Gelepar ikan mendatangkan laba

Thursday, January 21st 2016. | Peluang Usaha

Pabrik pengolahan ikan menjadi salah satu lahan yg menggiurkan untuk menjaring keuntungan. Potensi sumber daya ikan melimpah, sejalan dgn permintaan pasar dan tingginya konsumsi makanan olahan ikan.

Industri perikanan dan kelautan di tanah air nampaknya akan menjadi salah satu sektor primadona di tahun ini sampai tahun-tahun mendatang. Pasalnya, pemerintahan Joko Widodo telah mencanangkan sektor maritim sebagai salah satu fokus pengembangan negara ini.

Sektor perikanan memang memiliki potensi yg besar bagi perekonomian Indonesia. Dengan luas perairan sekitar 70% dari total wilayah Indonesia, sektor perikanan menyimpan kekayaan terpendam yg patut terus dikembangkan.

Sejumlah kebijakan perbaikan di sektor perikanan dan kelautan pun telah dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan kembali sektor perikanan dan kelautan. Di antaranya, pengetatan ekspor ikan laut, penertiban izin kapal, dan penenggelaman kapal asing ilegal sebagai salah satu model penegakan hukum di laut. “Dengan kondisi kebijakan pemerintah yg semakin ditegakkan seperti sekarang ini, prospek di sektor perikanan pun saya yakin semakin cerah di tahun 2015,” ujar Suharjito, Penasihat Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Pindang Ikan Indonesia (Apikando).

Menurut Suharjito, selain dari sisi potensi produksi Indonesia, konsumsi makanan laut sangat besar. Di pasar domestik saja, pada tahun 2013 lalu, konsumsi ikan Indonesia mencapai 35,62 kilogram per kapita. Tahun 2014, konsumsi ini diperkirakan meningkat sampai 38 kilogram per kapita. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun menargetkan, konsumsi dapat mencapai 40 kilogram per kapita pada tahun ini.

Jumlah tersebut terbilang sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta orang. Artinya, total konsumsi ikan orang Indonesia tahun ini berpotensi menyentuh angka 10 juta ton. Ini pastinya akan mendorong pula sektor pengolahan makanan berbahan baku ikan laut.

“Kementerian juga semakin tegas dalam kebijakan ekspor bahan baku ikan. Saya lihat sekarang yg memang benar-benar layak, baru boleh diekspor. Sementara mayoritas diarahkan untuk konsumsi domestik,” kata Suharjito yg juga pemilik dari PT Dua Putra Perkasa, perusahaan pabrik pengolahan ikan laut.

Dengan begitu, mau tak mau, industri pengolahan hasil ikan laut lokal juga akan semakin bergairah. Hal ini dibenarkan oleh pengusaha lainnya, Saefudin, pemilik CV Sakana Indo Prima, yg juga bergerak di bidang yg sama. Ia optimistis, tahun ini masih akan menjadi tahun yg baik untuk sektor perikanan, termasuk pengolahan ikan laut. “Sampai sekarang ini, permintaan pasar terhadap produk olahan ikan kami saja 30% di atas produksi kami. Apalagi, kita bicara permintaannya secara luas. Pasar produk ini memang sangat luas,” kata Saefudin.

Untuk itu, ladang pengolahan hasil ikan laut ini masih dapat menjadi lahan yg menggiurkan untuk menjaring keuntungan. Potensi sumber dayanya melimpah. Pun, permintaan pasar masih besar dgn tingginya konsumsi masyarakat terhadap makanan olahan ikan.

Nah, bagi Anda yg tertarik, tak ada salahnya melirik untuk memulai bisnis di bidang ini. Jangan lupa pula melengkapi diri Anda dgn berbagai pengetahuan seputar bisnis pengolahan ikan laut.

Menurut para pelaku bisnis di bidang ini, ada sejumlah poin utama yg perlu diperhatikan ketika memulai dan menjalankan usaha pabrik pengolahan ikan laut. Di antaranya adalah modal, pabrik, bahan baku dan produk serta pemasaran. Berikut ini ulasan lengkapnya.

• Permodalan

Salah satu hal utama yg kerap ditanyakan pengusaha dalam memulai bisnisnya adalah modal. Berapa dan apa saja kira-kira modal yg harus disiapkan? Tentu, modal anggaran menjadi faktor yg cukup penting dalam merintis suatu bisnis.

