Bank Buku III bisa rekrut agen individu

Wednesday, January 4th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Belum genap satu tahun, Bank Indonesia (BI) berencana meninjau kembali aturan main layanan keuangan digital (LKD) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang uang elektronik yg meluncur pada April 2014. Inovasi perubahan aturan LKD ini untuk mendukung penerbitan aturan branchless banking yg dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ronald Waas, Deputi Gubernur BI bilang, BI sedang menimbang kembali aturan LKD terutama untuk kelompok bank BUKU III bermodal inti Rp 5 triliun–Rp 30 triliun, “Ketentuan LKD untuk bank BUKU III sedang kami tinjau,” ujar Ronald, pekan lalu (3/3).

Salah satu perbedaan aturan LKD antara bank BUKU III dan BUKU IV adalah kerjasama fungsi keagenan. Sesuai aturan, bank BUKU III tak boleh memanfaatkan agen individu, sementara bank BUKU IV diperbolehkan.

Padahal, sekarang ini keduanya memiliki persamaan, yakni sama-sama dapat menggandeng agen berbadan hukum. “Akan ada aturan baru untuk LKD,” imbuh Ronald.

Kelak, bank kelompok BUKU III dapat juga merekrut agen individu. Tapi, sekarang ini masih memantau perkembangan kegiatan layanan jasa metode pembayaran dan keuangan melalui uang elektronik (e-money) tersebut dari sisi pemain, semisal, perbankan, perusahaan telekomunikasi dan para agen.

Hingga kini, baru dua bank yg aktif menjalankan LKD, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Sementara dua bank besar lain, yakni Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI) baru akan menjalankan layanan keuangan menggunakan e-money ini di tahun 2015.

Agen Pasar Cipulir

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan keuangan inklusif menggunakan uang elektronik pada tahun ini. Misalnya, BCA akan kerjasama dgn agen-agen di pasar Cipulir, Jakarta Selatan untuk kegiatan LKD. “Kami akan melaksanakan ini pada bulan April 2015,” terang Jahja.

Selain melaksanakan LKD, bank yg terafiliasi dgn Grup Djarum tersebut juga akan menjalankan layanan bank tanpa kantor atau branchless banking dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kata Jahja, BCA akan menjajal branchless di wilayah Purwodadi dan Wonogiri, Jawa Tengah. “Branchless akan dimulai pada Maret atau April 2015,” tambah Jahja.

Sementara, Bank Bukopin memilih menjalankan program branchless banking untuk mendukung inklusi keuangan. Adhi Brahmantya, Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi Bank Bukopin mengatakan, pihaknya telah telah siap menjalankan branchless banking dan telah mendaftar program ini ke OJK.

Menurut Adhi, Bukopin bakal memanfaatkan unit-unit Payment Point Online Bukopin (PPOB) sebagai bagian dari agen. Saat ini, Bukopin memiliki sekitar 22.000 PPOB yg tersebar di seluruh Indonesia. “Kami targetkan sekitar 1.000 PPOB menjadi agen branchless banking. Mungkin dapat terealisasi dalam dua tahun ini,” tutur Adhi.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.