Tawaran menjadi mitra Cireng Kamsia

Friday, March 24th 2017. | Peluang Usaha

JAKARTA. Camilan berupa gorengan selalu ramai peminatnya. Tak terkecuali cireng. Makanan yg kenyal karena terbuat dari tepung tapioka ini berasal dari Jawa Barat. Walaupun begitu, keberadaan cireng tak terbatas cukup di wilayah kota kembang saja, tapi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

Semakin bertambahnya peminat makanan ringan berupa cireng ini menjadikan peluang usaha bagi beberapa masyarakat Indonesia. Salah satunya, Fadly Alfiansyah. Pria asal Bandung ini menjual cireng dgn nama usaha Cireng Kamsia. Fadly telah mendirikan bisnis ini semenjak akhir tahun 2011 dibawah bendera CV. Kamsia Sejahtera. Di awal tahun 2014, ia mulai menawarkan kemitraan.

Model bisnis yg ditawarkan Fadly kepada mitra berupa penjualan kembali produk Cireng Kamsia melalui pemasaran online dan offline. “Mitra kami cukup berjualan produk yg kami buat tanpa perlu proses pembuatan ataupun penyajian lebih lanjut pada produknya, mereka langsung menjualnya layaknya nugget dalam kemasan,” jelas Fadly.  

Cireng Kamsia yg berarti Cireng Kebanggaan Milik Indonesia  telah memiliki 6 distributor, 10 agen, dan 450 dropshipper. Para distributor, agen, dan dropshipper Cireng Kamsia tersebar di beberapa kota besar di masing-masing pulau di Indonesia.

Untuk modal awal pembelian produk mulai dari Rp 600.000-Rp 4,5 juta. Dari investasi tersebut, mitra akan mendapat produk sejumlah harga yg dibayarkan, iklan secara online, dan juga wilayah penjualannya. Untuk media promosi offline, Fadly memberikan brosur dan juga banner. Fadly bilang, kemitraan tersebut berlaku selama dua bulan atau akan berlaku selamanya jika mitra terus melakukan pembelian produk.

Adapun minimal pembelian bagi para distributor adalah senilai Rp 2.250.000, sedangkan agen Rp 1.020.000. Di sini, distributor, agen, dan dropshipper akan mendapat potongan harga sebesar 20%-35% dari harga normalnya yakni Rp 13.000 per pak untuk cireng ngambang dan Rp 25.000 per pak untuk cireng krauk. Dia mengatakan, mitra akan memperoleh laba bersih sekitar 10%-25% dari total total penjualan.

Dalam sehari, Fadly menargetkan kepada distributor dan agen bisa menjual 10-50 kemasan cireng. “Dengan begitu, balik modal mitra secara umum didapatkan setelah tiga bulan berjualan,” ujar Fadly.

Melalui Cireng Kamsia, Fadly membuat lima varian rasa untuk cireng krauk, yakni baso granat, sosil rudal, ayam seuhah, ayam negro, dan keju bule. Sedangkan untuk cireng ngambang, Fadly memadukannya dgn kuah kaldu rempah.  

Fadly bilang, beberapa inovasi, yakni penambahan lapisan krispi pada setiap produk cireng, penggunaan saus mayonnaise, penyajian produk cireng dgn kuah kaldu rempah, dan campuran setiap isi cireng tersebut memiliki kualitas baik. Selain itu, Cireng Kamsia dikemas melalui proses vacuum sehingga daya tahan produk lebih lama.

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.