Dalam hal pengadaan modal anggaran, ada berbagai pilihan. Mulai dari anggaran tabungan sendiri, kerjasama dgn rekan ataupun penyedia bahan baku dan distributor, sampai pinjaman pribadi maupun pinjaman bank. Anda tinggal memilih sumber pendanaan yg dianggap paling sesuai. “Kalau kami belum pernah memakai pinjaman. Selama ini investasinya dari keuntungan yg didapatkan. Jadi memutar saja duitnya. Kalau kerja tanpa beban, pinjaman bank akan lebih tenang rileks dan nyaman,” ujar Saefudin.

Sementara itu, Suharjito menjelaskan, modal anggaran untuk membangun pabrik tergantung dari standardisasi pabrik yg diinginkan si pengusaha. Modalnya dapat mulai dari Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar untuk usaha kecil.

Sedangkan untuk usaha menengah butuh modal Rp 2 miliar sampai 20 miliar. Dana di atas Rp 20 miliar dibutuhkan untuk membangun pabrik yg modern dan standardisasi lebih tinggi. “Kalau mau modern dgn mesin dari Eropa, tentu lebih mahal pabriknya,” ujar Suharjito. Satu mesin pengaduk daging dan tepung, misalnya, membutuhkan anggaran Rp 1 miliar. Belum lagi keperluan anggaran untuk pengadaan mesin pembuat sosis atau nuget ikan.

Semakin banyak produk yg ingin dihasilkan, otomatis modalnya akan semakin besar. Untuk satu set mesin penghasil nugget, sosis, bakso dan aneka produk olahan yg ada sekarang ini, biayanya Rp 7 miliar.

Menurut Suharjito, untuk pabrik skala sedang atau menengah, kapasitas produksinya sekitar 10 ton per hari. Ia sendiri memiliki usaha pengolahan ikan laut, PT Dua Putra Perkasa. Saat ini, skala produksi perusahaan itu 15 ton per hari.

Jangan langsung ciut nyalinya kalau melihat keperluan modal yg besar untuk membangun satu pabrik. Saefudin memberikan tips bagi Anda yg memiliki modal terbatas. Maklum, dia sendiri merintis usahanya dgn modal pas-pasan.

Tahun 2006, Saefudin merintis usahanya bekerja sama dgn rekannya, Redy Ardiansyah. Awalnya, CV Sakana Indo Prima cukup membeli dan menjual ikan segar dgn modal awal sebesar Rp 30 juta. Makanya, ia menyarankan, jika tak ingin atau tak dapat meminjam modal besar, Anda bisa memulai usaha makanan olahan ikan ini dgn merintis secara kecil-kecilan sambil menabung untuk investasi.

Pada pertengahan 2009, bisnis Sakana Indo berkembang menjadi usaha pabrik pengolahan ikan laut. Saat ini, Sakana Indo memproduksi 6 ton sampai 7 ton olahan ikan per hari.

Namun, jika ingin langsung membangun pabrik pengolahan ikan, tak cukup dgn modal awal Rp 30 juta. Saefudin menuturkan, sekarang ini perusahaannya tengah membangun pabrik baru di Semarang. Dana yg dibutuhkan sekitar Rp 500 juta. “Itu pun dgn bangunan yg terbilang sederhana dan mesin yg sederhana,” imbuhnya.

Jika ingin membangun pabrik dgn anggaran mini, Anda dapat memulai dgn membeli mesin buatan lokal, atau bahkan merakit mesinnya sendiri. Dengan begitu, anggaran yg disiapkan dapat lebih sedikit.

Selain modal anggaran, jangan lupakan modal pengetahuan dan jaringan di dunia bisnis perikanan. Rajin-rajinlah menggali informasi seputar ikan dan cara pengolahan. Hal ini penting agar bisa melakukan inovasi secara berkala dalam membuat produk. Jaringan pun dibutuhkan, baik untuk memperoleh bahan baku berkualitas bagus serta pendistribusian produk.

• Pabrik

Dalam membangun pabrik, ada empat faktor utama yg perlu disiapkan, yakni lahan, bangunan atau gedung pabrik, mesin dan tenaga kerja. Untuk lahan, lebih baik jika menggunakan lahan kosong yg telah ada. Dengan begitu, menghemat biaya tambahan untuk membeli lahan.

