Jadilah ahli aplikasi, biar diperebutkan

Saturday, January 9th 2016. | Peluang Usaha

Dunia teknologi informatika terus berkembang. Untuk dapat memenuhi keperluan pasar, mereka yg berkarir di bidang teknologi informatika dapat memanfaatkan berbagai kursus yg praktis dan aplikatif.

Perkembangan perangkat lunak atau software menambah deretan  peluang pekerjaan di sektor ini. Namun, bukan cuma peluang kerja, tuntutan standar dan kemampuan dari tempat kerja juga semakin tinggi. Kondisi ini memaksa pekerja di sektor informatika untuk mengikuti keperluan pasar.

Ambil contoh, seiring perkembangan e-commerce, perusahaan yg biasanya melakukan pemasaran secara offline   menambah penjualan melalui internet, baik dgn menciptakan situs sendiri atau memajang produk mereka melalui marketplace. Nah, jika perusahaan biasanya cukup membutuhkan tenaga yg paham soal teknik informatika atau komputer, mereka akhirnya menuai tuntutan untuk dapat mengelola pemasaran secara online.

Perusahaan marketplace atau yg fokus mengelola e-commerce kian banyak membutuhkan web developer atau yg dulu kerap kita dengar dgn sebutan programmer.

Tak cukup itu, pembuat perangkat telekomunikasi juga terus berkembang. “Mereka membutuhkan pekerja bidang IT yg andal, apalagi kalau mereka buka cabang di sebuah negara,” terang Afan Galih Salman, Head of Program-Mobile Application & Technology Computer Science Department Binus University.

Selain itu, karena pertumbuhan teknologi gadget, keperluan aplikasi juga meningkat, mulai aplikasi umum, seperti keperluan sehari-hari untuk konsumen sampai aplikasi permainan. Pengembangan aplikasi ini bukan cuma terlihat di pengembang aplikasi dari pembuat smartphone, tetapi juga pengembang aplikasi lokal.

Afan menggambarkan pertumbuhan bisnis mobile device dan smartphone yg pesat berpengaruh pada keperluan programmer. Ini terlihat dari orderan perusahaan aplikasi terhadap mahasiswanya. “Meski baru semester dua, mahasiswa program peminatan yg baru dibuka kampusnya  telah dipesan semuanya oleh sebuah perusahaan pengembang aplikasi tingkat global,” ujar dia.

Adapun jurusan yg dimaksud adalah Mobile Application dan Technology. “Mahasiswa jurusan game application juga tak kalah peminat, lo,” ujar Afan berpromosi.

Wajar jika hal tersebut terjadi. Bisa dibilang, sekarang ini untuk kedua program peminatan tersebut, Binus yg memulai. Sehingga jumlah lulusannya memang masih terbatas.

Sementara, keperluan sumber daya manusia (SDM) spesialisasi tersebut sedang banyak  sekarang. Kebutuhan terbesar datang dari pengembang aplikasi. Afan mengatakan, lulusan dari Fakultas Computer Science Binus (dulu teknik informatika) ini sekitar 50%–67% telah bekerja saat diwisuda.

Agustinus Heribertus Ng, Direktur dari Dumet School Web and Mobile Training, pun menyatakan pendapat yg sama. Sejak pertama kali berdiri, pada November 2013 silam, jumlah murid di Dumet School terus meningkat.

Awalnya, lembaga pendidikan yg fokus pada ilmu web dan mobile application ini cukup memiliki tiga murid. Kini, dalam waktu waktu kurang dari dua tahun, total murid dari awal sampai sekarang ini telah mencapai 900 murid.

Tak dipungkiri, perkembangan yg demikian cepat itu karena permintaan yg makin banyak dari hari ke hari. Dumet School dari awalnya cukup berdiri satu cabang, yakni di Srengseng, Jakarta Barat. Kini memiliki dua cabang, yakni di Grogol Jakarta Barat dan Depok, Jawa Barat. Bahkan pada bulan Maret tahun ini, Dumet akan membuka cabang baru di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Dalam sebulan dapat dibilang kami memiliki 60–90 murid baru,” tambah Renra Iwa Sedoya, Direktur di Dumet School.

Skill, skill, skill  
Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebenarnya menjadi salah satu tantangan yg harus dihadapi oleh para praktisi informatika, terutama lulusan jurusan ini. Pasalnya, kini, orang tak cukup mengenal satu sampai dua profesi yg berlatar belakang pendidikan teknik informatika.

