Menjahit laba dari kerajinan limbah bulu domba

Saturday, February 20th 2016. | Peluang Usaha

Sampah kemasan plastik, botol plastik, dan koran bekas telah banyak dijadikan bahan baku kerajinan dari limbah. Tapi tak dgn Tatang Gunawan. Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menggunakan limbah bulu domba sebagai bahan baku kerajinan. Bulu domba yg mengandung keratin memiliki sifat yg sama dgn plastik, yakni dapat merusak tanah karena sulit terurai di lingkungan seperti tanah.

Oleh sebab itu, Tatang berinisiatif untuk memecahkan masalah tersebut. “Kalau di negara lain seperti Australia bulu domba dimanfaatkan untuk membuat wol. Tapi kalau di Indonesia para peternaknya menganggap itu tak bermanfaat sehingga dibuang begitu saja,” kata Tatang.

Pria asli Garut ini memulai membuat kerajinan bulu domba semenjak akhir tahun 2013 bersama empat temannya. Namun, produknya baru dikomersialkan pada Maret 2014 dgn mengusung nama Ecodoe yg berasal dari kata Eco yg berarti lingkungan dan Doe yg berarti domba.

Tatang membuat kerajinan tangan berupa karakter boneka domba dan binatang lainnya yg terbuat dari limbah bulu domba asli yg dipadukan dgn akar wangi. Selain berfungsi sebagai pajangan, boneka domba ini juga berfungsi sebagai pengharum ruangan dgn akar wangi tersebut.  

Untuk membuat produk dari akar wangi dan bulu domba ini, Tatang dibantu oleh 10 orang ibu rumah tangga yg berada di sekitar kampus IPB dan Garut, Jawa Barat. Bunda-ibu tersebut mengerjakan produk Ecodoe di rumah masing-masing. Dalam sebulan, mereka dapat memproduksi lebih dari seratus boneka.

Menurutnya, tak sulit dalam membuatnya. “Saya rasa semua orang dapat membuatnya. Yang pasti ya harus belajar dulu,” kata Tatang. Prosesnya, akar wangi dililit dgn benang lalu dibentuk menyerupai domba. Setelah itu, bulu domba dijahit di permukaan akar wangi yg telah dibentuk menyerupai badan domba.

Sebelumnya, bulu domba tersebut telah dilakukan sterilisasi menggunakan deterjen. Agar warnanya terlihat putih dan bersih, Tatang juga merendamnya dgn pemutih. Agar boneka lebih menarik, boneka domba itu dipasangi beberapa aksesori, seperti pakaian dan topi.

Melalui bisnis ramah lingkungan ini, Tatang dapat meraup keuntungan sekitar Rp 5 juta−Rp 10 juta per bulan. Harga jual produknya sekitar Rp 70.000−Rp 135.000 per unit.  Banyak pembelinya tertarik membeli sebab produknya yg unik. Tatang bilang, banyak pembeli boneka domba Ecodoe di antaranya adalah wisatawan yg membeli langsung di toko-toko yg bekerja sama dgn Tatang.

Saat ini produknya terdapat di Rumah Caping, Bogor dan Galeri UKM Smesco, Jakarta. Greenbusiness ini membuat Tatang meraih beberapa penghargaan di bidang kewirausaan di universitas maupun lembaga.   

Search terms:

jual beli bulu domba, KERAJINAN BULU DOMBA, cara membuat boneka dari bulu domba, cara membuat lukisan dari bulu domba, penampung bulu domba,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.