Luas lahan yg dibutuhkan bervariasi. Suharjito, misalnya, dgn kemampuan menghasilkan 15 ton per hari, ia memiliki lahan pabrik seluas 2.500 meter persegi (m2). Ini belum termasuk luas bangunan perusahaan untuk operasional sekitar 500 m2. Kalau telah punya tanah sendiri lebih enak, karena dapat lebih hemat. “Coba kalau 3.000 m2 dikali Rp 1 juta di wilayah Jabodetabek, untuk beli tanah menjadi lahan pabrik saja nantinya telah membutuhkan anggaran miliaran rupiah,” katanya.

Saat ini, Saefudin memiliki luas lahan 1.650 m2 untuk total produksi 6 ton sampai 7 ton per hari. Namun, untuk usaha kecil, lahan seluas 500 m2 telah cukup. Pabrik dibangun di atas lahan seluas 300 m2 dan selebihnya untuk pabrik dan operasional. Namun, perlu diingat, kuncinya jika ingin membuat pabrik seperti ini, perputaran penjualan pun harus cepat. Jika tak, maka harus menyediakan lagi gudang cold storage untuk menampung hasil produk olahan ikan.

Anggap saja, satu pabrik dalam sehari dapat menghasilkan produk olahan ikan sebanyak 4 ton. Nah, dalam 20 hari saja, hasil produksinya 200 ton. Jika penjualannya tak cepat maka harus menyediakan gudang penyimpanan dingin yg bisa menampung produk sebanyak 200 ton. Pasalnya, produk olahan ikan ini tak tahan lama.

Harga cold storage buatan Jepang ini sekitar Rp 500 juta untuk kapasitas 10 ton sampai 15 ton. Bayangkan, jika harus menyimpan 200 ton, maka perlu 15 unit sampai 20 unit cold storage dalam pabrik yg bakal menghabiskan anggaran besar.

Untuk menyiasatinya, Saefudin merakit sendiri panel-panel pendingin seken dgn kompresor. “Biayanya jadi cukup Rp 120 juta,” ujar pria lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Jakarta ini.

Saefudin juga membagi tips untuk penyediaan mesin di pabrik. Mesin yg digunakan bervariasi tergantung produk yg dihasilkan. Namun, ada mesin yg umumnya ada dalam pabrik pengolahan ikan laut. Di antaranya, mesin penggiling, mesin pengaduk bahan dan mesin pencetak. Untuk menghemat biaya mesin, bisa memodifikasi sendiri mesin yg ada di pabrik. “Semua mesin kami berasal dari dalam negeri dgn modifikasi sendiri. Kami merancang sendiri tinggal bawa ke bengkel,” kata Saefudin. Cara tersebut memangkas pengeluaran anggaran sebesar 50% sampai 70%, ketimbang mengimpor.

Syaratnya, pengusaha harus lebih rajin membeli dan mengumpulkan suku cadang mesin sendiri. Misalnya, membeli motor penggerak di Glodok, Jakarta barat, membeli besi stainless steel sendiri, atau membeli dandang di wilayah Cawang. Asal mau repot, pasti dapat menekan biaya. Kalau peralatan telah lengkap, butuh waktu antara 1 minggu–2 minggu untuk merancang mesin itu.

Setelah mesin, jangan lupa menyediakan tenaga kerja yg dibutuhkan. Saefudin sekarang ini membawahi 130 orang karyawan. Sementara karyawan Suharjito berjumlah 140 orang.

Pelatihan karyawan juga sangat penting. “Kamis sering mengikutkan karyawan dalam pelatihan dari pemerintah, seperti pelatihan bina mutu makanan. Saya sendiri bersama pendiri yg lain juga sering mengajarkan ke karyawan langsung,” imbuh Saefudin.

• Bahan baku dan produk

Salah satu hal penting yg harus dipersiapkan pemula dalam berbisnis olahan ikan ini adalah bahan baku. Suharjito bilang, bahan baku ini memakan biaya 60% sampai 70% dari harga jual produk.

Untuk bahan baku, para pengusaha ini memiliki tempat favorit masing-masing. Suharjito biasa mengambil bahan baku dari wilayah Maluku, Makassar dan Jawa Tengah. Terkadang, ia mengambil pasokan dari Surabaya. Bahan baku dari tempat-tempat tersebut kualitasnya bagus dgn harga yg pas.

