Bunga kredit cuma turun 1%

Wednesday, September 5th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Anda debitur kredit, jangan buru-buru senang mendengar kabar bank memangkas kembang kredit. Pasalnya, penurunan kembang kredit tak kencang, padahal penurunan kembang simpanan deposito cukup besar.

Misalnya, kembang kredit cukup turun 1 bps dgn tingkat kembang masih double digit. Sedangkan kembang deposito tercatat turun lebih besar mulai dari 4 bps sampai 12 bps tergantung dari jenis jangka waktunya (tenor).

Tengok saja data uang beredar yg terbit Maret 2015. Bunga kredit cukup turun 1 bps menjadi 12,95% per Januari 2015, dari posisi 12,96% per Desember 2014.

Sementara, kembang deposito untuk tenor 1 bulan turun 12 bps menjadi 8,45% per Januari 2015, dari posisi 8,57% per Desember 2014. Kemudian, kembang deposito untuk tenor 3 bulan turun 5 bps menjadi 8,90% per Januari 2015, dari posisi 8,95% per Desember 2014.

Deposito untuk tenor 3 bulan turun 8 bps menjadi 9,24% per Januari 2015 dari posisi 9,32% per Desember 2014. Serta, kembang deposito untuk tenor 12 bulan turun 4 bps menjadi 8,82% per Januari 2015, dari posisi 8,86% per Desember 2014.

Muliaman B. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan, perbankan komitmen akan memangkas kembang kredit, namun step by step. Karena bank  perlu memperhitungkan kondisi likuiditas. “Secara keseluruhan bank akan menurunkan kembang 1%,” katanya, Selasa (10/3) kemarin.

Nah, penurunan kembang kredit baru akan terasa pada pertengahan tahun ini, karena bank secara keseluruhan baru akan memangkas kembang kredit pada Maret 2015 sampai akhir tahun.

Lanjutnya, sektor kembang kredit yg akan turun adalah kredit ritel dan korporasi. Dari data suku kembang dasar kredit (SBDK) per Januari 2015 ada kelompok bank yg memberikan kembang kredit single digit untuk kedua segmen kredit tersebut.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, mengatakan, pihaknya belum menunjukan penurunan kembang kredit, dan agak berbeda dgn data industri. Karena perusahaan membutuhkan waktu untuk menggunting kembang kredit.

“Karena penyesuaiannya butuh waktu dan bertahap, serta penyesuaian penurunan biaya anggaran atau cost of fund” ucap Parwati. Saat ini, tingkat kenaikan SBDK bank OCBC NISP masih kecil daripada kenaikan anggaran atau BI rate.

Budi Satria, Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BR), menyampaikan, pihaknya akan menurunkan suku kembang pinjaman kurang lebih 25 bps. Penurunan ini akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2015.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.