Jika dulu, profesi yg paling dikenal di sebuah perusahaan adalah bagian programmer, sistem informasi, web developer, business analyst. Kini bermunculan profesi seperti search engine optimizer (SEO), blogger, game developer, social media assistant, sampai user experience development.

Beberapa profesi berbasis informatika tersebut berkembang sebab keperluan sekarang ini. Nah, tuntutan profesi ini pada akhirnya membuat apa yg diajarkan di perguruan tinggi untuk fakultas teknik informatika masih belum cukup. “Di universitas memang diajarkan secara teori tentang pembuatan web dan sebagainya. Namun, update kurikulumnya tak secepat keperluan zaman,” tambah Renra. Belum lagi pendalaman secara praktik tak dapat cukup didapat dari pelajaran di kuliah.

Dan, tak dapat dipungkiri bahwa untuk dapat maju di sektor informatika, yg paling dibutuhkan adalah kemampuan menciptakan sebuah karya yg bermanfaat atau berguna.

Kemampuan atau keahlian dalam meracik logaritma dan sistem informasi yg ada membuat reputasi di dunia ini sangat diperhitungkan. Tengok pendiri Microsoft, Apple, Samsung, Facebook (dan media sosial ternama lainnya) yg mendunia karena karya di bidang teknologi informatika yg dibutuhkan.

Nah, disinilah celah praktik dan teknis lembaga pendidikan lanjutan ini masuk. Kebanyakan yg mengambil kursus ini adalah mahasiswa yg sedang mengerjakan skripsi. Maklumlah, mereka memang memerlukan latihan yg banyak sebelum memasuki dunia usaha. Mereka perlu menyesuaikan teori yg didapat dgn keperluan dunia kerja. Itu sebabnya, kursus ini diminati banyak mahasiswa yg menempuh tingkat akhir.

Berkarier di sebuah perusahaan kini dituntut tak cukup sebatas mengerti dan membangun sistem informasi untuk sebuah perusahaan. Banyak juga yg memilih kursus tambahan sebab keperluan perusahaan. Atau, ada juga bahkan yg dikirim oleh perusahaan untuk meningkatkan kompetensi atau keahlian mereka.

Banyak kasus yg ditemui Dumet School, yakni perusahaan mengirim karyawan informatika untuk mempelajari perkembangan IT baru atau sebagai syarat kenaikan karier. Dumet sendiri pernah mengajar karyawan bagian informasi teknologi dari agen pemegang merek (APM) otomotif, Rodalink, Krisbow, Kompas Gramedia, dan berbagai perusahaan lain untuk meng-upgrade kemampuan mereka.

Tak cukup mahasiswa tingkat akhir atau karyawan yg ternyata merasa butuh mengambil pendidikan lanjutan di bidang web programming. Banyak orang awam juga membutuhkan keahlian tambahan seperti ini. Biasanya, mereka adalah para pemilik usaha e-commerce sampai top eksekutif di sebuah perusahaan yg ingin meningkatkan usaha atau bisnis mereka. “Bahkan, belakangan ada juga ibu rumah tangga pemilik usaha. Kebutuhan mereka adalah mengerti seputar pembuatan web dan internet marketing,” papar Renra.

Afan bilang, sebagai bagian dari perguruan tinggi, keberadaan kursus ini seperti irisan dari keperluan di sektor informatika sendiri. Misalnya, sekarang ini permintaan untuk game 3D, atau aplikasi animasi 3D semakin banyak. Nah, untuk animator telah ada dari lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Namun, mereka mungkin tak tahu bagaimana penempatan atau logaritma karya mereka di dunia maya. Apalagi dgn tujuan internet marketing atau sejenisnya. Dalam situasi ini, muncul keperluan atas ahli informatika.

Bisa jadi lulusan teknik informatika mengambil pendidikan lanjutan jurusan animator 3D untuk mengasah skill mereka atau sebaliknya. Misalnya seorang profesional yg menerima order proyek game atau animasi yg canggih atau untuk diletakkan di web. Maka para animator belajar tentang programming demi mengetahui keperluan klien atau semakin mengasah skill.

Dari sisi penyedia kursus, sebenarnya program yg disediakan adalah program yg paling banyak dicari oleh konsumen. Saat ini, program pembuatan web dan pemasaran internet menjadi dua jurusan yg paling digemari sekarang ini. Selain itu, program mobile application dan game application pun mulai dilirik belakangan ini.

Berikut ulasan dua lembaga yg menawarkan program khusus informatika untuk mengasah skill.       