Adapun, Saefudin biasa membeli bahan baku ikan tuna yg berasal dari Makassar, Bali, Bitung dan Ambon. Namun, ia membelinya melalui pengepul di wilayah Muara Baru, Jakarta Utara.

Untuk menjaga kualitas ikan yg dibeli, pengusaha dapat membeli dari pemasok besar yg telah memiliki kontrol kualitas atas produknya.

Selain bahan baku, penting pula bagi para pengusaha membuat produk olahan yg menarik. Ciptaan dan inovasi dalam menghasilkan olahan yg kreatif menentukan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Saat ini, produk olahan ikan yg umum di pasaran antara lain nugget, bakso dan otak-otak ikan. Selain itu, dapat pula membuat abon, rolade, sosis dan kornet. Ikan yg digunakan bervariasi, mulai dari tongkol cakalang, tengiri, tuna, pari maupun ikan mata goyang.

• Pemasaran

Setelah produk jadi, jangan lupakan aspek yg tak kalah pentingnya di tahap akhir, yakni pemasaran. Dalam hal ini ada strategi penetapan harga untuk memenangkan persaingan dan juga strategi distribusi.

Untuk penetapan harga, dapat dilakukan dari hitungan bahan baku yg digunakan. Menurut Suharjito, bahan baku biasanya memakan porsi 60-70%. Lalu, 15% sampai 20% biaya operasional dan listrik. Sedangkan, sekitar 10%-15% untuk laba bersih di luar potongan pajak.

Hal ini diamini pula oleh Saefudin. “Sudah ada hitungan standarnya, kalau kita ambil untung lebih tinggi, pasti akan kalah dgn pesaing lain,” katanya. Demi meraup untung atau memangkas harga, Anda jangan pula membuat bahan baku campuran atau mengurangi komposisi ikan. Ini dapat membuat pelanggan kabur.

Dari sisi penjualan, Anda dapat memilih menyasar kelas menengah bawah atau kelas menengah atas. Suharjito memilih menyasar kedua segmen itu sekaligus. Jika menyasar kelas menengah bawah, maka dapat dilakukan strategi distributor atau keagenan di setiap tempat. Untuk segmen ini, Suharjito menjual produk dgn harga Rp 12.000 sampai Rp 17.000 per kilogram. Sementara itu, untuk kualitas kelas menengah atas, ia menjual di kisaran Rp 40.000 per kilogram.

Cara yg pemasaran yg dilakukan adalah menjual produk makanan olahan ikan itu ke restoran dan rumah makan dgn nama besar. Otomatis, butuh kualitas produk yg lebih baik dan terjaga. Menurutnya, kedua segmen pasar itu harus sama-sama dijaga. Dari total produksi PT Dua Putra Perkasa, misalnya, 60% untuk produk kelas menengah bawah dan 40% untuk produk menengah atas.

Saefudin memiliki strategi lain. Ia membagi dua sisi pemasaran. Pertama, dgn merek sendiri, yakni Sakana. Selain itu, ia juga membangun kemitraan. Mitra ini akan mengambil barang lalu memberikan mereknya masing-masing. Saat ini, mereka memiliki tiga mitra.

Tujuannya agar bisa fokus di proses produksi. Sedangkan pihak ketiga sebagai mitra fokus menggarap sisi pemasaran. “Jadi strategi kami people network karena pusing kalau memikirkan dari ujung ke ujung, dari produksi sampai pemasaran,” imbuhnya.

Dia cukup mengambil marjin produksi dan tak mencomot margin dari pemasaran produk. Ini merupakan strategi diambil agar usahanya bisa bertahan dan mampu bersaing melawan pemain-pemain besar. “Kalau pemain besar kan mengambil marjin produksi sekaligus marjin marketing,” imbuh Saefudin, yg mengatakan 50% porsi penjualan merek Sakana dan 50% sisanya untuk tiga mitra lain.

Untuk memenangkan persaingan, pengusaha pemula harus dapat bersaing dari sisi harga, kualitas produk dan pelayanan penjualan. Dus, usaha ini balik modal dalam tiga tahun.    

 

Search terms:

cara salon ikan louhan, salon louhan, kebutuhan karyawan pabrik, kata kata lampion, pabrik es kristal k, nama unik usaha sosis bakar, nama unik untuk abon ikan, nama unik ikan bakar, menerima balken, kandang burung dari kayu sengon laut,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.