Banyak pilihan bisnis agar rezeki awet di masa tua

Wednesday, January 6th 2016. | Personal Finance

Setelah beberapa waktu lalu membahas tentang strategi agar tetap produktif walau telah menja-lani masa pensiun, kali ini KONTAN akan membahas lebih jauh lagi tentang berbagai pilihan usaha atau bisnis yg dapat dilirik oleh para pensiunan.

Kondisi seseorang ketika telah memasuki masa pensiun, bagaimanapun, sedikit banyak berbeda dgn kondisi ketika dia masih berada di usia produktif. Dari sisi kesehatan fisik, sebagai contoh.

Kecuali seseorang rajin berolahraga semenjak muda, menjaga pola makan, dan bergaya hidup sehat, kondisi fisik ketika pensiun dan memasuki usia di atas setengah abad biasanya telah mulai banyak bermasalah.

Tidak heran, bila idealnya masa pensiun diisi dgn istirahat dgn kegiatan-kegiatan fisik yg tak terlalu menguras energi. Namun, apa boleh buat. Apabila situasi dan kondisi keuangan ketika pensiun mengharuskan Anda tetap produktif finansial, tetap aktif bekerja juga bukan hal buruk.

Para perencana keuangan berpendapat, produktif dari sisi finansial ketika telah mema-suki usia pensiun dapat dijalankan dgn menjalankan bisnis atau berwiraswasta.

Nah, menimbang kondisi fisik yg semakin menua, perencana keuangan menyarankan agar kriteria pertama dalam memilih jenis usaha yg dijalankan saat pensiun adalah usaha yg tak terlalu menguras energi dan menuntut mobilitas tinggi.

Ini seperti yg telah dijalankan oleh Sukimin, pensiunan pegawai bank berusia 64 tahun di Bitung, Sulawesi Utara. Setelah gagal menjajaki peruntungan bisnis di sektor perkebunan semasa masih berstatus karyawan, kini di masa pensiun, Sukimin menjalankan usaha penginapan “Tentram” di salah satu kota di bumi Minahasa. “Saya memanfaatkan rumah yg ada untuk penginapan,” cerita dia kepada KONTAN.

Penginapan berisi enam kamar itu dapat memberikan keuntungan sekitar Rp 3 juta per bulan. Pendapatan sebesar itu cukup untuk menambahi penghasilan pensiun Sukimin yg sebesar Rp 1,6 juta per bulan. “Saya tak ngoyo, asalkan keperluan harian terpenuhi,” ujar dia.

Usaha penginapan termasuk usaha yg tak terlalu menguras tenaga dan menuntut mobilitas tinggi sehingga cocok dijalani oleh pensiunan.

Sesuaikan minat
Amir Karamoy, pengamat wirausaha dan waralaba yg juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin, menilai, agar lebih enjoy menjalankan usaha ketika di usia pensiun, lebih baik memilih jenis usaha yg sesuai dgn minat masing-masing. “Kalau berbeda sekali dgn minat, nanti pasti kesulitan,” kata dia.

Selain itu, dukungan keluarga dan kemampuan modal perlu diperhatikan. Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Sari Insaniwati menambahkan, para pensiunan lebih baik memilih bisnis dgn risiko gagal rendah, mudah dijalankan tanpa keahlian khusus, lalu nilainya dapat terus naik tanpa harus terlibat banyak. “Pilih usaha di bidang yg selalu dibutuhkan orang dan dapat jalan langsung,” imbuh Khoerusalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entrepreneur College.

Ia mencontohkan, bisnis terkait makanan atau kuliner. Lalu, bisnis pakaian atau fashion. Bisa juga, bisnis terkait perumahan, dapat developer sampai berdagang material bangunan. Selain itu, bisnis di bidang kesehatan, seperti obat herbal, suplemen, klinik. Kemudian, bisnis otomotif, mulai dari bengkel motor atau mobil, aksesori kendaraan, cuci mobil, sewa kendaraan. Terakhir, bisnis terkait komunikasi, seperti telepon seluler (ponsel), pulsa, aksesori ponsel, dan lain-lain.

Sari menambahkan, pada prinsipnya, berbisnis bagi seorang pensiunan menuntut persiapan yg sama dgn memulai usaha di usia produktif. “Tidak ada pembatasan bahwa kalau telah pensiun, bisnisnya yg sedang-sedang saja, sekadar mengisi waktu atau menambah penghasilan,” kata dia.

Banyak cerita sukses seseorang yg berhasil membangun bisnisnya mulai pensiun. Dengan kata lain, walau memulai usaha ketika usia mulai senja, seorang pensiunan tetap harus serius mempersiapkannya. Kendati usaha yg dirintis baru selevel usaha rumahan atau usaha kecil menengah (UKM), persiapan yg baik akan menaikkan probabilitas keberhasilan usaha.