• Dumet School Web and Mobile Training

Mayoritas siswa yg belajar di Dumet School adalah mahasiswa tingkat akhir, porsinya 50%  dari total siswa. Lalu, 40% siswa merupakan karyawan divisi teknologi informasi (TI) dari sebuah perusahaan. Sisanya adalah mereka yg tak memiliki background informasi teknologi, namun ingin memperdalam kemampuan.

Untuk menghadapi era MEA, menurut Renrra dan Agus, para karyawan TI memang harus rajin melakukan upgrade kemampuannya. Maklum, karyawan TI Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN, seperti Singapura dan Malaysia. “Belakangan, kualitas pelaku TI dari Filipina sedang unggul, lo. Bahkan dibanding pelaku IT dari Singapura dan Malaysia,” tambah Agus.

Program kursus yg disediakan Dumet School adalah Web Master, Web Programming, Web Design, Mobile App, Digital Marketing, CMS Master, Flash Animation, Video Editing, dan Graphic Design. Renra menuturkan, dua program yg paling digemari adalah Web Master dan Digital Marketing.

Biaya untuk tiap program berbeda-beda dan dikemas dalam model paket. Biaya untuk mengikuti paket Web Master yakni Rp 7,6 juta. Adapun tarif untuk mengikuti kelas Web Programming adalah Rp 14 juta. Lalu, uang sekolah untuk paket Web Design dan paket Graphic Design Rp 10,6 juta dan Rp 6,9 juta.

Untuk jurusan Mobile App, Dumet mengenakan biaya sebesar Rp 22,5 juta. Angka yg sama dipungut dari peserta yg mengikuti kelas Digital Marketing. Adapun  biaya kursus untuk kelas CMS Master, Flash Animation, dan Video Editing masing-masing Rp 3 juta, Rp 5,3 juta, dan Rp 6,1 juta.

Meski cukup satu murid yg mendaftar, Dumet School tetap memulai kelasnya. Karena mengincar konsumen dari kalangan karyawan dan mahasiswa tingkat akhir, maka Dumet School membebaskan jam belajar setiap murid. Alhasil, tiap murid diberi keleluasaan menentukan jam belajar mereka. “Kami sengaja tak menggunakan tenaga freelance tapi sistem kontrak, agar para pengajar pun dapat fokus,” papar Renra.

Selain itu, Dumet akan mengajari siswa tanpa batasan waktu atau sampai mereka benar-benar paham. Jadi, tergantung dari kemampuan dari masing-masing konsumen. Jika konsumen ingin cepat lulus juga dapat, yaitu dgn memanfaatkan waktu belajar secara maksimal. Yang pasti, untuk kelulusan, setiap murid akan diuji oleh standar Dumet School.

Saat ini, kriteria pengajar di Dumet School adalah mereka yg berpengalaman dan memiliki reputasi yg cukup baik di dunia TI. Karena sifat kursus yg privat, Dumet School juga mengusung kemampuan pengajar untuk mengajar konsumen dari berbagai background.

• Binus Center Short Course

Lantaran melihat celah adanya keperluan sumber daya manusia berbasis IT, semenjak 2005, Binus Center memasukkan program kursus atau short course untuk materi yg berhubungan dgn web pro-gramming. Adapun program kursus yg ditawarkan di Binus Center adalah PHP for e Application, Static Web Programming with XHTML, Client Side Scripting with JavaScript,  Visual Programming with Java, Logical and Visual Programming with Microsoft Visual Basic.NET, serta Algoritma dan Pemrograman.

“Nah, pada program Short Course, selain web developer atau programmer, kami juga memiliki banyak bidang lainnya seperti desain, animasi, jaringan, office dan akunting,” ujar Rifki Yushario,  Center Unit Manager Binus Centre.

Tujuan adanya program ini adalah mengakomodasi keperluan konsumen yg ingin mempelajari suatu modul tertentu dalam waktu singkat, yakni 1 minggu–6 minggu dgn durasi pertemuan 5 sampai 20 kali pertemuan.

Binus Center tak cuma menyediakan kursus singkat, tetapi juga kursus dgn durasi waktu lebih lama. Ambil contoh Special Class, yg berlangsung antara 5 bulan–6 bulan, Certified Professional Program (5 bulan–6 bulan), dan Authorized Program (1 bulan– 12 bulan). Biaya untuk tiap short course dan program kursus lain bervariasi antara Rp 700.000 sampai  Rp 2 juta.

Pengajar yg disediakan disini adalah pengajar dgn kriteria tertentu. Pengajar di Binus Center berasal dari berbagai background, mulai dari mahasiswa, asisten lab, dosen sampai profesional.

