Pertumbuhan kredit BPR lebih tinggi dari bank umum

Monday, August 27th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Pertumbuhan kredit di kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencapai 15,58% secara year on year (yoy) di akhir 2014. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit bank umum secara keseluruhan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2014, jumlah kredit yg disalurkan BPR mencapai Rp 68,39 triliun, tumbuh 15,58% dibandingkan akhir tahun 2013 yg mencapai Rp 59,17 triliun.

Pertumbuhan kredit BPR tersebut lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan kredit bank umum. Tahun lalu, jumlah kredit yg disalurkan bank umum cukup tumbuh 11,58% menjadi Rp 3.674,30 triliun.

Raden Soeroso, Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat milik Pemerintah Daerah Se-Indonesia (Perbamida) mengatakan, lebih tingginya pertumbuhan tersebut disebabkan kredit BPR relatif tak terpengaruh tekanan situasi ekonomi nasional maupun global. “Hal-hal seperti pelemahan nilai tukar Rupiah pada Dollar AS, kalaupun pengaruhnya ada, relatif kecil,” kata Raden, Senin (9/3).

Raden menjelaskan, bisnis BPR secara umum amat mengandalkan pemberian kredit pada pelaku usaha mikro. Sementara usaha mikro, meskipun nominal pinjamannya kecil dibanding usaha menengah sampai korporasi, tapi orientasi bisnisnya adalah produksi dalam negeri untuk konsumsi dalam negeri. “Ini yg membuat pertumbuhan kredit BPR relatif baik karena sasarannya memiliki bisnis yg relatif kecil terkena dampak kondisi ekonomi makro yg tak bagus,” pungkas Raden.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.