada kami,” terang Aprie.

Setelah punya customer based yg besar, putri pasangan Jistor Situmorang dan Lukeria Rajaguguk ini lantas berpikir untuk menghasilkan produk sendiri. Aprie yg ketika itu menghadapi masalah dgn rambutnya lantas mencoba membuat sampo sendiri.

Kembali, perempuan yg pernah mengikuti olimpiade IPA saat SMA ini mencari-cari informasi soal bahan-bahan dan cara pembuatan sampo. Dia juga aktif berkonsultasi dgn orang yg paham soal seluk-beluk pembuatan sampo. “Kebetulan, semenjak SMA saya juga hobi meracik-racik, jadi sedikit banyak tahu,” terang dia.

Awal 2013, Aprie meluncurkan produk sampo buatannya, Angeline Hair Treatment (AHT). Dia menggunakan bahan-bahan herbal berkualitas untuk produk samponya. Dengan begitu, harganya relatif mahal.

Meski demikian, lagi-lagi, AHT dapat diterima pasar dgn baik dan booming. Aprie yg punya masalah rambut, yakni tak dapat panjang, menginspirasinya membuat sampo yg dapat memanjangkan rambut dgn cepat. “Sampai sekarang ini, produk tersebut menjadi andalan AHT,” ujar Aprie.

Dengan modal awal senilai Rp 10 juta, Aprie memproduksi 200 botol sampo. Penjualannya pun terus meningkat. Kini, dia dapat menjual lebih dari seribu paket produk AHT saban bulan. Omzet usahanya pun mencapai Rp 230 juta.

Aprie memang tak menjual sampo saja. Dalam paket perawataan rambut ini, dia menyertakan conditioner dan hair tonic. Banderol harganya berkisar Rp 200.000 per paket.

Tak berhenti pada produk perawatan rambut, dia juga mengembangkan produk herbal lainnya. Awal tahun lalu, Aprie meluncurkan gula dari nira kelapa dgn kadar glukosa yg rendah. “Saya memang tertarik dgn produk-produk sehat,” ujar dia.

Ide pembuatan gula ini berasal dari pengalaman di keluarga, setelah sang kakek meninggal akibat diabetes. “Saat itu, saya berpikir bikin produk untuk menolong penderita diabetes,” cetus Aprie yg kini membawahi 20 karyawan untuk usaha samponya.  

Pemasaran Java Sweet Sugar juga mengandalkan online. Kini, usaha yg melibatkan 25 petani kelapa ini, telah menjual ratusan stoples setiap bulan. “Gula ini lagi naik daun,” kata dia. Bukan cukup di Yogyakarta, penjualan gula nira telah mencapai kota-kota besar di Indonesia.

Aprie pun tak berhenti berkreasi. Yang terbaru, dia juga menciptakan frescare, semacam masker wajah herbal. Selain itu, dalam waktu dekat, dia pun berencana membuat lotion pelembap herbal.    

Hikmah gagal jadi dokter

Meski masih muda, bukannya Aprie Angeline tak punya pengalaman yg berarti dalam hidupnya. Dia pernah mengalami depresi ketika harus menjalani kuliah yg tak sesuai pilihannya.

Bahkan, saat itu, sempat terlintas dalam pikiran Aprie untuk bunuh diri. “Saya de-presi banget. Mau ngomong sama ortu enggak berani karena telah mengeluarkan biaya dan banyak orang yg tahu,“ tutur dia. Permintaan menjadi dokter memang datang dari kedua orangtuanya, karena belum ada dokter di keluarga mereka.

Namun, dari situlah, lantas dia memperoleh hikmah, untuk menggapai kesuksesan lainnya. Aprie pun selalu gigih dan bertekad mencapai apa yg ia impikan. “Setelah melihat bisnis online lumayan, orang tua ikhlas untuk melepas saya tak menjadi dokter,” kata Aprie yg bertekad sukses semenjak muda.

Dalam berusaha, gadis berusia 23 tahun ini juga punya prinsip untuk selalu berjuang dan tak mudah menyerah, terutama saat menghadapi masalah.

Aprie bercerita, saat mengembangkan produk perawatan rambut, ia pernah menuai komentar negatif dari pebisnis lain. “Ada orang yg tak suka, lalu menjatuhkan saya,” kenang dia.

Meski sempat syok, namun, Aprie tak terlalu ambil pusing. Dia  percaya, kualitas akan menguji produknya. Dan, nyatanya, keuntungan penjualannya tak menurun, justru semakin naik. “Konsumen mengirim foto rambut mereka, kualitas yg berbicara,” ujar dia senang.

Berkaca dari pengalaman tersebut, dia berkeyakinan, Tuhan akan selalu bersama dgn orang-orang yg baik. “Kalau kita bisnis untuk membantu orang lain, Tuhan pasti akan memuluskan jalan,” ujar dia. Itu sebabnya, ia berpesan untuk berbisnis berlandaskan niat baik. Selain itu, pebisnis harus punya mimpi agar ada tujuan yg ingin dicapai dan punya jaringan luas.    

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.