BTN rencanakan bundling KPR dengan kartu kredit

Friday, July 13th 2018. | Keuangan

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menargetkan pertumbuhan kartu kredit sebesar 20% sepanjang tahun 2015 ini. Direktur Konsumer BTN, Irman Alvian Zahiruddin mengungkapkan, target pertumbuhan tersebut lebih rendah ketimbang target pertumbuhan kartu kredit BTN pada tahun 2014 lalu. 

Irman bilang, terdapat banyak faktor yg mempengaruhi target pertumbuhan tersebut. Pertama, adalah adanya pembatasan jumlah penerbit kartu kredit yg dapat dimiliki oleh masyarakat. Bank Indonesia menetapkan, masyarakat dgn pendapatan antara Rp 3 juta sampai dgn Rp 10 juta per bulan, cukup boleh memiliki kartu kredit yg berasal dari dua penerbit. 

“Untuk target pertumbuhan kartu kredit kami tahun ini memang di bawah target pertumbuhan kartu kredit tahun 2014 lalu. Banyak uncontrollable factor seperti misalnya ada pembatasan jumlah penerbit kartu kredit untuk masyarakat dgn penghasilan di bawah Rp 10 juta. Jadi kami lakukan adjustment (penyesuaian) terhadap aturan itu,” jelas Irman di Jakarta, Jumat (6/3).

Irman bilang, jumlah kartu kredit bank dgn kode emiten BBTN yg beredar sekarang ini masih di bawah 100.000 kartu. Oleh karena itu, untuk mendongkrak pertumbuhan kartu kredit, BTN berencana untuk membundling kartu kredit dgn produk kredit pemilikan rumah (KPR) BTN.

Strateginya, tutur Irman, adalah setiap debitur yg menggunakan KPR milik BTN, akan diberikan kartu kredit. Sebab, jika seseorang di approve kredit rumahnya, maka tentu secara keekonomian, nasabah tersebut dapat memiliki kartu kredit sebab memiliki penghasilan di atas Rp 3 juta. 

“Ada kesempatan untuk setiap orang yg diberikan kredit rumah seyogyanya dapat diberikan kredit card, karena seseorang yg di approve kredit rumahnya dapat bisa kartu kredit. Pendapatan sebesar Rp 3 juta yg dapat mendapat cicilan KPR kan telah dapat mendapat kartu kredit. Kami sedang diskusi untuk positioning yg lebih baik,” ucapnya. 

Menurut Irman, strategi bundling tersebut masih dalam kajian tahap awal dari sisi legalitasnya. Selain itu, BTN juga masih mengkaji dari sisi perizinannya dan yg terakhir adalah dari sisi planning untuk pelaksanaannya. Sementara itu, jumlah kartu debit/ ATM milik BTN yg dikeluarkan mencapai 1,1 juta kartu. 

Karena itu, perseroan memasang target pertumbuhan yg lebih tinggi di kartu debit. Irman mengatakan, pihaknya memasang target pertumbuhan kartu debit/ ATM BTN sebesar 25% sepanjang tahun bershio kambing kayu ini. Menurutnya, kartu debit/ ATM peningkatannya harus lebih banyak ketimbang kartu kredit. 

“Dengan membuka rekening minimal Rp 50.000 dapat mendapatkan kartu debit/ ATM BTN. Bahkan kami menyediakan kartu debit dgn gambar depan foto yg disukai oleh nasabah. Jadi nasabah dapat memilih sendiri gambar untuk kartu debit/ ATM-nya,” ujar Irman.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.