Nah, berikut beberapa gambaran usaha yg dapat dijajaki seseorang di masa pensiun:
Usaha rumah kos
Apabila Anda cukup beruntung memiliki rumah yg berdekatan dgn kampus, sekolah, kompleks perkantoran, atau pabrik, Anda dapat menja-jaki untuk menyewakan kamar untuk kos-kosan atau membangun bangunan khusus untuk indekos atau kontrakan. “Kebutuhan modalnya relatif, apabila kamar kosong telah terdapat, Anda cukup memodali pembelian perlengkapan kamar, seperti tempat tidur, lemari, kasur, dan lain lain,” jelas Sari.

Kalau yg Anda miliki baru berupa lahan kosong, membangun kontrakan dapat dijajaki. Kebutuhan modal tergantung dari jumlah kamar yg dibangun. “Untuk kontrakan berisi 8 kamar tidur dan kamar mandi, keperluan modalnya sekitar Rp 100 juta,” kata Sari.

Menurut Sari, bisnis rumah kontrakan atau indekos ini nyaris tak ada kendala selama lokasi memang prospektif. “Balik modal mungkin butuh waktu namun biaya penyusutan kecil dan investasi besar cukup di awal saja,” jelas Sari.

Kunci sukses bisnis indekos atau kontrakan, selain lokasi, menurutnya, adalah tawaran ukuran kamar dan fasilitas. Misalnya, keberadaan lahan parkir yg memadai, jaringan internet, mesin pendingin udara, dan sebagainya. “Perlu juga menggiatkan promosi,” imbuhnya.

Usaha rental mobil
Usaha penyewaan mobil juga tak butuh modal terlalu besar. Anda telah dapat langsung menjalankan dgn modal satu atau dua mobil saja. Nah, bila mobil sewa belum Anda miliki, Sari menyarankan untuk membeli mobil bekas secara tunai atau mengambil kredit mobil. Pilih mobil berkapasitas besar sejenis multi purpose vehicle (MPV). “Modal pembelian dua mobil bekas sekitar Rp 200 juta–Rp 250 juta,” kata dia.

Membeli mobil baru melalui skema kredit juga dapat ditimbang. Uang muka dua mobil baru sekitar Rp 100 juta. “Ketika bisnis telah berjalan baik, dalam 3 tahun kredit dapat kita lunasi, mobil menjadi hak milik dan tinggal menikmati uang sewa,” jelas Sari.

Namun, bisnis ini memiliki risiko cukup tinggi, misalnya risiko penipuan, kehilangan, kerusakan, dan lain-lain. Risiko itu dapat Anda kelola dgn membeli asuransi dan menerapkan syarat serta ketentuan sewa yg ketat. Misalnya, ciri-ciri penyewa harus dobel sehingga mudah dilacak ketika terjadi risiko yg tak diharapkan.

Untuk mengintensifkan tingkat penyewaan, Anda dapat menjajaki kerjasama dgn instansi atau perusahaan sebagai pelanggan tetap. Untuk menekan biaya pemeliharaan mobil, Anda dapat ikhtiar mencari bengkel yg memberi tarif spesial untuk langganan. Selain itu, jangan lupa memilih mobil dgn biaya perawatan dan harga suku cadang relatif rendah. Juga, mobil yg harga jual di secondary market stabil.

Usaha penatu
Bisnis pencucian baju, menurut Amir, dapat Anda jalankan cukup dgn modal minim. Manfaatkan ruangan di rumah yg tak terpakai sekitar 3 m x 2 m atau 3 m x 4 m. Anda dapat memilih memodali dari nol sendiri atau bekerjasama dgn usaha jasa cuci yg mapan.

Kalau dari nol, modalnya dapat lebih besar karena Anda harus membeli mesin cuci, ember, menggaji tenaga cuci setrika, dan sebagainya. Harga mesin cuci front loading yg bagus dapat di atas Rp 5 juta. Untuk bisnis, setidaknya butuh dua mesin cuci agar tak cepat rusak karena kelebihan muatan.

Sebaliknya, Anda dapat menjajaki kerjasama dgn usaha penatu yg telah mapan. Pilihan ini memiliki risiko lebih kecil walau Anda tak dapat mengambil untung terlalu besar. Jadi, tugas Anda adalah aktif mencari pelanggan lalu membawa cucian orderan ke tempat penatu. “Kalau telah dicuci, kita bagian mengantar ke pelanggan dan mendapat bagi hasil dari pemilik usaha penatu,” jelas Amir.

Usaha mode
Pakaian termasuk keperluan primer manusia yg akan selalu dicari pemenuhannya. “Ini bisnis yg telah pasti dapat jalan,” ujar Khoerusalim.

Karena termasuk keperluan primer, pasarnya, peluang akan selalu terbuka. Namun, persaingannya cukup ketat karena pemainnya bejibun. Anda dapat menjajaki penjualan dgn sistem online memanfaatkan social media, seperti Facebook atau Instagram.

Barang dagangan dapat Anda beli dari pusat grosir, seperti Tanah Abang atau Cipadu. Kunci bisnis pakaian adalah menentukan segmen konsumen yg dibidik, sensitif dgn tren mode yg cepat berubah, memiliki keunikan yg ditawarkan dan cerdas memasarkan. Modal bisnis pakaian dapat di bawah Rp 50 juta.
Nah, silakan memilih!

Search terms:

cara menjalin kerjasama dengan indomaret,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.