Saat ini, peminat kursus di Binus Center datang dari kalangan “binusian” dan masyawakat umum. Istilah binusian merujuk ke mereka yg pernah turut kursus di Binus Center dan mahasiswa atau pelajar di Grup Binus. Biasanya, mereka mengambil kursus singkat untuk meningkatkan skill dan mendukung mata kuliah di kampus. Ada juga yg bertujuan untuk menunjang pekerjaan dan mengisi waktu luang.     

 

Delapan profesi dalam satu dekade

Saat terjun ke dunia kerja, banyak lulusan Fakultas Teknologi Informatika (TI) yg merintis karier sebagai web developer atau programmer. Tentu, pilihan mereka tak terbatas pada kedua bidang itu saja. Para sarjana teknologi informatika berpeluang menempati berbagai job description di sebuah perusahaan.

Di luar kedua bidang itu, lulusan TI juga kandidat paling pas untuk menempati posisi-posisi di perusahaan sebagai business analyst, software developer, software product manager, computer/network security consultant, IT project manager, dan system engineer.

Asal tahu saja, di Amerika lingkup kerja di atas termasuk favorit bersamaan dgn posisi direktur pemasaran dan dosen. “Biasanya, tren karier favorit di Amerika akan berlanjut di Indonesia. Dalam 2 tahun–3 tahun kemudian akan menjadi favorit juga di sini,” terang Afan Galih Salman, Head of Mobile Applicatian Technology Program Binus University.

Nah, seiring perkembangan teknologi, e-commerce (penjualan online), mobile commerce (perdagangan melalui ponsel cerdas), dan social media activity (aktivitas sosial media), muncul profesi baru bagi mereka yg berlatar pendidikan teknologi informatika. Berdasarkan riset, ada sekitar delapan profesi yg baru muncul dalam satu dekade terakhir, yg cocok untuk para lulusan teknologi informatika.

Pertama, social media manager. Ini merupakan pekerjaan untuk mengelola jejaring sosial di suatu perusahaan. Kedua, cloud computing services. Kehadiran teknologi cloud memunculkan keperluan teknisi untuk mengelola sistem cloud tersebut di sebuah perusahaan penyedia ataupun pengguna cloud.

Ketiga, mobile application developer. Sesuai dgn namanya, profesi ini bertugas mengembangkan aplikasi bagi perangkat mobile. Profesi ini perluasan bagi pengembang aplikasi di komputer sebenarnya.

Keempat, adalah profesi yg tengah naik daun beberapa tahun terakhir. Pekerjaan sebagai search engine specialist memadukan kemampuan logaritma, penyusunan teks dan kemampuan Google Analytic seseorang agar sebuah website selalu berada di posisi teratas.

Ada lagi UX designer atau sebenarnya kependekan dari user experience designer. Profesi tersebut membutuhkan seorang insinyur informatika untuk menciptakan program dan meneliti kebiasaan dari pengguna atau user mobile device (seperti smartphone atau tablet). “Biasanya profesi ini dipekerjakan oleh market researcher untuk mengetahui kapan saat yg tepat untuk penempatan iklan di mobile device,” terang Afan.

Profesi baru keenam adalah market research data miner. Profesi tersebut, meski sama-sama untuk keperluan penelitian pasar (market research), namun berbeda dgn UX designer. Market data research miner bertugas mengelola data yg ada di dunia maya secara umum untuk dikhususkan sesuai keperluan riset.

Dua profesi terakhir adalah profesi blogger dan 3D animator and technician. Seperti diketahui, profesi blogger pun tengah naik daun. Bahkan tak cukup mereka yg memiliki background informatika yg dapat terjun menekuni profesi ini. Hanya, jika menggunakan jasa seorang yg andal dalam teknologi informatika,  fitur blog yg dimiliki pun dapat optimal. “Tugas para blogger bukan sebatas menghasilkan tulisan, tetapi juga mempertimbangkan penempatan iklan, desain dan warna, lo,” tambah Afan.

Terakhir profesi irisan dari jurusan Desain Komunikasi Visual dan Informatika adalah 3D Animator dan Technician. Profesi ini semakin diminati seiring permintaan dgn meningkatnya pasar aplikasi dan game di masa sekarang.        

 

Search terms:

cara membuat keset dari kawat, cara membuat keset anyaman sumbu, cara membuat keset dari kawat dan kain perca, keset dari kawat, cara membuat alas kaki dari benang wol, Keset dari kain perca dan kawat, pinjaman tanpa jaminan untuk petani, cara membuat keset kaki dari kawat jaring, gambar cara pembuatan keset bahan dasar kawat, jqhit percak menggunakan kawat,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.